
"Mau sampai kapan kamu hanya berdiam saja, sini" Tarik Dan yang langsung membuat badan Vio tak siap membuat pertahanan diri. Akhirnya Vio jatuh di dada bidang Dan, Vio menelan salvina dengan susah payah jatungnya berdebar kencang. Dan dengan gerakan cepat menarik pinggul sang istri menciumnya menumpahkan segala hasrat yang sudah lama di tahannya.
Vio berusaha menolak namun tingkahnya yang tidak bisa diam Vio berhasil membuat aura panas di bawah sana, Vio seketika diam merasakan ada benda keras menusuknya. Dan tersenyum puas melihat wajah sang istri merona ingin rasanya Dan tertawa saat itu juga namun ditahan karena situasinya tidak pas.
"Dan lagi, lakukan lagi aku mohon" suara Vio yang memberi sinyal hijau membuat Dan semakin yakin ini sudah waktunya.
Tangan Dan turun semakin turun mencari posisi paling pas sang istri, menyentuhnya tepat pada sasaran. "Surgaku" ucap Dan dengan suara beratnya sorot matanya sudah berkabut tanpa pikir panjang lagi jari-jari Dan mulai memasuki lorong hutan limbah terus menerobos masuk semakin dalam memainkannya dengan gerakan maju-mundur hormat gerak... Semua dibubarkan hayoo jangan membuat khayalan langit (upppzzz) 😅.
"aahhh sungguh inikah kenikmatan sesungguhnya padahal ini baru awal, kenapa begitu sangat nikmat" pikir Dan.
"Apakah boleh?"...... Tanya Dan ragu.
.
.
.
.
Suasana ruang begitu menggema dengan lantunan suara mereka, tidak ada yang mau menghentikannya semakin terasa buliran keringat berjatuhan menandakan betapa eksotisnya adegan yang sedang mereka perankan. Sungguh suami istri yang sedang di mabuk cinta, biasanya olahraga yang baik itu di waktu pagi atau sore hari kenapa malam-malam begini, mungkin tujuan mereka sedang ingin membakar kalori tubuh.
"Aku sudah tidak bisa menahannya Dan"
__ADS_1
"Keluarkanlah jangan ditahan Vii" saat itu juga cairan hangat itu keluar begitu saja huuueekkkkk. "Kamu baik-baik saja Vii, bagaimana rasanya sayang?" tutur balik Dan.
.
.
.
.
Malam semakin larut tapi mereka masih sibuk dengan kegiatan tersebut. Suara bunyi dari dalam perut Vio menyadarkan Dan bahwa mereka sudah melewatkan jam makan malam tentu saja perut Vio menjadi alarm mengingatkan sang pemilik untuk mengisi asupan makanan.
"Vii kita tunda ya, sepertinya kamu tidak akan fokus kalau kita paksa melakukannya saat ini lagi pula masih banyak malam yang pajang yang akan selalu kita laluin bersama, aku sangat-sangat mencintaimu kamu tau itu bukan?"
"Yaa sudah kita mandi dulu yuk, lalu makan nanti aku bantu memanaskan kembali masakanmu"
"Kamu pengertian sekali sayang, terimakasih" ucap manja Vio. Akhirnya mereka menyelesaikannya dan langsung keluar bersamaan senyum yang nampak di wajah masing-masing menjadi bukti bahwa malam ini malam yang indah.
.
.
.
__ADS_1
.
Mereka makan dengan tenang, setelah tadi Dan memanaskannya ulang.
"Aku sudah kenyang Dan, nanti aku mau bicara denganmu setelah ini ya".
"Katakan sekarang" paksa Dan.
"Tidak, nanti saja setelah kamu mengacaukan waktu ku sekarang kamu bereskan sendiri ya tolong bantu aku cuci piring aku sangat lelah suami ku sayang.... Muach" kedipan mata Vio membuat Dan melirik tajam sang istri. "Belum apa-apa sudah lelah" lagi-lagi Dan hanya pasrah anggap saja ini sebagain kerjasama antara suami-istri sandangan baru.
Vio melihat lagi kearah sang suami yang masih berkutat di dapur dengan banyaknya piring kotor yang harus dibersihkan, senyum terbit begitu saja di wajah cantik Vio. "Terimakasih" ungkap Vio dengan senyum haru yang tiada tara betapa dia bersyukur bisa mendapatkan pria yang begitu mencintainya.
"Setelah ini apa hidupku akan terus damai?!" lirih Vio sambil memikirkan cara bagaimana menyampaikan maksud tujuannya nanti sama Dan.
.
.
.
🌸
🌸
__ADS_1
🌸