Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#26


__ADS_3

Hari terus berlanjut tanpa ada hal kendala antara Dan maupun Vio mereka sibuk dengan tugasnya masing-masing, berangkat dan pulang pun sudah membuat mereka lelah dengan segudang tugas yang menumpuk.


Mereka melewati malam pertama pernikahannya tak ada kisah yang membekas terukir dalam ingatan mereka, tentu tidak ada karena mereka masih belum siap melakukannya mungkin lebih tepatnya Vio yang belum siap akan tubuhnya, Vio membebaskan Dan menyentuh setiap inci tubuhnya tapi tidak untuk penyatuan yang sesungguhnya.


Semua seakan baik-baik saja, mereka tidak pernah menyadari sesuatu yang terus memantau mereka dari suatu tempat yang tidak bisa mereka tembus oleh penglihatan.


Sekilas sorot tajam mengarah pada sosok Vio, mata itu selalu mengikuti apapun yang Vio lakukan. Mata yang penuh amarah dan kebencian, mata yang mengobarkan semua rasa dendam yang begitu melekat ingin rasanya ia memusnahkannya melebur menjadi satu sekutu dalam perapian panas di tempatnya. "Seandainya kau menyadari keberadaanku, sudah ku pastikan menyeretmu langsung dalam dekapanku".


"Dia telah mengingkarinya, dia pantas mendapatkan akhir hidup yang mengenaskan itu belum menjadi apa-apa untuk ku haha haha haha" tawa yang menggelegar dalam ruang pembatas begitu memekik pendengar kalau saja Vio bisa lebih fokus merasakannya. Namun sayangnya Vio belum bisa memposisikan kemampuan dalam komunikasi batas alam itu.


Ya kisah yang terjadi pada Mama Meri adalah campur tangannya, setiap ada yang mengingkari perjanjian dengannya akan bernasib sama. Dia tidak mengenal sebuah pengampunan setiap ucapan yang terlontar adalah kunci hidup si pengucap janji, Dia tidak memaksa mereka untuk datang dalam dunianya tapi sebaliknya merekalah yang mendatanginya dengan segudang harapan untuk di bantu dan terkabulkan.


Perjanjian tetaplah perjanjian.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Vio memandang lurus pikirannya tiba-tiba melayang entah kemana, seakan tubuhnya melemah. "Sayang kamu kenapa?" ucap Dan yang memperhatian perubahan raut wajah Vio.


"Viiiiii lihat aku" bentak Dan frustasi. Namun usaha Dan tak sia-sia Vio langsung menatap Dan dengan amarah sekaligus mengeluarkan andalan jurus mulut bebeknya.


"aaahhhhhhhhh menyebalkan sekali suamiku ini, kamu mau aku pecat hah suara kamu berisik banget tau engga iiihhh aku tuh lagi bayangin makan-makanan enak, aku laper Dan kenapa kamu ganggu hayalanku hahhhh awas kamu ya sekarang cepat cari tempat makan yang enak aku udah engga tahan perut ku bunyi terus kamu engga peka banget sih jadi suami, pelit kikir bin meditnya kebangetan" rentetan ocehan Vio langsung membuat Dan mengangak " wah wah wah cantik sih tapi mulutnya sama banget kaya emak-emak yang engga dikasih jatah gajian" batin Dan.


"Untung udah jadi istri" lirih Dan pelan, tapi masih bisa terdengar oleh Vio. Vio menatap tajam suaminya "kamu bilang apa barusan?" selidik Vio yang mendekatkan wajahnya terus dan berhenti tepat di hadapan Dan yang hanya berjarak beberapa centi saja.

__ADS_1


"hmm engga aku engga bilang apa-apa cuma bilang kamu bawel, muach" cium Dan sekilas pada bibir yang selalu membuatnya bergairah setiap kali mencicipi rasanya ingin lebih dari sekedar kecupan ringan. Namun Dan menyadari posisi mereka tidak etis rasanya berciuman di tempat umum seperti ini.


"kamu mulai lagi deh" tutur Vio berjalan meninggalkan Dan yang tersenyum menatap punggung Vio yang mulai menjauh.


Dari balik pohon seorang wanita yang menyimpan rasa dengan Dan menatap tak suka atas kejadian yang tidak ingin dia lihat, dia mengepalkan tangannya dengan kuat. "Tunggu aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu".


Sementara Dan tersenyum senang "Kamu selalu membuat hatiku goyah, kenapa berpura-pura terus padahal kita udah nikah loh" gumam Dan lalu berlari mengejar sang istri.


🌸


🌸


🌸


Hai hai aku kembali ( salam rindu ) 😍✌️

__ADS_1


__ADS_2