
Pandangan yang menyayat hati siapa saja yang melihatnya. Teriakan histeris sang Ibu mengundang semua keluarga, tapi tidak sembarangan orang asing di izinkan masuk ke ruangan privasi keluarga ini.
Ruang rias atau semacam nya untuk kegiatan hari ini sudah di sediakan secara terpisah di luar dari ruangan pribadi seperti kamar pemilik kediaman mewah ini.
Semua berlari ke arah sumber suara itu, semua orang langsung di buat terbelangak matanya dengan pemandangan mengenaskan dari sang calon pengantin wanita.
Sang ibu mendekap sang anak dengan tangis yang tiada henti-hentinya. Darah yang memenuhi ranjang sang putri terus menetes sampai setengah lantai kamar sang putri berubah jadi merah segar.
.
.
.
__ADS_1
.
Raungan tangis terus terdengar, hari yang harusnya menjadikan rasa bahagia kini berganti dengan deraian air mata.
Pernikahan dibatalkan secara sepihak, kematian calon pengantin wanita di tutupi pihak keluarga karena tidak mau menimbulkan kegaduhan atas apa yang menimpa mereka di hari yang kelam ini.
Semua orang bergerak cepat membereskan kediaman ini menjadi semula sediakala. Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian ini, pemeriksaan sudah di lakukan secara tertutup.
Chelsea sudah di semayamkan yang layak, iringan doa menyertai kepergian nya. Papa Dito yang mengetahui kabar ini pun syok takala sang kekasih yang tinggal hitungan jam menjadi istrinya malah pergi dengan kematian mengenaskan.
Dia tidak pernah merasa punya musuh selama ini, kebencian yang entah untuk siapa dia tunjukkan. Pikiran nya tidak bisa jernih saat ini, hanya menatap pilu pusaran terakhir sang calon istri.
Kepedihan nya membuat dia bungkam, tak ada sepatah kata pun ia ucap sampai di proses terakhir Chelsea. Papa Dito hanya menatap kosong, sementara Mama Meri tersenyum dalam hati nya begitu puas ia akan hasilnya. Perjanjian yang dia buat dengan makhluk itu tidak sembarang hanya sebuah perjanjian semata, ia harus rela menyerahkan seorang gadis yang lahir dari rahim nya kelak untuk menjadi pendamping selamanya si sosok hitam menyeramkan itu, tidak hanya sampai disitu saja masih banyaknya syarat yang ia penuhi untuk mencapai apa yang menjadi tujuan nya.
__ADS_1
Mahkota yang ia persiapkan hanya untuk sang pujaan hati harus rela, ia bagi dengan makhluk ghoib itu. Penyatuan yang tak lazim membuat nya meremang merasakan sesak memenuhi ruang bawahnya. Menjijikan, hanya hal itu yang muncul di benak Mama Meri namun ia harus sudi mempersilakan nya menjamah tubuhnya.
Tiga tahun berselang atas kepergian Chelsea, Mama Meri mulai mengencarkan pendekatan pada sang pujaan hati nya. Segala upaya untuk meluluhkan nya pun ia lakukan sekalipun itu hal licik.
Pertanggung jawaban itu pun terjadi, di sebuah kamar dengan balutan selimut nampak, dua insan saling menyalurkan aliran panas yang menggelora ditubuh mereka. Minuman yang Mama Meri berikan menimbulkan efek yang membuat Papa Dito tak kuasa menahan nya.
Siang menyambut mereka yang hanya diam dengan pikiran masing-masing. Papa Dito yang sudah mengetahui akan apa yang terjadi dengan nya, mau tak mau bertanggung jawab pada sahabat sekolahnya yang terlihat menangis terus menerus. Pernikahan yang hanya di hadiri pihak keluarga tidak membuat Mama Meri berkecil hati, tujuan nya telah sampai ke titik ini dalam hati bersorak ria.
.
.
.
__ADS_1
.
_______