Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
Pergi


__ADS_3

Beberapa hari telah di lalui oleh Vio dan mama Meri, tiba waktunya untuk mereka pergi meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan itu .


Rumah itu sudah terjual sekitar 2hari yang lalu, oleh salah satu kerabat dekat papa Dito .


Mereka hanya sekedar membantu untuk meringankan beban Vio dan mama Meri, sebenarnya mereka sudah menawarkan untuk tetap tinggal disini, dirumah ini dengan uang sewa murah perbulannya .


Namun mama Meri tetap pada pendirinya, tidak ingin di belas kasih oleh orang lain sekalipun itu kerabat dari suaminya .


Mama Meri pun pamit dengan kerabat suaminya itu .


Hanya ucapan terimakasih yang terlontar dari mulut mama Meri, yang nyaris terdengar menyedihkan . Vio pun mendekap kuat mamanya hanya sekedar memberi energi .


''Mah, jangan menangis lagi Vio tidak mau mama sedih bukankah mama bilang kalau kita akan lebih bahagia nantinya ? .'' suara lugu Vio membuat senyum di wajah mama Meri .


''Iyaa Vio maafkan mama ya .'' mama Meri masih menatap lekat rumah itu, semua kenangan muncul bersamaan .


''Hayoo mah mobilnya sudah datang .'' ucap Vio bersemangat di hadapan mamanya .


.


.


.


.


Menuju kontrakan baru di desa terpencil, daerah Cianjur .


Lumayan memakan waktu yang lama membuat Vio tidak nyaman dengan posisi tidur yang meringkuk di bangku belakang mobil .

__ADS_1


Udara yang sejuk terasa menyejukkan jiwa .


Angin yang sepoi-sepoi membuat mama Meri merasa damai, ada perasaan nyaman sekaligus tenang dengan tempat yang akan di tinggalinya nanti bersama anaknya Vio .


Hutang yang di bebankan oleh papa Dito membuat mama Meri tidak bisa membeli rumah yang layak untuk Vio .


Sisa penjualan rumah hanya cukup untuk membayar kontrakan selama setahun dan juga keperluan makan sehari-hari .


Mama Meri sudah bisa bernafas lega untuk setahun ke depan tidak memikirkan biaya bayar kontrakan dan keperluan Vio dan dirinya .


Tapi itu tidak bisa berlangsung lama, perasaan cemas muncul seketika .


''Apa yang harus aku lakukan mas, kenapa kamu bisa berbuat seperti ini sama kita ? ini membuat aku harus cepat-cepat mencari pekerjaan untuk membiayai kehidupan kami selanjutnya .'' mama Meri bermonolog sendiri dengan dirinya .


Akhirnya sampai .


Mama Meri langsung membangunkan vio yang masih saja berada dalam mimpi .


''Iya mah, apa sudah sampai ? kenapa lama sekali. '' si mulut cerewet mulai banyak mengeluh .


''hayoo turun, kamu pasti suka rumahnya .'' senyum mengembang di wajah mama Meri .


''Siap ratu .'' ucap Vio dengan kedipan mata centilnya .


Dasar anak bawel .


''Syukurlah, setidaknya kehadiran Vio bisa membuat aku selalu terhibur .'' mama Meri pun lekas membantu mengangkat barang-barangnya kedalam rumah super kecil itu .


Disini, ditempat ini mama Meri dan Vio akan memulai kehidupan baru tanpa fasilitas lengkap seperti di rumahnya yang dulu.

__ADS_1


Semuanya serba di lakukan manual .


Mulai dari kamar yang hanya ada satu dengan kasur lantai menjadi alasnya, ruang tamu yang hanya cukup di duduki oleh lima orang tamu (jika ada kunjungan, itu juga) ! . Serta kamar mandi di luar rumah .


Vio pun di buat takjub dengan bentuk rumahnya, khayalan nya langsung buyar dibawa angin .


Muka cemberut Vio menghiasi wajah cantiknya .


.


.


.


.


Mulai protes .


''Mama kenapa seperti ini rumah kita ? ''


''Memangnya kenapa, kamu tidak suka dengan rumah ini ? '' tanya balik mama Meri setelah mendengar keluhan anaknya itu .


''Yaa sudahlah, tidak apa .'' ucap Vio langsung berlalu begitu saja meninggalkan mama Meri yang di buat senyum oleh tingkahnya .


🌼


🌼


🌼

__ADS_1


🌼


Yuk simak kelanjutanya .... 🤗🤍


__ADS_2