Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#48


__ADS_3

Vio menggercapkan mata indahnya, pantulan cahaya yang menerobos masuk ke dalam kamar mereka telah membangunkan Vio dari tidur nyenyak nya. Dia melihat sang suami masih tertidur, langsung saja menerjang lalu menghempaskan tubuhnya di atas tubuh suami nya. "Empuk", gumam nya.


Sontak si pemilik tubuh bangun dengan kaget atas tingkah konyol sang istri membangunkan nya. "Tidak ada yang lebih romantis lagi, sayang".


Vio tersenyum menggemaskan di mata Dan. Tanpa merasa dosa dia masih betah berada di atas tubuh kekar sang suami, memeluk erat seakan tak mau membaginya dengan orang lain.


Sikap istrinya yang dari semalam manja membuat Dan bertanya-tanya. Tapi dia tidak mau ambil pusing apalagi berpikir negatif, yang ada ini rezeki di pagi hari sebelum di patok ayam tetangga.


"Biarkan seperti ini dulu, aku nyaman dengan posisi ini, bolehkah?" tanya Vio melihat manik mata sang pujaan hati.


"Tentu, lakukan sepuas yang kamu mau atas tubuh ku..." ucap Dan membalas pelukan sang istri yang posesif akan dirinya.


"Ada kelas hari ini?" tanya Dan.


"Hmmm tidak ada".

__ADS_1


"Lalu hari ini kita akan pergi berbelanja jam berapa?", tanya Dan kembali. Namun berhasil membuat Vio yang tadinya meletakkan kepala nya di dada bidang sang suami, kini mulai mengangkat dan langsung menatap sinis si pengganggu kenyamanan nya.


Dan langsung terdiam menutup mulutnya rapat-rapat saat tanduk sudah di atas kepala istrinya, tandanya ia harus diam dengan tenang.


Hanya dengan tatapan mata saja sudah mewakili umpatan kesel Vio kepada si pemilik tubuh yang ia gunakan untuk merebahkan diri.


Sudah tidak ada suara gangguan lagi, Vio mulai bergerak-gerak mencari posisi nyaman yang pas, jika sudah di dapatnya ia kembali memejamkan matanya. Entah apa yang merasuki landaknya Dan hanya pasrah menjadi kasur untuk tubuh mungil sang istri apalagi senang nya bukan main.


Beberapa saat nafas teratur yang Vio hembuskan membuat Dan tau sang istri telah terbang lagi ke langit mimpi.


''Aku akan selalu menjaga kamu Vii, sampai kapan pun itu! Berjanjilah satu hal kalau kamu akan selalu berada di sisiku selamanya".


Ungkapan Dan yang begitu pelan memasukin pendengaran Vio yang sedang berada di alam bawah sadar, Vio yang mendengar ucapan sang suami mencari-cari keberadaan nya tapi tak dia temukan. Vio berjalan terus hingga sudah di rasa sangat jauh ia berjalan tapi tidak ada suaminya, Semua gelap tapi tidak merusak penglihatan nya. Vio masih belum memahami keberadaan ia saat ini. "Dimana aku, kenapa tidak ada orang satu pun? Atau aku tersesatkah? Bukannya tadi aku ada di atas tubuh Dan, kenapa ada disini?''.


Hembusan angin yang menerpa kulit halus Vio membuat bulu-bulu kecil di tubuhnya terbangun aura menyeramkan ia sadari sekarang.

__ADS_1


Merinding itu yang Vio rasakan, namun belum ada ketakutan yang terpancar di wajah cantiknya. Vio masih berusaha mencari celah jalan keluar untuk kembali bersama sang suami.


"Disini bukan? Disana juga bukan? Lalu dimana?". Vio menunjuk-nunjuk dengan jari lentiknya menentukan arah yang harus ia pilih untuk bisa di lewati, "Nah, itu saja" dia mengarahkan jalan sesuai nurani nya.


Vio menghindari setiap ranting-ranting pohon yang menghalangi jalan nya.......


.


.


.


.


________

__ADS_1


__ADS_2