
Dan menerobos masuk ke dalam rumah, membuka setiap ruang setelah tidak menemukan ada Vio di kamar mereka.
Sampai pintu kamar mandi pun tak terlewatkan olehnya. Namun tetap tidak ada istrinya, "Kamu dimana sayang....".
Dan mengeluarkan ponselnya untuk mencoba menghubungi istrinya, tapi sayang nya panggilan itu di ahlikan oleh Vio.
Belasan pesan sudah di kirim, berapa kali mencoba kembali menelpon pun tetap sama saja. Vio benar-benar pergi.
Dan melempar semua benda yang ada di meja, amarahnya semakin memuncak, hal yang sudah tidak pernah ia rasakan semarah ini dengan keadaan. "Wanita ******, tunggu aku akan buat perhitungan dengan mu setelah aku menemukan istri ku" ucap Dan dengan rahang mengeras, dan tangan mengepal erat.
Dan mulai menghubungi anak buahnya.
"Cari keberadaan istri ku sekarang juga", titah Dan dengan suara yang terdengar marah sama si penerima telpon.
"Baa...aaaaiikkk Tuan", ucap gugup anak buahnya. Jika Tuan nya sudah seperti ini akan sangat menyeramkan.
Sikap tempramen Dan tidak di ketahui Vio, yang Vio tau Dan selalu ramah dengannya. Hanya saja saat malam pertengkaran mereka Dan memperlihatkan sedikit sikap buruknya, yang biasanya bisa ia sembunyikan dan selalu mengatur ritme emosional dirinya jika sudah berhadapan dengan landaknya.
Vio belum sepenuhnya mengenal diri Dan, bahkan ia tidak tau pekerjaan yang di sembunyikan dengan sangat rapi oleh Dan.
.
.
__ADS_1
.
.
Tidak butuh lama segala informasi sudah di dapatkan oleh Eyang Putri.
Eyang mencari sampai ke akar-akarnya semua masalalu Vio dan keluarga beserta masalah mereka sudah di ketahui dengan mudah, sekaligus dengan status pernikahan yang di tutupi.
Mudah bagi seorang Eyang dengan segala akses yang dia punya semua di bawah kendalinya, termasuk usaha gelap suami gadis itu.
Eyang memandang foto Vio mengusapnya dengan lembut wajah di dalam foto itu, "Sungguh malang sekali nasib mu anak muda, terlebih mendapatkan suami seperti dia".
"Ada lagi yang Nyonya butuhkan?" tanya salah satu sang pengawal bayangan.
"Belum, Nyonya".
"Jika nanti ia ingin mencari tau melalui orang-orang ku, kasihlah akses.. Aku mau tau sikap apa yang akan cucu ku ambil setelah mengetahuinya".
Eyang tersenyum penuh maksud tanpa ada yang tau jalan pikiran wanita paruh baya tersebut.
"Pisahkan dengan cara apa pun agar gadis itu tidak berhubungan lagi dengan teman nya saat ini", senyum sinis terpancarkan di raut wajah yang sudah keriput tapi masih di takuti.
"Tidak ada yang tulus dengannya, aku mau tau setulus apa hati cucu ku untuknya. Jika ia bisa menerima semua kekurangan gadis itu, aku akan merestuinya".
__ADS_1
"Kasih juga penjagaan untuknya, sepertinya hari itu akan segera tiba", ucap lekat Eyang menatap lurus dengan sorot dingin.
.
.
.
.
Begitu juga dengan Dan, ia sudah mengetahui keberadaan istrinya namun Dan memilih memberi waktu istrinya untuk berpikir tenang, Dan takut jika di memaksakan diri itu tidak akan berakhir sesuai keinginannya.
"Aku biarkan kamu menikmati suasana baru dengan teman mu selama itu bukan pria, semoga saat aku menjemput nanti hati mu sudah tenang, sayang..." lirih Dan mengusap wajah Vio di layar ponselnya.
"Aku merindukan mu, dan aku sangat mencintaimu, kamu hanya akan berada terus di samping ku... Tempat mu di sini bersama ku".
.
.
.
.
__ADS_1
______