Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#46


__ADS_3

Dan mulai mengenakan pakaian nya, namun tiba-tiba Vio bangun lalu memeluk nya erat.


"Dan, aku lapar... Perut ku sudah bunyi karena menunggu mu lama sekali" cemberut Vio.


Dan memejamkan mata nya, "Gagal lagi". Ucap nya langsung berbalik menatap sang istri. Dan memutar tubuh istrinya ke kanan-kekiri seperti ada yang beda pikir Dan mulai menelisik.


"Nah, ketemu!" tunjuk nya langsung mengarah ke dada sang istri, Vio dengan cepat menutup nya.


"Mesum", ketus Vio.


"Eh bukan gitu, itu kenapa kamu tidak menggunakan bra mu?" tanya Dan yang menyusul sang istri duduk di pinggir ranjang mereka.


"Bra dan segitiga ku kotor semua, selama tinggal di kost Zefa dia juga memakai punya ku, tapi aku males kalau sudah di kenakan orang lain lalu aku buang deh tanpa sepengetahuan Zefa".


"Aku malas kalau bekas orang lain, dalam segala hal" Vio melirik sang suami dengan tatap dingin.


Jleb


Ucapan landak kecil nya membuat Dan seraya di hakimi, aura dingin bisa Dan tangkap dari sorot tajam Vio yang terus menatap nya intens. "Duh, mampus gua" lirih Dan dalam hati nya yang sudah salah tingkah hanya dengan kalimat sarkas itu.


"Besok kita belanja ya, beli semua keperluan bulanan juga sudah mulai kosong". Dan beralih dari situasi panas sang istri. "huufh" pikir Dan mengusap Dada seketika Vio mengalihkan pandangan.

__ADS_1


"Ok, sekarang pesan makan dulu aku sudah lapar" ucap Vio yang berlaku manja secara mendadak.


"Tumben kamu, tidak pakai baju santai? Mau kemana? Aku kembali, kamu pergi...".


"Tadinya aku mau keluar beli makanan, mumpung kamu tidur jadi saat kamu bangun makanan sudah tersedia", elak Dan.


Tiga puluh menit berlalu, pesanan mereka pun sampai dengan telaten Dan menyiapkan nya. Tidak lama mereka makan dengan tenang.


"Dan, bagaimana foto dan video ku? Kamu sudah dapatkan?"


"Sudah sayang, aku sudah menghancurkan nya" ucap Dan. "Sekaligus orangnya" lanjut Dan kembali dalam hati.


.


.


.


.


Vio siap-siap kembali tidur dengan memeluk Dan erat, tak membiarkan Dan bergeser sama sekali. Nafas Dan agak sesak karena perlakuan Vio yang tiba-tiba malam ini menjadi posesif terhadap nya.

__ADS_1


Dan mengusap pelan rambut Vio, mengecup singkat bibir ranum sang istri. Malam kian larut tapi Dan belum bisa tertidur karena posisi tidur sang istri yang mengusik nya, kaki yang tergeletak indah di tumpukan paha Dan membuat sang suami terbelangak tidak biasanya Vio tidur tak karuan begini.


"Belum apa-apa sudah membuat ku gemas, dasar landak kecil" pikir Dan menatap sang istri yang dengan leluasa menguasai ranjang mereka.


Dan tidak marah ia hanya tak henti-henti nya tersenyum, seminggu tidak melihat sang istri di samping nya membuat hari-hari nya suram. Seberapa banyak wanita di luaran tidak akan ada yang bisa menggantikkan sosok Vio di hati nya.


Sudah hampir dini hari Dan baru mulai memejamkan mata nya, Vio yang sudah bangun sedari tadi hanya berpura-pura menunggu sang suami terlelap.


Vio mendekatkan wajahnya tepat saat hidung mereka bersentuhan, Vio menatap lekat rahang yang tegas, bulu mata yang lentik tangan Vio terus menyelusuri wajah Dan lalu berhenti di bibir sang suami.


"Untuk siapa bibir ini kamu gunakan?" lirih Vio dengan sendu.


.


.


.


.


_______

__ADS_1


__ADS_2