Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#32


__ADS_3

Dan tidak menemukan sosok istrinya, ia sudah mencari kemana pun di setiap ruang namun tetap tidak ada. Rasa khawatir tiba-tiba muncul mungkinkah istrinya masih mempermasalahkan kejadian semalam, pada dasarnya sifat laki-laki terkadang kurang peka atas perasaan pasangannya.


Dominan otak yang lebih berkerja di bandingkan hati untuk merasakan, itulah salah satu sifat laki-laki yang di benci para wanita. Mereka akan mengangsur berubah tanpa kesadaran yang di rasakan dirinya, perubahan status dari teman, pendekatan, menjalin hubungan hingga ke jenjang serius sampailah pada titik sebuah status yang mengikat secara agama dan hukum.


Lambat laut semua perubahan akan nampak, pikiran manusia akan mulai menunjukkan sifat, sikap maupun kepribadian itu sendiri pada pasangannya. Mereka sudah meyakini jika pasangan mereka akan menerima segala baik maupun buruknya, hal itu mungkin wajar bagi sebagian orang yang berpikir dengan otaknya karena dua kepala menjadi satu tujuan yang sama namun beda hal dengan orang yang memiliki perasa yang lebih dominan.


Semua terasa tidak adil atau harusnya tidak begini, itulah yang sedang Vio rasakan. Sikap yang biasanya di tunjukkan Dan adalah sikap manisnya tanpa pernah menunjukkan keburukkan atau ke egoisan pria itu, Dan termasuk laki-laki yang sempurna di mata Vio sampai pada saat itu Vio meyakini pilihannya adalah yang terbaik untuk hidupnya ke depan.


Apalagi yang harus Vio harapkan, tidak ada satu pun keluarganya yang sekedar menanyakan kabarnya entah kemana semua kakak-kakak kandungnya. Sepeninggalan kedua orang tua nya mereka hanya sekali muncul dan menampakkan diri di pemakaman terakhir sebelebihnya itu bagaikan semut di guyur air akan bubar, terkecuali di kasih gula akan ngumpul tanpa sepengetahuan nya. Gula bagi Vio ada sisa harta yang menjadi rebutan setelah di ketahui tidak mengatasnamakan Papa Dito atau pun Mama Meri, harta yang tak seberapa jumlahnya itu atas nama Vio.


Vio mewarisi harta yang di tutupi, sebagai bentuk penjagaan untuk Vio dewasa jika sesuatu terjadi sama mereka. Benar saja yang di takutkan oleh kedua orang tuanya pun terjadi namun tetap saja Vio tidak mendapatkan apa pun karena semua kakak-kakak nya sudah sibuk berebut.


Vio anak yang malas berdebat apalagi dengan hal yang menurutnya tidak terlalu penting, sikap itulah yang justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Ya Vio tipekal orang yang masa bodo makanya semua kakak nya nampak senang akan hal itu, karena Vio tidak akan memperbesar apalagi menuntut mereka atas kelicikan yang merugikan adiknya sendiri.

__ADS_1


.


.


.


.


Vio menghapus air matanya yang tak kunjung berhenti, sebegitu sakitnya atas sikap suaminya membuat Vio syok karena hal ini untuk yang pertama di lihat dan dengar secara langsung betapa tidak pedulinya suaminya ketika jelas terlihat Vio benar-benar rapuh.


Dan hanya menatapnya diam. "Kalau saja kamu menunjukkan sikap itu sebelum kita menikah mungkin itu akan menjadi alasan untuk ku menolakmu hadir dan memasukki ruang hati ku, tapi kenapa baru sekarang sesudah seluruh ruang hati ku terpenuhi nama mu DAN!".


Tangisan pilu Vio yang begitu menusuk membuat seseorang terganggu tidurnya. Orang itu pun terkesima dengan suara tangis yang memilukan sampai merusak senyum cantik di wajah itu, "Ya tentu saja akan cantik jika tidak menangis" pikir seseorang yang terdiam menatap kagum pada Vio.

__ADS_1


.


.


.


.


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


__ADS_2