Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#44


__ADS_3

Dan memang telah mengirim pesan singkat kepada anak buahnya, bersamaan dengan saat Vio menceritakan kejadian itu. Tangan Dan langsung berselancar mengetik pesan.


"Bagaimana", tanya Dan yang mendapatkan telpon dari anak buahnya.


"Maaf Tuan, semua bukti tidak ada, seperti nya sudah ada yang mengambilnya terlebih dulu".


"Apa ada tanda yang di tinggalkan?" tanya Dan kembali.


"Tidak ada Tuan, sidik jari pun tak membekas" ujar si anak buah.


"Bodoh", berarti ada yang mengawasi istri ku selama ini, cari tau lebih lanjut. Jika tidak menemukan nya kita sedang berurusan dengan pihak lain yang lebih berkuasa".


"Pastikan tidak ada berita heboh atas istriku, musnahkan wanita keparat itu" ujar Dan dengan segala ocehan panjang nya.


Dan langsung memutus sepihak panggilan tersebut. Setelah mendengar Vio membuka pintu kamar mandi, yaa saat tadi Dan menerima telpon Vio sedang berada di kamar mandi, sedang membersihkan badan nya.


.


.


.

__ADS_1


.


"Kamu sudah selesai, sayang?"


"Kamu abis telponan sama siapa?'' tanya Vio sambil mengeringkan rambut nya yang basah menggunakan handuk kecil.


"Kamu ingin menggoda ku?" bukan nya menjawab pertanyaan sang istri, justru Dan menghampiri Vio lalu memeluk dari belakang tubuh mungil sang istri, menghirup dalam-dalam aroma yang meningkatkan gairanya.


"Lepaskan Dan, aku belum siap. Tubuhku lelah apa kamu tidak kasihan dengan istri cantik mu ini?!".


Vio berusaha menghindari sentuhan suaminya, yang pasti itik sudah berubah menjadi burung elang. Hanya dengan mengendus aroma tubuh istri nya saja sudah seperti ini, Dan yang sudah terbakar gairah akhirnya memutuskan untuk ke kamar mandi, menuntaskan hasrat yang sudah berkabut.


Vio hanya menatap dingin, langkah suaminya.


Dan mulai mencari, dan membuka aplikasi tersembunyi di tumpukkan dokumen di ponsel nya. Mencari-cari kontak yang dapat segera ia hubungi untuk membantunya, "Ketemu, dia saja sepertinya lebih menggairahkan. Bentuk yang sesuai selera ku padat berisi" senyum mengembang Dan.


Sebelum melakukan aksinya, Dan sudah mengunci pintu kamar mandi, mencari tombol kecil di balik jajaran keramik yang terpasang.


Tombol itu di tekan Dan, terbukalah sebuah ruang kecil se ukuran kamar mandinya. Dan memasuki ruangan itu lalu menutup kembali akses masuknya.


Jika di perhatikan tidak akan terlihat jelas oleh kasat mata, karena apartemen ini memang di rancang memiliki ruang khusus atau ruang rahasia yang di setujui pemilik nya. Saat Dan membeli apatemen ini ia sudah di tawarkan dengan berbagai fasilitas di dalam nya, termasuk ruangan yang bisa di gunakan secara pribadi sama sang penghuni.

__ADS_1


Dan tersenyum samar, menatap ponselnya yang akan segera di sambungkan dengan laptop yang sudah tersedia di ruangan itu.


Ruangan yang Dan miliki, seperti kamar dengan ranjang kecil cukup untuk satu orang dengan segala peralatan canggih di dalamnya yang tersusun rapi.


Dan tidak mengkhawatir kan jika istri nya akan curiga, karena itu tidak akan terjadi. Dingding ruang itu sudah di lapisi kedap suara jadi tidak mungkin landaknya akan mengetahui nya.


Dan juga tidak perlu repot, akan pakaian nya toh semua sudah dia siapkan selalu saat berada di ruang pribadi nya.


Dan mulai menekan lambang hijau di layar ponsel nya. Tidak butuh satu menit orang di sebrang sana sudah nampak terlihat di layar laptop nya sambil tersenyum menggoda ke arah Dan.


"Lakukanlah, seperti biasanya".


.


.


.


🌸


🌸

__ADS_1


🌸


__ADS_2