
Vio menoleh kebelakang melihat sang suami berlari mengejarnya, "Sudah aku katakan untuk tidak melakukan hal aneh masih saja menyebalkan".
Dan pun sampai di samping Vio yang bersedia diam menunggunya. "Kenapa masih aja cemberut sih jangan bilang kamu marah karena kecupan itu?" tanya Dan.
"Iya" jawab singkat Vio.
Dan menghembuskan nafas kasar, "Rasanya ingin sekali berteriak kencang dan memberitahu semua orang kalau mereka sudah menikah".
"Sudahlah maafkan aku, ayo kita cari makan katanya laper" ketus Dan.
Vio menyadari jawabannya menyinggung Dan, "Sepertinya dia ngambek" gumam Vio. Vio menghampiri dan berjalan mengekor mengikuti langkah si pria ambekan di depannya tanpa Vio bercermin sebenarnya dia tidak ada bedannya.
.
.
.
"Bu, pesan soto ayamnya 2 pake nasi sama minuman dinginnya, totalnya berapa bu?" tanya Dan sama sang penjual pinggir jalan. Tempat ini selalu ramai pengunjung sampai-sampai mereka semua rela mengantri hanya demi semangkok soto legendari ini.
__ADS_1
"Baik den, silakan di tunggu untuk bayarnya bisa langsung ke si bapak saja ya den, ibu kebutalan tidak memegang kembalian totalnya 52rb saja" ucap ramah si ibu.
"oh baik bu, terimakasih" balas ramah juga oleh Dan. Dan pun menghampiri si bapak untuk membayar semua pesananya.
"Gimana sudah pesannya?" tanya Vio yang tidak sabaran karena perutnya sudah berdemo ria minta di isi. "Sudah" Dan mengambil ponselnya di tas dan mulai sok sibuk untuk mencari perhatian Vio.
"Kenapa jadi kamu yang diemin aku? Hayoolah jangan ngambek terus padahal kn cuma masalah sepele harusnya aku yang ngambek sama kamu tau!" ucap sebel Vio.
"Hem" Dan masih aja dengan pendiriannya sok cuek hanya untuk membuat Vio sang istri bisa lebih santai dengan hubungan mereka. " Ya sudah aku juga minta maaf, bukan maksud aku melarang kamu cium aku tapi aku belum terbiasa memperlihatkan hubungan kita atau mungkin belum saatnya tolong bersabar ya" Vio tersenyum lebar menatap pria di hadapannya.
"Iya" lagi-lagi Dan tidak merespon deretan panjang ucapan sang istri,dan itu berhasil buat Vio geram sendiri. Vio memikirkan cara untuk berdamai mencairkan si batu es itu, terlintas ide yang membuatnya menampilkan gigi sempurna yang mencolok ahahahahahaha " Baiklah aku balas dengan dirumah nanti, bagaimana?" rayu Vio.
"Apa?" jawab Dan pura-pura tak paham.
Vio mengangkat sudut bibirnya tersenyum sinis, "Liat aja nanti malam" singkat Vio. Mereka pun melahap abis pesanan yang akhirnya sampai dan langsung tandas seketika.
.
.
__ADS_1
.
.
Malam pun tiba Vio sudah selesai menyiapkan makan malam lalu bergegas naik mencari sang suami, "Sayang makan yuk, udah selesai belum mandinya?" tidak ada jawaban Vio akhirnya membuka pintu kamar mandi dan sialnya, Dan tidak mengenakan apa pun masih dengan balutan sabun yang memenuhi seluruh tubuhnya.
Dan menatap Vio heran, tumben sekali istrinya mau melihat dia mandi. "Ada apa, kamu mau mandi juga?" tanya Dan yang langsung membuyarkan semua bayangan mesum yang sempet terlintas di benak Vio.
"aaa ... Aaku tadi sudah berteriak tapi kamu tidak menyaut, aku kira kamu pingsan atau semacamnya gitu" Vio mencari alasan yang masuk akal padahal dia mendengar rintikan air dari dalam kamar mandi, hanya saja jiwa penasarannya ingin tau jadi membuatnya terjebak seperti tertangkap basah saja. "Padahal suami sendiri, tapi kenapa posisi gue seperti ini" lirih Vio sangat-sangat pelan sampai Dan tidak mendengar sang istri berucap.
Dan kembali sibuk dengan ritual mandinya tanpa memperdulikan sang istri yang masih saja diam di tempat.
🌸
🌸
🌸
🌸
__ADS_1