Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#40


__ADS_3

Vio yang sedang merebahkan dirinya di ranjang Zefa, masih sibuk membayangkan adegan yang di lihat di luar kelas tadi.


"Dasar, lelaki sama aja.. Di peluk kok bukan ngelak malah diam aja", gerutu Vio yang masih bisa di dengar oleh Zefa karena posisi mereka yang bersebelahan.


"Sudahlah biarkan saja, lagi pula salahnya dimana mereka sama-sama single kn Vii?"


Mendengar tanggapan temannya membuat Vio mendelik, "Tetap saja engga cocok" saut Vio dengan sinis.


"Loh kata kamu tadi mereka cocok, aneh kamu Vii?! Lagi juga engga usah bahas merekalah mau mereka pacaran atau engga bukan urusan kita dan kamu kan hanya anggap Dan teman, beda kalau kamu istrinya..." jawab santai Zefa.


"Kami sudah berteman dari kecil, jadi aku tau percis seleranya".


"Seperti kamu, begitu?".


"Tidak juga", sanggah Vio.


"Kalau suka tuh bilang, jangan sok jual mahal Vii nanti kalau di rebut orang kamu nyesel loh..".


Vio hanya tersenyum menanggapi, "Kalau aku yang rebut, bagaimana hahahaha?!" ucap Zefa.


Namun Vio tidak bereaksi apa pun hanya mengangkat kedua bahunya.


Zefa memandang Vio penuh arti. Mereka pun sibuk dengan pikiran masing-masing. Seraya mengelak pun Vio akan lebih di curigai jadi lebih memilih tidak melanjutkan perbincangan.

__ADS_1


.


.


.


.


Vio mengaktifkan ponselnya, rentetan pesan masuk dari Dan, Vio menghela nafas pada akhirnya Vio membalas. "Aku butuh waktu, jangan cari aku atau ganggu aku biarkan kita berjarak saling menenangkan pikiran", balas Vio.


Dan yang sedang berada di ranjang nya, tertidur menghadap posisi yang biasa Vio tempati. Tidak lama sebuah pesan masuk, apa yang Dan pikirkan pun terjadi bahwa landaknya butuh waktu sendiri.


"Jagalah dirimu, aku akan selalu mengawasi dari jauh dan jangan berpikir macam-macam karena hanya kamu wanitaku", ujar Dan membalas pesan dari istrinya.


Vio yang menunggu balasan Dan pun tidak menunjukan ekspresi, entah apa yang harus ia hadapin setelah ini berlalu. Membaca pesan balasan itu Vio langsung menutup aplikasi tersebut, melanjutkan tidurnya yang terasa hampa tanpa ada Dan.


Vio tidak bisa menyalahkan waktu, setiap keputusan yang ia ambil pasti akan ada resiko tersembunyi di dalamnya, bisa menyakitkan atau membunuh nya sekaligus.


Waktu bergulir begitu cepat, Vio menyambut harinya yang baru se akan-akan ia masih menyandang status single. Semua beban pikiran sudah tidak ia pusingkan lagi ia harus berpikir bagaimana membuktikan keyakinan nya.


.


.

__ADS_1


.


.


Nando yang memilih tidak melanjutkan kuliah, hanya menyibukkan diri dengan semua perusahaan Eyang nya.


Tumpukkan berkas jadi makanan ke seharian nya. Ia tidak memiliki asisten pribadi, karena semua pekerjanya sudah bisa di anggap demikian, hanya orang-orang siaga berbadan tegap siap kapan saja di butuhkan oleh keluarga ini. Entah urusan pekerjaan atau pribadi pasukkan khusus ini akan memasang badan paling depan, menyingkirkan setiap orang yang mau berbuat jahat. Mereka tidak punya toleransi jika menyangkut kedua orang ber pengaruh ini.


Sinyal dan kode-kode bertebaran di pelosok negeri, setiap pasukkan tim khusus akan menyalakan sinyal dan memberi kode peringatan sekaligus kode bahaya, jika di rasa keadaan mengancam.


Satu dan lainnya akan saling berhubungan...


.


.


.


.


🌸


🌸

__ADS_1


🌸


🌸


__ADS_2