
Jam pulang pun sudah tiba .
Vio merapikan semua buku dan alat tulisnya .
Tanpa menunggu lagi Vio yang pertama keluar kelas dari pada teman-teman nya .
Vio ingin cepat-cepat sampai kerumah .
Rasa rindu yang di rasakan Vio akan waktu berdua dengan mama Meri .
Vio mengerti atas penjelas mama Meri 2 hari lalu yang menyampaikan sudah mulai bekerja di perkebunan kopi milik pak Harto mulai minggu ini dan seterusnya Vio harus terbiasa dengan pembagian waktu yang di berikan mama Meri untuk nya .
Vio di minta untuk tetap di rumah setelah pulang sekolah oleh mama Meri .
Mama Meri tidak mau Vio terlalu lelah jika harus ikut membantunya bekerja di kebun kopi yang jaraknya lumayan jauh dari kediaman mereka .
Mama Meri juga memberi ide untuk Vio membuka warung cemilan di depan rumah, hanya sekedar mengisi kekosongan Vio agar tidak terlalu bosan di dalam rumah sampai menunggu mama Meri pulang dari perkebunan .
Vio pun setuju akan hal itu .
Itu menjadi alasan kenapa Vio bergegas langsung pulang setelah pelajaran terakhir selesai .
''Vio .....'' panggil dan dari kejauhan .
''Ada apa ?'' jawab Vio .
''Tidak, aku hanya ingin memanggil mu saja hahahahahha..'' ketawa dan pecah karena berhasil membuat Vio berubah menjadi kesal oleh ucapan nya .
''Kamu menyebalkan sekali .''
Vio langsung meninggalkan dan yang masih tertawa terbahak-bahak .
__ADS_1
''Dasar, awas saja akan aku balas ulah mu .'' jelas Vio dalam hatinya .
.
.
.
.
Tidak butuh lama Vio sudah sampai di depan rumahnya, Vio langsung membuka sepatu dan menaruh ke rak sepatu di samping bangku teras rumahnya, itu adalah kebiasaan baru yang sudah menjadi rutinitas Vio untuk menjadi rapi dan bersih .
Vio duduk dan tersenyum mengingat dirinya yang dulu, ceroboh jorok dan sesuka hati .
''Kehidupan banyak mengajarkan hal baru .'' ucap Vio masih dengan senyum kebanggaan nya .
Di bukanya pintu rumah .
''Hayooo semangat waktunya bersih-bersih .''
''Semangat semangat semangat Vio ...'' ucap Vio setelah keluar kamar .
Vio merapikan rumah menyapu, mengepel, mencuci piring dan mencuci pakaiannya dan juga pakaian mama Meri .
Setelah semua selesai, Vio membuka pintu belakang dan menjemur pakaiannya disana .
Teriknya matahari membuat Vio semakin bersemangat .
''Semoga cepat kering, panasnya poooolllll...''
Vio masuk dan mengunci kembali pintu belakang rumahnya .
__ADS_1
Karena itu pesan yang setiap hari mama Meri katakan kepada Vio untuk selalu hati-hati jika sedang di rumah sendirian .
Vio mulai siap-siap membuka warung mini nya dengan untaian tali panjang dari ujung ke ujung paku yang sudah di buatnya bersama mama Meri .
Vio hanya perlu merapikan setiap jajanan yang ada di dalam kardus untuk dirapikan dengan menyangkutkan nya di tali-tali yang sudah ada .
.
.
.
.
''Beres !'' ucap Vio .
Ada yang Vio lupakan sedari tadi .
Vio belum mengisi perutnya yang sudah mulai berdemo ria untuk di isi sang pemilik tubuh .
''Aaaaaahhhh iyaa pantas saja perut ku sakit hihihihi ternyata aku belum makan, sabar sabar yaa hayoo kita makan usus-usus cantik ku. '' ucap Vio sambil memegang perut datarnya itu .
Vio menuju dapur untuk mencari makanan, ternyata tidak ada Vio lupa mama Meri hari ini tidak sempat membuatkan makan untuknya .
Vio tidak habis akal .
Sudah di landa perdemoan serempak oleh usus-usus kecilnya, Vio harus cepat-cepat mengisinya kalau tidak urusannya bisa panjang . ( hahahahahha )
Vio menemukan dua bungkus mie instan dengan mata yang berbinar-binar .
''Akhirnya aku menemukan keberadaan mu .''
__ADS_1
hayooo masak terang Vio bersemangat .