Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#41


__ADS_3

Sudah seminggu ini mereka terpisah, tidak saling bertukar kabar. Mereka menjalani hari-hari seperti biasa meski hati mengatakan hal lain.


Vio sudah mencari tau sosok Sisil, ternyata Sisil terbilang dari keluarga terkaya. Hidup tanpa memiliki saudara ia hanya anak tunggal orang tua nya sibuk dengan segala pekerjaan dan Sisil hanya hidup dengan para pelayan di rumahnya.


Terkadang Sisil menghabiskan waktu di club malam untuk menghilangkan rasa suntuknya.


Sisil bukan wanita nakal, tapi orang-orang menilainya sebaliknya. Kepribadian yang di tunjukkan Sisil hanya untuk menutupi hidupnya yang rapuh tidak ada sosok yang peduli dan menemaninya, ia hanya seorang anak yang kekurangan perhatian dari orang tua nya.


Maka di sinilah ia berada, di tengah-tengah lantunan musik kecang menendang pendengaran. Hanya tempat ini ia bisa melupakan semua kesedihannya.


.


.


.


.

__ADS_1


Berbeda dengan Nando walau kekayaan nya melebihi keluarga Sisil maupun Dan. Nando tidak pernah pergi ke club malam, senakal-nakal nya ia hanya cuma tebar pesona jika sudah ter taklukan ia akan pergi meninggalkan gadis itu begitu saja, tidak ada sentuhan fisik. Nando menjaga martabat keluarganya dengan sangat baik.


Didikan Eyang yang tegas berhasil membentuk kepribadian Nando menjadi sosok yang berhati baik, sikap yang baik, meski dingin, cuek beserta pecicilan apa saja akan ia lakukan untuk menghilangkan penat nya karena bekerja. Di ruangan ini lah iya bebas menjadi dirinya sendiri, cemilan berserakkan namun miniatur-miniatur langkah tersusun rapi, serta koleksi berbagai permainan hampir memenuhi ruang karena setiap ada yang terbaru ia akan langsung membelinya.


Nando sibuk menatap layar, ia sedang bermain games online kesukaan nya. Saat itu juga tidak ada satu orang pun yang boleh masuk keruangan pribadinya terkecuali sang Eyang tersayang.


Ponselnya berdering terus-menerus namun ia masih sibuk sendiri, sampai ketukan keras di pintu menyadarkan nya. "Aaahhh Eyang ganggu saja", ucap nya sebal Nando tau hanya Eyang nya lah yang mengetuk pintu sekeras itu.


Nando berjalan membuka pintu untuk sang ratu. "Ada apa Eyang, aku lagi main games" keluh Nando dengan wajah cemberut nya.


"Dasar anak nakal, sudah sebesar ini masih seperti remaja... Bagaimana nanti kamu mengurus perusahaan Eyang?" cibir Eyang Putri dan langsung masuk ke dalam, betapa terkejutnya ia ruangan udah kaya kandang ternak.


"Iya Eyang, aku belum bertemu lagi dengan nya nanti kalau aku menemukan nya kembali, aku tidak akan melepaskan nya" ucap asal Nando.


Ia hanya berpikir cepat untuk menghindari pertanyaan Eyang nya yang mulai memaksa nya menikah, tapi Nando mengerti maksud dari Eyang nya bahwa umur seseorang tidak ada yang bisa memprediksinya. Eyang sangat ingin melihat ia hidup bahagia sebelum waktu Eyang nya habis.


Masalahnya ia tidak tau peri nangis nya itu sudah memiliki kekasih atau belum.

__ADS_1


"Kamu yakin tidak akan melepaskan nya, meski hal terburuk dia sudah memiliki pasangan?" tanya Eyang penasaran.


"Tidak tau, kalau ia bahagia dengan pasangan nya bisa jadi aku akan merelakan nya".


"Begitukah.... Sekarang bangun lah Eyang mau pergi ke suatu tempat, kamu harus menemani".


"Iya Eyang, tapi nanti ya aku selesaikan ini dulu sedikit lagi aku menang loh Eyang".


Eyang Putri menggeleng-geleng kan kepala melihat cucu semata wayang nya.


.


.


.


.

__ADS_1


______


__ADS_2