Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#36


__ADS_3

Lagi asik makan, Nando melihat sekilas sosok gadis yang di temuinya tadi. "Aah peri Nangis ku" ucap nando dalam hati.


Vio yang sedang duduk mengunggu pesanan ojeknya, sambil memakan cemilan yang penuh di tangannya. Vio tadi sempat mampir ke minimarket membeli asupan apa pun yang bisa membuat perutnya kenyang, jadilah dua kantong plastik penuh dia genggam bersamaan dan satu tangannya lagi memegang es cream coklat kesukaannya.


Pemandangan itu membuat Nando makin menyukainya, "Menarik" gumamnya pelan kembali, ini udah yang kedua kalinya Nando mengucap kata itu. Vio secara tidak lansung menarik perhatian pria tampan itu.


.


.


.


.


"Lama sekali abang ojeknya, aku udah kepanasan begini" selang tak berapa lama setelah menggerutu tibalah sang ojek online nya.


Tidak tunggu pake lama, Vio naik begitu saja. Nando sampai kelabakkan terlalu santai lagi-lagi dia kehilangan jejak itu. Baru juga ingin menghampiri Vio sudah tak nampak batang hidungnya.


Nando menghela nafas, "Telat" gumamnya.


Ucapan Nando membuat sang supir menatap majikan berhati mulia itu, "Den Nando kenapa?".


"Biasa mang, urusan anak muda"

__ADS_1


Mang Anto ber-ooooo ria dengan mulutnya mengerucut penuh dengan makanan tanpa ada suara.


Setelah selesai mereka meninggalkan resto itu tanpa membayarnya. Enak sekali bukan hidup menjadi orang kaya apalagi memiliki aset banyak semua tinggal tunjuk, datang dan pergi tanpa repot mengeluarkan uang.


Tibalah Nando di kediaman Eyang Putri. Sebelumnya tadi menyempatkan mampir kerumah mang Anto terlebih dulu.


Kedatangan nando langsung di sambut para pelayan yang sudah berbaris rapi, ketika mobil Tuan Muda nya sudah memasuki karangan halaman rumah.


Semua menyapa hormat, "Selamat datang Tuan Muda" membungkuk sebelum nando melewatinya mereka akan terus seperti itu. Makanya Nando langsung berjalan cepat, sejujurnya ia bener-benar tidak suka di perlakukan begini namun di kediaman Eyang nya sudah menjadi pengaturan turun menurun yang tidak bisa Nando bantah, itu adalah bentuk sambutan dan rasa hormat mereka.


"Dimana Eyang?" tanya nya ke salah satu pelayan yang ada di dalam.


"Silakan Tuan Muda, saya antarkan menemui Nyonya Besar".


Hanya mang Anto yang memanggilnya dengan sebutan (ADEN atau DEN), selebihnya semua orang akan memanggil Tuan Muda.


Betapa dekat nya mang Anto dengan cucu penerus itu.


Tibalah Nando menghampiri Eyang nya yang sedang duduk di ruang kerja. Sibuk dengan setumpuk berkas di atas meja, membuat Nando bingung sudah setua ini masih gesit ngurus pekerjaan. "Eyang...." sapa Nando menghampiri dan langsung memeluk erat.


Nando sangat menyayangi Eyang Putri, Eyang nya sudah seperti pengganti orang tuanya. Nando selalu bercerita dan berlaku manja jika sudah di hadapan Eyang nya. Berbeda jika ia sudah di luar rumah apalagi dengan orang yang asing atau tak dekat dengan nya, Nando akan menunjukkan sikapnya yang lain yang membuat semua akan tunduk segan kepadanya.


"Kenapa baru sampai?" tanya Eyang Putri pura-pura tidak mengetahui.

__ADS_1


"Itu Eyang aku tidur di taman terus ke resto deh sama mang Anto juga kok", jelas gugup Nando.


Nando tidak bermaksud berbohong hanya saja kalau urusan wanita ia sebisa mungkin menutupinya. Karena tidak mau Eyang nya tau betapa tebar pesonanya ia di kalangan wanita luar, "Begitukah...." jawab Eyang tersenyum arti.


"Mau sampai kapan kamu menutupi tingkah nakal mu itu sama wanita-wanita liar, Eyang sudah mengetahuinya Nando" tegas Eyang yang masih santai menanggapi sikap cucunya ini.


"Yaaah Eyang sudah tau, baru saja aku mau cerita" kilah Nando tersenyum kuda.


"Anak nakal", ucap Eyang menjewer telinga cucu nakalnya itu.


"Bagaimana Eyang bisa tau?", selidik Nando penasaran.


"Bagaimana kata kamu? sudah pasti Eyang akan tau dengan semua hadiah yang di kirimkan ke rumah ini, Eyang tidak suka banyak barang asing apalagi dari wanita liar yang haus akan harta" suara tegas Eyang membuat Nando takut.


Karena cuma Eyangnya yang ia takuti di dunia ini setelah tidak ada orang tuanya.


.


.


.


.

__ADS_1


_________


__ADS_2