
Wanita itu pun patuh, ia menarik pelan seuntai tali pakaian nya yang minim sekaligus membuat gerakan-gerakan olahraga ringan. Ini masih pemanasan, Dan terus menatap layar sambil tangan nya mulai melucuti pakainya sendiri tanpa tersisa.
Tubuh Dan sudah polos kaya bayi baru lahir, sama hal nya dengan wanita tersebut. Namun mata nya masih menatap wanita pemuas hasrat nya itu, suara erangan mulai memenuhi ruang, Dan menghayati peran nya seakan-akan mereka nampak nyata.
Tetesan keringet membasahi tubuh keduanya, mereka menggunakan cara online dalam bercinta. Bukan saja anak sekolahan yang belajar online, orang dewasa pun demikian meski berbeda tujuan akhirnya. Cumbuan itu terasa begitu menggelora, khayalan demi khayalan yang menjadi pengiring adegan yang tidak berfaedah itu.
Zaman sekarang (*** by phone) sudah menjadi hal biasa bagi orang-orang yang tidak berakhlak jadilah sebutan perusak rumah tangga viral. Kehidupan rumah tangga dulu masih bisa menghargai kekurangan pasang beda hal dengan kehidupan sekarang, orang-orang lebih mengedepankan kepuasan diri tanpa berserah diri. Terlalu terbuai akan setiap naluri laknat yang mereka ciptakan sendiri tanpa memikirkan dampak setelahnya. Kebebasan adalah jiwa yang bebas melakukan apa pun meski harus merugikan orang lain.
"Kamu sungguh luar biasa", ucap Dan mengedipkan mata nya setelah mereka selesai melakukan itu.
"Kapan kita melakukan nya langsung?" tanya si wanita itu.
"Malam ini, sayang... Tunggu aku dan siapkan beberapa juga untuk ku" jawab Dan sambil merapikan kembali diri nya.
"Apa tidak cukup hanya aku saja malam ini?" tanya nya berani, padahal sesungguh nya wanita itu ragu mengatakan nya.
__ADS_1
"Tidak, aku butuh banyak sentuhan tanpa membuang banyak energi ku, kamu mengerti bukan? Jadi jangan tawar-menawar dengan ku. Lakukan saja apa yang menjadi keinginan ku" ucap Dan dengan tegas menatap tajam wanita di layar laptop nya.
"Maafkan aku, berapa banyak yang kamu ingin kan?".
Dan berpikir sebentar, dia tidak bisa meninggalkan Vio lama-lama tapi naluri ke laki-lakian nya tidak bisa di bendung lagi. Dan butuh pelampiasan segera.
"Aku butuh 6, kalau bisa yang sesuai selera ku".
"Dua jam lagi, aku akan sampai jadi bersiaplah sayang, minumlah obat-obatan itu" ujar Dan kembali.
Dan mulai mandi, membiarkan percikan air kini membasahi tubuh polos nya. Dan mendongka ke atas menatap germecik air, sungguh rasa rileks ia dapatkan.
"Maafkan aku Vii, mungkin kalau kamu bisa menjadi istri sepenuh nya aku akan sedikit mengurangi hobi liar ku hanya untukmu".
Dan memang terkenal dingin dan tak tersentuh, tapi itu hanya di depan orang-orang yang mengenal Vio, berbeda jika tidak ada yang mengenal istrinya itu. Dan membebaskan wanita-wanita pekerjanya menyentuh nya sesuka hati.
__ADS_1
.
.
.
.
Vio sudah tertidur pulas di ranjang miliknya, menunggu lama nya Dan keluar membuat Vio mengantuk.
Dan yang melihat istrinya terlelap pun mengusap wajah cantik itu, "Aku mencintaimu" ucapan Dan setiap kali Vio tertidur. Tapi sikap nya tidak mencerminkan bahwa ia mencintai istri nya.
Kebiasaan jelek Dan belum di ketahui istrinya, termasuk usaha terlarang yang ia jalani dari dulu sampe sebesar sekarang.
Sebisa mungkin dan sepintar mungkin cicak nyumpet ujung-ujung nya terlihat juga, serapih apa pun Dan mencoba membohongi istri nya akan ketahuan juga nanti.
__ADS_1