
Beberapa hari lalu, Eyang menghubungi keluarga Chelsea yang sudah kembali lagi ke belanda. Eyang menanyakan kabar sekaligus memastikan informasi yang telah di dapatkan pengawal bayangan nya itu. Ternyata benar, kematian wanita cantik yang bernama Chelsea bersangkutan dengan keluarga Vio. Teka-teki pun semakin terjawab, hanya tinggal menunggu sesuatu yang akan terjadi selanjutnya.
Maka dari itu lah, Eyang meminta Nando untuk menjemput Vio agar masuk ke keluarga nya karena hanya dengan akal bulus cucu pemalas nya lah, akhirnya Vio hadir meski melalui drama yang di buat-buat oleh Nando.
Keluarga Chelsea dan keluarga Eyang masih memiliki ikatan dalam keluarga besar, Eyang sudah menceritakan sosok Vio kepada keluarga Chelsea, mereka ikhlas dan tidak memiliki rasa dendam sama gadis cantik pilihan Nando karena sebenarnya Vio juga tidak mengetahui kejahatan yang di lakukan mendiang ibu nya sendiri, tanpa Eyang tau Vio baru saja mengetahui semuanya.
Kebesaran hati keluarga Chelsea di syukuri oleh Eyang Putri sendiri, kalau pun mereka tidak mengizinkan atas Vio di lindungi maka dengan sangat berat hati Eyang melepas pengawasan atas gadis malang itu.
Informasi yang sangat sensitif ini di ketahui Eyang dari nenek tua yang dulu membantu Vio sewaktu kecil. Nenek itu keluar dari jerat makhluk tak kasat mata dengan berbagai cara dan perlindungan dari orang-orang tetua desa setempat, inilah alasan kenapa kasus Mama Meri di tutup tidak ada kelanjutan karena warga setempat mengetahui setelah mendiang mengalami hal sama dengan mendiang wanita cantik bernama Chelsea.
Warga setempat yang tadi nya bersimpati dengan kondisi Mama Meri, malah mengucap rasa syukur sekaligus umpatan kesal warga atas perbuatan nya di masalalu yang berakibat fatal sama dirinya sendiri.
Dahulu banyak warga mengikuti aliran sesat pemujaan tersebut, termasuk si nenek tua itu. Akan tetapi, banyak nya korban yang mati mengenaskan membuat sebagian warga meminta perlindungan dan memohon ampun sama sang pencipta atas ke khilafan sebagian warga mereka. Hanya si nenek tua itu yang selamat dan satu-satu nya saksi kunci pesugihan dengan tuker nyawa masih hidup sampai sekarang.
.
__ADS_1
.
.
.
''Nama mu siapa, nak?'' ucap Eyang basa-basi yang sebenarnya sudah lama mengetahui nya.
''Aku Vio, Eyang''.
Vio berpikir bagaiman cara mengatakan nya, apa ia harus jujur saja awal mula bertemu pria itu.
''Belum, aku saja baru tau namanya sekarang dari Eyang'', ucap Vio dengan sopan.
Eyang menatap sendu gadis malang yang nampaknya sedang menutupi sesuatu, ''Tinggal lah bersama kami, Vio?'' ungkap sang Eyang Putri yang sudah tidak bisa menahan lagi ingin segera menjelaskan biduk permasalahan yang akan membahayakan nyawa Vio.
__ADS_1
Vio diam menelaah setiap kata-kata yang di ucapkan oleh Eyang kepadanya. Tatapan Vio tiba-tiba kosong, ''Seperti nya Eyang sudah mengetahui siapa aku!''.
Eyang yang terkesima atas ucapan Vio langsung menggenggam erat tangan mungil itu, tentu firasat Eyang benar bahwa Vio menjelajah sendiri ke alam lain, ''Tinggal lah dengan kami, kamu aman disini. Tidak akan ada lagi orang yang akan membohongi mu, nak!''.
''Jika kamu ingin mengetahui lebih, ikutlah dengan Eyang'', ajak sang Eyang ke ruang kerjanya.
Disitulah Eyang mengeluarkan kamera, foto maupun video yang Zefa lakukan terhadap nya. Tidak hanya itu Eyang juga terpaksa memperlihatkan kelakuan buruk suaminya, bukan hanya lembaran foto saja tapi di lengkapi dengan bukti kuat video, rekaman suara dan pekerjaan gelap sang suami.
.
.
.
.
__ADS_1
_____