
Eyang yang mendapatkan kabar jika Vio sudah tidak lagi tinggal bersama Zefa, mengulas senyum puas. Informasi ini justru belum di ketahui oleh Dan, ketangkasan dan cara kerja cepat hanya di miliki oleh pasukan khusus dari pihak Eyang Putri.
"Geledah kamar kost wanita itu, cari apa pun yang di sembunyikan wanita jahat tak tau diri, tapi ingat jangan meninggalkan jejak termasuk sidik jari kalian, jika terjadi sesuatu yang buruk setelah di ketahui pihak sana kita akan terseret-seret. Lakukan dengan bersih!" ucap Eyang dengan suara tegas nya.
"Kalian cukup tangkas bukan? Satu jam lagi menghadap ku..." ucap Eyang kembali.
"Siap, kami akan kembali satu jam lagi".
.
.
.
.
Vio ragu untuk menghubungi Dan, tapi terpaksa iya harus mengabari suami nya bagaimana pun Dan bertanggung jawab penuh atasnya.
Vio mulai menekan tombol panggil, dan tersambung lah ke ponsel Dan. Tanpa pikir panjang Dan begitu bahagia mendapat panggilan dari landaknya itu.
"Halo sayang, kamu apa kabar?".
"Viii, kamu baik-baik saja bukan? Jawab aku, kamu dimana? Aku jemput ya..".
__ADS_1
Vio tidak menjawab pertanyaan Dan, justru yang terdengar hanya suara tangis. Dan menajamkan pendengaran nya, sungguh tangisan ini menusuk relung hatinya. "Ada apa dengan istrinya!" pikir Dan dalam diam, terus menunggu tangis itu mereda barulah Dan akan bertanya lagi.
Setelah cukup lama menangis, Vio pun menceritakan semua yang ia lihat tadi sama Dan. Dan yang mendengarkan dengan saksama mengeraskan rahangnya betapa marah nya ia mengetahui busuknya Zefa yang ingin menjebak Vio.
"Aku takut foto atau mungkin video yang tidak aku temukan disana, akan tersebar. Aku tidak mau semua orang akan berpikir buruk tentang aku, dan kamu akan salah paham jika aku tidak menceritakan nya sekarang" jelas Vio.
"Tidak sayang, aku tidak akan salah paham dan membuat mu salah paham lagi terhadap ku. Sekarang pulanglah aku adalah rumah mu" ucap Dan dengan sangat lembut agar istrinya mau kembali bersama.
Vio yang bingung harus memutuskan apa, hanya terdiam dan menggeleng kan kepala. Padahal Dan tidak akan melihatnya.
"Aku engga mau pulang, sebelum kamu menyetujui untuk kita kembali ke rumah lama ku" tawar Vio.
Dan menghela napas, "Baiklah, kita akan kembali kesana jadi pulanglah sekarang".
"Kamu dimana? Aku yang akan menjemput?".
Dan yang mendengar jawaban istrinya, langsung berlari membuka pintu.
Dan menarik lembut Vio, dan memeluk nya erat menumpahkan segala rindu setelah lama melewati hari tanpa kehadiran landak kecil nya ini.
"Aku merindukan mu" gumam pelan Dan yang masih bisa di dengar Vio. Vio tersenyum membalas pelukan hangat yang ia juga rindukan.
.
__ADS_1
.
.
.
Eyang yang sudah memegang semua bukti-bukti kejahatan Zefa langsung menatap tak percaya ada wanita sepicik ini.
"Kerja bagus, bagaimana dengan suaminya" tanya sang Eyang.
"Mereka datang setelah kita pergi, Nyonya".
Eyang Putri menyimpan rapi semua kamera kecil yang sengaja di pasangkan oleh wanita itu, beserta lembaran foto maupun Video Vio.
"Mereka sudah kembali bersama" terang pengawal bayangan.
"Tidak masalah, kita akan menunggu pergerakan cucu ku".
.
.
.
__ADS_1
.
________