Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
#63


__ADS_3

Sisil yang sudah mengetahui keadaan pria yang dulu sempat bersemayam di hati nya kini mendapatkan karma atas ulahnya sendiri, betapa bahagia nya ia atas kabar itu. Rasa sakit yang dulu sempat ia dapatkan kini terbayar meski bukan dari diri nya.


''Kamu pantas mendapatkan itu, untung saja mereka tidak menyeret keluarga mu ke lubang kehancuran. Jika iya, aku akan sangat bahagia tentu nya. Dulu kamu memang segala nya untuk ku, bahkan aku rela melakukan sesuatu yang bisa saja membuat ku terjerat hukum untuk menyakiti wanita mu itu, beruntunglah aku masih punya orang tua yang mencegah ku melakukan hal konyol itu''.


''Terimalah atas kesombongan mu itu, aku kan mengirim hadiah kecil untuk menambahkan kehancuran mu'', lanjut Sisil atas ucapan nya yang masih menyimpan dendam di permalukan waktu itu di depan orang-orang kampus.


Sisil berniat sedikit mengecok usaha keluarga Dan, dengan cara mengambil tender-tender besar yang sedang di kerjakan perusahan keluarga Dan. Tentu saja ia meminta bantuan orang tua nya, itu adalah hal licik tapi ia tak peduli demi harga diri yang dulu di hancurkan Dan dengan menghina nya. Kini semua orang masih menganggap nya wanita tak benar, Sisil benci akan hal itu.


''Nona...'', panggil sopan pelayan.


''Apa?'', ketus nya.


''Tuan dan Nyonya besar menunggu anda di ruang keluarga'', setelah mengatakan itu sang pelayan undur diri dengan hormat kepada anak majikan nya.

__ADS_1


Sisil yang malas pun mau tak mau turun ke lantai bawah demi menemui kedua orang tua nya. ''Ada apa? Bunda dan ayah memanggil aku?'' tanya nya setelah sampai dan langsung mendaratkan bokong nya di sofa ruangan keluarga.


''Sampai kapan kamu masih berdiam diri terus di rumah, apa ayah harus memindahkan kuliah mu ke luar negeri?'', ucap sang ayah dengan tegas.


''Aku belum memikirkan nya ayah, aku hanya ingin dia mendapatkan kehancuran atas apa yang telah dia lakukan pada ku''.


''Itu akan menjadi urusan ayah mu, bunda tidak ingin anak kesayangan kami ini menghabiskan waktu untuk mengurung diri. Jangan pikirkan apa pun, ayah mu akan membalas dengan cara nya sendiri''. Tutur lembut sang bunda memeluk anak nya yang masih saja menjadi boneka kamar.


''Ya... Sekarang mulai lah memperbaiki hidup mu jangan lagi mengejar laki-laki yang engga pantas untuk mu, kamu mengerti itu bukan?! Mencintai memang tak salah, yang salah adalah merelakan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang tak sedikit pun sebanding dengan apa yang telah aku jaga selama ini. Semua kemewahan aku berikan kepada mu karena kamu anak ku tapi aku tidak akan membiarkan mu merusak dengan cara bodoh mu itu''.


Ucapan sang ayah mampu membuat nya meneteskan air mata. Baru kali ini ayah nya bisa berbicara panjang tapi menohok.


''Kembalilah ke kamar mu, aku tidak suka putri ku meneteskan air mata di hadapan ku sendiri.. Mulai lah hidup yang lebih berguna lagi bagi kami, bukan hanya membuat masalah saja''.

__ADS_1


Sisil langsung saja berlari menuju kamar nya, niat hati ingin mencari perlindungan tapi tak ia dapatkan sekali pun orang tua nya akan bertindak tapi bukan hanya itu yang ia harapkan. Sebuah perhatian layaknya orang tua kepada anak mereka.


''Ayah....hiks... hiks....'', Sisil hanya menangis memeluk boneka besar yang selalu menemani nya selama ini.


.


.


.


.


____

__ADS_1


__ADS_2