
Dan memandang Vio dari kejauhan, menatap sendu istrinya yang masih ngambek.
Banyaknya foto-foto istrinya dengan segala kegiatan sedang di pandang nya, kiriman anak buah Dan setiap hari dalam bentuk pelaporan untuk bos nya.
Dan mendengarkan setiap informasi yang di berikan anak buahnya mengenai istri nya. Tidak ada hal yang mencurigakan Dan bernafas lega, ternyata istri nya tidak dekat atau menjalin pertemanan dengan lawan jenis.
Hanya teman-teman kampus saja itu pun hanya menyapa atau menanyakan tugas kuliah tidak lebih, mereka tau jika Vio adalah wanita Dan jadi mereka enggan mengganggu walau gosip menyerbak tentang hubungan hanya seorang teman saja tapi mereka juga punya insting kuat pasti ada sesuatu di antara mereka.
Karena sikap Dan yang posesif sama Vio dan sebaliknya, membuat segelincir orang berpikir mereka sepasang kekasih. Tapi sebagian dari mereka tidak mempercayai kalau tidak ada pemberitahuan resmi langsung dari yang terkait.
Mereka masih bebas berhalu-halu ria mendamba sosok Dan akan menjadi pendamping mereka. Sah-sah saja namanya juga imajinasi tidak ada undang-undang nya juga yang melarang, pikir mereka semua. Selama jalur kuning belum melengkuk mereka berhak menentukan impian hatinya, karena kalau sudah menjadi suami orang tidak baik sudah bukan perjaka lagi. Padahal suami atau istri orang lebih menantang, bukan!. (eehh maaf loh bercanda) ✌️🤣
.
.
.
.
__ADS_1
Vio yang tidak enak lama-lama menumpang di kost Zefa pun akhirnya membereskan semua barang-barang nya.
Zefa melarang Vio, justru Zefa senang punya teman sekamar yang asik tapi tetap saja Vio menjelaskan ia harus segera pergi, alasan Vio pun di mengerti oleh Zefa karena setiap orang punya privasi sendiri.
"Kamu akan pindah kemana, kembali ke apartemen itu, katanya kamu engga sanggup bayar?" tanya Zefa.
"Aku akan cari tempat yang lebih murah dan nyaman, sekalian nyari sampingan kerja lagi pula aku harus membayar tunggakan sewa apartemen yang sebelumnya, aku engga enak kalau kabur gitu aja" jelas Vio dan di angguki oleh Zefa.
"Mau aku temenin cari kost? Sayang nya disini penuh semua sih".
"Aku cari sendiri aja, Zef sebelumya terimakasih banyak maaf ya aku ngerepotin kamu".
Mobil online pun sudah datang, Vio bergegas pergi setelah berpamitan dan memeluk Zefa sebagai tanda perpisahan.
Seketika Vio mengingat kembali, saat itu Zefa sedang mandi tidak sengaja Vio menjatuhkan buku, tenyata ada selembar foto yang terhimpit di bagian halaman buku itu. Vio mengambilnya, begitu tak menyangka kalau teman yang ia anggap teman terbaiknya punya niatan buruk.
Kumpulan foto-foto Vio selama berada di kost Zefa, saat ia tertidur, saat ia mandi dan berpakaian namun di buramkan. Saat itu tangan Vio gemetar takut tapi Vio harus menahan diri nya agar tidak ketahuan oleh Zefa.
Vio merapikan kembali ketempat semula, maka dari situ lah Vio mencari alasan yang masuk akal untuk segera pergi.
__ADS_1
Vio memandang keluar jendela, melihat mobil yang lalu-lalang. "Aku harus kemana?" lirihnya.
"Aku belum siap harus kembali bersama Dan?!". Vio tau Dan tidak ada hubungan apa pun dengan Sisil, Sisil lah yang terobsesi dengan suaminya, tapi tetap saja hati nya mengatakan ada kejanggalan dalam diri Dan entah itu apa, Vio belum menemukan jawaban nya di tambah lagi dengan masalah Zefa, sungguh hidupnya seakan di permainkan...
.
.
.
.
🌸
🌸
🌸
🌸
__ADS_1