
Sudah pagi .
Mama Meri bangun dan mengecek kondisi Vio .
Rasa lega muncul dalam benak mama Meri, bahwa Vio sudah membaik .
Panasnya sudah turun hanya saja matanya manjadi sembab . Di usapnya lembut wajah polos Vio terlalu nyenyak sampai Vio tidak sensitif lagi terhadap sentuhan .
Mama Meri lekas bangun untuk rapi-rapi rumah dan membuat sarapan untuk mereka nantinya .
Dua piring nasi goreng lengkap dengan telor menjadi makanan favorit mereka saat ini .
Menu sederhana tapi mengenyangkan si para usus-usus kecil .
.
.
.
.
Vio terbangun dari tidurnya .
Perlahan membuka mata untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya .
Vio mencoba melupakan semua yang terjadi termasuk dalam mimpinya .
Entah firasat apa yang akan terjadi nantinya Vio sudah pasrah dan ikhlas menjalaninya, selama itu ada mama Meri di sampingnya .
Vio mulai perlahan menurunkan kakinya .
Bersiap-siap bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Vio mau sekolah .
Vio harus meneruskan hidupnya .
__ADS_1
Menggapai semua cita-cita nya untuk membahagiakan mama Meri, membuat hidup mereka lebih layak dari ini .
Satu genggaman erat sebuah harapan kecil dari anak yang masih menduduki sekolah dasar .
Vio pun sudah siap dengan seragamnya .
Melangkah keluar untuk menyambut mama tersayangnya .
''Pagi mah ..'' suara Vio mengagetkan mama Meri yang sedang menyiapkan sarapan .
''Hai pagi juga Vio, kamu buat mama kaget aja hayoo sini kita sarapan yaa mama sudah masak, masakan kesukaan Vio loh .'' ungkap mama Meri dengan senyum mengembang .
Mereka pun langsung menyantap nasi goreng spesial yang menggoda selera, seketika langsung tandas abis tanpa tersisa .
''Aaaaaah Vio kenyang sekali mah .''
''Bagus dong, jadi nanti kamu belajarnya bisa fokus .'' terang mama Meri .
''Vio apa kamu sudah baik-baik saja, nak ? ''
Vio menyakinkan mama Meri untuk tidak khawatir kepadanya .
Vio akhirnya berpamitan untuk berangkat ke sekolah barunya .
.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit Vio pun sampai di depan gerbang sekolah .
Dengan mandirinya datang seorang diri dengan status masih anak baru .
Membuat Vio mengulas senyumnya .
__ADS_1
Vio sudah duduk di kelasnya setelah acara perkenalan tadi, semua orang terfokus di buatnya .
Semua berbisik-bisik .
''Liat anak baru itu sepertinya dia pindahan dari kota, tuh penampilan nya sederhana sama seperti kita tapi terlihat beda .'' ungkap salah satu teman baru Vio .
Vio yang merasa ada yang memperhatikan nya langsung menoleh dan tersenyum .
''Tuh liat dia tidak sombong kok, yaa sudah nanti kita ajak berteman ya .'' suara salah satu dari mereka memberi pendapatnya .
Suara langkahan sepatu membuat penghuni kelas diam seketika .
Karena itu menandakan guru akan masuk dan pelajaran akan segera dimulai .
Vio mendengar semua penjelasan itu dan langsung mengerjakan tugas yang di berikan .
Tidak memakan waktu lama untuk seorang Vio, yang di karuniai otak yang cerdas .
Vio langsung bangun dan menyerahkan tugasnya kepada guru .
Guru itu pun tersenyum terhadap Vio karena baru ada murid yang dengan singkatnya mengerjakan tugas darinya sudah selesai .
Semua jawabannya benar .
Vio langsung mengambil kembali bukunya dan duduk di bangkunya .
Menunggu jam pulang yang sebentar lagi akan berbunyi, Vio tidak sabar ingin segera pulang .
Trrrrrrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnngggggggg....
Vio langsung di buat melotot oleh bunyinya .
''Haduuuhhh suara ini kenapa sama kaya di sekolah lama ku, berisik sekali. '' ucap Vio sambil mengusap kedua telinganya .
Tanpa sadar ada yang memperhatikan nya dari kejauhan, orang itu di buat tersenyum oleh tingkah Vio yang di nilai menggemaskan .
''Dia sangat lucu dan cantik .'' ungkap seorang murid pindahan beberapa hari sebelum Vio masuk ke kelasnya .
__ADS_1