Kegagalan Seorang Ibu

Kegagalan Seorang Ibu
Masuk


__ADS_3

Sudah pagi .


Mama Meri bangun dan mengecek kondisi Vio .


Rasa lega muncul dalam benak mama Meri, bahwa Vio sudah membaik .


Panasnya sudah turun hanya saja matanya manjadi sembab . Di usapnya lembut wajah polos Vio terlalu nyenyak sampai Vio tidak sensitif lagi terhadap sentuhan .


Mama Meri lekas bangun untuk rapi-rapi rumah dan membuat sarapan untuk mereka nantinya .


Dua piring nasi goreng lengkap dengan telor menjadi makanan favorit mereka saat ini .


Menu sederhana tapi mengenyangkan si para usus-usus kecil .


.


.


.


.


Vio terbangun dari tidurnya .


Perlahan membuka mata untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya .


Vio mencoba melupakan semua yang terjadi termasuk dalam mimpinya .


Entah firasat apa yang akan terjadi nantinya Vio sudah pasrah dan ikhlas menjalaninya, selama itu ada mama Meri di sampingnya .


Vio mulai perlahan menurunkan kakinya .


Bersiap-siap bangun dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Vio mau sekolah .


Vio harus meneruskan hidupnya .

__ADS_1


Menggapai semua cita-cita nya untuk membahagiakan mama Meri, membuat hidup mereka lebih layak dari ini .


Satu genggaman erat sebuah harapan kecil dari anak yang masih menduduki sekolah dasar .


Vio pun sudah siap dengan seragamnya .


Melangkah keluar untuk menyambut mama tersayangnya .


''Pagi mah ..'' suara Vio mengagetkan mama Meri yang sedang menyiapkan sarapan .


''Hai pagi juga Vio, kamu buat mama kaget aja hayoo sini kita sarapan yaa mama sudah masak, masakan kesukaan Vio loh .'' ungkap mama Meri dengan senyum mengembang .


Mereka pun langsung menyantap nasi goreng spesial yang menggoda selera, seketika langsung tandas abis tanpa tersisa .


''Aaaaaah Vio kenyang sekali mah .''


''Bagus dong, jadi nanti kamu belajarnya bisa fokus .'' terang mama Meri .


''Vio apa kamu sudah baik-baik saja, nak ? ''


Vio menyakinkan mama Meri untuk tidak khawatir kepadanya .


Vio akhirnya berpamitan untuk berangkat ke sekolah barunya .


.


.


.


.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit Vio pun sampai di depan gerbang sekolah .


Dengan mandirinya datang seorang diri dengan status masih anak baru .


Membuat Vio mengulas senyumnya .

__ADS_1


Vio sudah duduk di kelasnya setelah acara perkenalan tadi, semua orang terfokus di buatnya .


Semua berbisik-bisik .


''Liat anak baru itu sepertinya dia pindahan dari kota, tuh penampilan nya sederhana sama seperti kita tapi terlihat beda .'' ungkap salah satu teman baru Vio .


Vio yang merasa ada yang memperhatikan nya langsung menoleh dan tersenyum .


''Tuh liat dia tidak sombong kok, yaa sudah nanti kita ajak berteman ya .'' suara salah satu dari mereka memberi pendapatnya .


Suara langkahan sepatu membuat penghuni kelas diam seketika .


Karena itu menandakan guru akan masuk dan pelajaran akan segera dimulai .


Vio mendengar semua penjelasan itu dan langsung mengerjakan tugas yang di berikan .


Tidak memakan waktu lama untuk seorang Vio, yang di karuniai otak yang cerdas .


Vio langsung bangun dan menyerahkan tugasnya kepada guru .


Guru itu pun tersenyum terhadap Vio karena baru ada murid yang dengan singkatnya mengerjakan tugas darinya sudah selesai .


Semua jawabannya benar .


Vio langsung mengambil kembali bukunya dan duduk di bangkunya .


Menunggu jam pulang yang sebentar lagi akan berbunyi, Vio tidak sabar ingin segera pulang .


Trrrrrrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnngggggggg....


Vio langsung di buat melotot oleh bunyinya .


''Haduuuhhh suara ini kenapa sama kaya di sekolah lama ku, berisik sekali. '' ucap Vio sambil mengusap kedua telinganya .


Tanpa sadar ada yang memperhatikan nya dari kejauhan, orang itu di buat tersenyum oleh tingkah Vio yang di nilai menggemaskan .


''Dia sangat lucu dan cantik .'' ungkap seorang murid pindahan beberapa hari sebelum Vio masuk ke kelasnya .

__ADS_1


__ADS_2