
hari ini sudah hari ke 4 dika mencari kerja tapi dia belum di terima juga. sebenarnya lowongan pekerjaan ada,hanya saja kantor kantor itu menolak dika dengan alasan kalau dika belum memiliki pengalaman bekerja dan dika hanya bisa memenuhi syarat paling minim
dika sudah mulai bingung harus bagaimana, Jika ia terus mencari pekerjaan maka uang kantongnya akan menipis karna setiap harinya dia harus makan dan naik angkot untuk pergi ke kantor lalu ke kantor yg lain untuk mencari kerja..
saat ini dia berdiri di depan kantor produk instan, dika menanyantakan kepada satpam disana apakah disini ada lowongan kerja yg menerima karyawan yg hanya lulusan SMA
"kalau anda mau bekerja di depan komputer ngaka ada mas, cuma kalau situ mau kerja jadi ovice boy bisa mas, soalnya memang kebetulan kami sedang mencari ovice boy"kata satpam itu
"ovice boy, kalau aku ambil pasti bapak akan sedikit kecewa.tapi kalau di tolak aku mau kerja di mana lagi. mana uang kantong tinggal sedikit lagi" pikir dika
"ya sudah pak saya mau jadi ovice boy, kira Kira gajinya berapa ya pak"kata dika pada pak husain satpam itu
"kalau masalah gaji saya kurang tau mas, tapi kalau ngak salah 3-4 jutaan mas"kata pak husain
"yaudah pak saya mau"kata dika
"kalau gitu masnya langsung masuk aja ketemu sama manejer perusahaan"kata pak husain
dika langsung masuk ke dalam dan langsung menemui manejer perusahaan. tak butuh waktu lama dika sudah di beri seragam OB oleh manejer itu dan dia sudah bisa bekerja besok.
dika yg sudah mendapat pekerjaan langsung pulang ke kostsan yg ia sewa harian itu.dia mengemas pakaiannya dan berencana untuk mencari kostsan yg lebih dekat dari tempat kerjanya supaya nanti dia bisa menghemat uang jalannya.
setelah mencari akhirnya Di dapat kostsan yg lumayan bagus dengan sewa yg sesuai dengan isi kantongnya yg hanya berjarak ratusan meter saja dari tempatnya bekerja
keesokan harinya di hari pertama dika bekerja semua orang yg memiliki kerjaan yg sama dengannya sangat welcom kepadanya.
tring... tring... tring
suara telpon di dapur berbunyi
"baik bu"kata ari yg mengangkat telpon itu
"dika. buatin kopi expreso sama jus lemon buat bos, sekalian langsung kamu antar ya ke ruangannya"kata ari pada dika setelah telpon terputus.
dika menganggukkan kepalanya
__ADS_1
setelah selesai membuat minum dia langsung naik ke ruangan bosnya. saat pintu lift terbuka beberapa karyawati melihat ke arahnya,tapi itu sudah menjadi hal biasa untuk dika karna walaupun dia orang desa tapi ketampanannya haya satu dua saja orang yg bisa menandinginya. namun para karyawati itu langsung memalingkan pandangan mereka saat melihat seragam yg di kenakan dika.dika yg melihat itu hanya mengacuhkannya dan tetap berjalan santai melewati meja meja karyawan disana.setelah sampai di depan ruangan presdir,dika langsung di suruh masuk oleh asisten yg sedang duduk di depan ruangan itu.
dika meletakkan minuman di atas meja,dia memberi kopi untuk pria paruh baya dan jus untuk presdir
"tukar minumannya !! apa kau baru disini kenapa untuk hal sepele ini kau tidak tau"tanya wanita yg duduk di kursi presdir itu dengan tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya
"oh maaf nyonya"kata dika sambil menukar gelas minuman itu
"nyonya, panggil saya bos...saya bukan majikanmu"kata wanita itu menatap dika dengan tatapan dingin
"baik bos"kata dika lalu keluar dari ruangan yg sudah bersuhu -10 derajat itu..
"astaga cantik cantik galak banget sih" batin dika sudah berada di dalam lift menuju dapur
"gimana dik kesan pertama ketemu sama bos..asyik ngak"tanya yeyen
"asli galaknya bos kita yen, masa hari pertama aku kerja uda dapat teguran dari bu bos gara gara gue salah ngasih minumnya"kata dika
"makanya aku nyuruh kamu,tapi sorry ya tadi aku kelupaan bilangin kamu kalau kopinya buat bos,..tapi ngomong ngomong cantikkan bos kita mana bening banget lagi "kata ari sambil membayangkan bosnya
"huss jangan kenceng kenceng ngomongnya,nanti kalau ada yg denger.mau di pecat apa kamu"tegur ari pada yeyen
"kelepasan ri"kata yeyen menutup mulutnya sambil tersenyum
dan akhirnya selesai sudah jam kerja dika hari ini, dia langsung pulang ke kostsannya.setelah sampai dia menelpon bapak dan adeknya untuk memberi kabar bahwa dia sudah mulai bekerja
"kamu dapat kerja apa nak"tanya pak ali
"alhamdulillah pak dika dapat kerja kantoran"kata dika
"syukurlah nak akhirnya kamu bisa juga kerja di kantoran..gaji kamu berapa nak"tanya pak ali
"3 jutaan pak,walupun ngak terlalu besar yg penting ada yg bisa dika tabung nanti buat biaya sekolahnya dina"jawab dika
"itu aja uda gede nakk,dari pada kamu harus panas panasan kerja kaya bapak yg cuma dapat gaji harian yg tidak seberapa"kata bapaknya bersyukur
__ADS_1
"jadi kapan nih abang jemput aku sama bapak buat ke kota bang"kata dina yg mengambil alih telpon
"tunggu kamu lulus SMP dulu dek, lagiankan tinggal satu semester lagi, kan sayang kalau di tinggal kan tinggaldikit lagi,masa kamu mau langsung pindah sih, lagian dek kalau kamu pindah kesini kamu harus beli bangku,seragam sama buku baru mending uangnya abang tabung buat biaya SMA kamu nanti"kata dika pada adiknya, karna menurutnya itu alasan yg tepat untuk mengulur waktu agar ayah dan adiknya tidak tau dengan pekerjaannya sekarang,dia berharap agar beberapa bulan ke depan dia bisa mendapatkan pekerjaan yg lebih bagus lagi...
"oh gitu ya bang...ngak papa deh bang yg penting nanti abang janji yah bakal nyekolahin dina di kota"pinta dina
"iya bawelll...ya uda abang mau sholat dulu ya. assalamualaikum"kara dika
"waalaikumsalam"balas dina lalu menutup panggillannya
hari hari berikutnya dika di sibukkan dengan pekerjaannya di kantor, dan curangnya para OB disana sepakat untuk menyerahkan urusan keperluan sang bos kepadanya. karna bu reya memberi perintah pada para OB agar minumannya sudah harus berada di ruangannya sebelum di datang.dan itu menjadi masalah tersendiri untuk dika,karna kedatangan bosnya tidak pernah teratur.
pernah suatu hari dika terlambat membawa minuman ke ruangan bosnya dan dia mendapat teguran tegas bahwa jika hal itu terulang lagi maka bosnya akan memotong gajinya dengan harga 10 kali lipat dari harga secangkir kopi, kadang dika berpikir mungkin bosnya itu tau kalau gaji adalah senjata terlemahnya sehingga dia bisa mengancam dika dengan cara itu..
hari ini saat dika. melihat mobil bu reya masuk ke area kantor,dika langsung berlari menuju dapur untuk membuat kopi lalu dengan langkah tergesa gesa dia membawa kopi itu langsung ke ruangan bosnya. setelah selesai menaruh kopi itu di meja dika langsung bergegas keluar namun ternyata bosnya sudah ada di depan pintu dan dika hampir saja menabraknya
dug. dug. dug. dug. begitulah suara jantung dika saat dia hampir menabrak bosnya dengan nafas yg masih ngos ngosan
"ambil kembali minumanmu.saya hari ini ada keperluan di luar"kata reya yg masuk. ke ruangannya
"baik bu"kata dika lalu ikut masuk untuk mengambil kopi itu kembali
"ya allah uda capek capek bikinnya,mana bikinnya kaya orang lagi di kejar lagi,eh jangankan di minum di pegang aja enggak" batin dika yg membawa gelas kopi itu
"kopinya kamu yg minum,awas aja kalau sampe kamu buang saya akan potong gaji kamu"ancam reya
"tuh kan lagi lagi potong gaji" batin dika lagi
"tapi bos kalau saya tambah gula boleh ngak"tanya dika,karna dia tidak bisa meminum kopi yg tidak memakai gula sedikit pun
"terserah"kata reya yg masih fokus pada dokumen yg dia bawa dan berlalu meninggalkan ruangannya itu
hay.hay..hay... semoga suka ya gengsโบ๐๐
maaf klau ada typo soalnya aku nulisnya di hp๐๐๐
__ADS_1
dan jangan lupa tinggalin jejaknya ya okeyyy๐๐