Kehormatan

Kehormatan
37. Dekapan mantan ajudan.


__ADS_3

Harap kebijakan dalam membaca..!!


🌹🌹🌹


Bang Gesang menghampiri Nasha di kamar. Saat itu Bang Gesang melihat Nasha sudah tertelungkup dan menangis. Telinganya sempat mendengar ucap Prada Andi, mungkin saja sang istri benar sedang PMS hingga membuatnya jadi sensitif.


"Dek, tadi Abang bilang.. nanti malam Abang belikan. Kalau siang begini nggak ada yang enak. Nasha dengar khan, Abang nggak nolak permintaan Nasha" bujuk Bang Gesang.


"Tapi Nasha pengennya sekarang" jawab Nasha.


"Sabar sebentar. Ini waduk nya baru di isi. Kalau sudah turun isinya.. Abang berangkat cari satenya." Bang Gesang sedikit menarik lengan Nasha agar istrinya itu bisa tidur telentang dan Bang Gesang mengusap perutnya. "Mau Abang buatkan teh atau wedang jahe??"


"Nasha mau minum gula asam"


"Ya sudah, Abang buatkan sebentar ya..!!"


:


"Abaang.. sakiit"


"Duuuhh.. salah makan apa kamu ini dek??" Bang Gesang kelabakan melihat Nasha meremas perutnya. "Apa karena nasi padangnya?? Atau gula asamnya???" Bang Gesang bingung sendiri.


"Baang.. Nasha mual"


Bang Gesang semakin panik melihat keadaan Nasha. Ia.pun segera menghubungi littingnya di rumah sakit.


"Fajaar.. ke rumah dinasku sekarang..!!!!"


:


"Asam lambung nya naik pot, tapi ada kemungkinan mau datang bulan juga"


"Nggak mungkin Jar.. Nasha nggak pernah seperti ini kalau mau datang bulan. Maksudku masih bisa di atasi dan nggak sampai begini reaksinya" jawab Bang Gesang.


"Kamu teliti sekali. Apa saat jadi ajudan.. kamu sampai memperhatikan hal seperti itu??" Tanya Dokter Fajar.


"Cckk.. jangan bahas yang tidak penting. Bahas saja hal yang perlu di bahas..!!" Kata Bang Gesang.


"Jangan terlalu cemas, ini aku resepkan obat asam lambung dulu ya.. sama aku tambah 'obat pelancar'. Kalau belum reda, kamu bawa saja ke rumah sakit tentara untuk di periksa lebih lanjut" jawab dokter Fajar.


"Ya sudah, mana obatnya..!!"


-_-_-_-_-


Tergesa-gesa Bang Gesang masuk ke dalam rumah. Ia menenteng sate di tangannya sesuai permintaan Nasha.


"Assalamualaikum dek.. ini satenya"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam" jawab Nasha terdengar sangat lirih. Badannya benar-benar lemas.


"Ya Allah, piye to karepe dek?? Masa gara-gara minta sate aja sampai lemas begini???" Bang Gesang segera membuka bungkus sate di atas nakas lalu membantu Nasha untuk duduk. Ia pun segera menyuapkan sate ayam permintaan Nasha.


Perlahan raut wajah Nasha berubah. Wajahnya cerah dan kembali segar.


"Alhamdulillah.. habiskan dek satenya..!!" Bang Gesang lega sekali melihat Nasha kembali pulih. " 'Tamunya' sudah datang dek?"


"Belum Bang" jawab Nasha.


Bang Gesang melihat jam tangannya.


Berapa jam reaksi obatnya? Kenapa belum datang bulan juga??


...


Karena merasa sehat, Nasha memilih menata ruangan. Ia sempat sedikit kesal karena Bang Gesang tidak membantunya dan malah sibuk kerja di kamar sebelah. Sejak tadi suaminya itu hanya mengurung diri di dalam kamar.


Tiba-tiba Bang Gesang mengambil jam dinding di tangan Nasha dan memeluknya dari belakang. "Besok saja di lanjut lagi. Kamu baru sehat"


"Sedikit lagi nih Bang? Tinggal geser beberapa barang" kata Nasha menyimpan rasa kesalnya.


"Ada barang yang perlu kamu urus juga di kamar tengah" bisik Bang Gesang.


Nasha pun paham maksud Bang Gesang, sebab sejak 'kecolongan' beberapa waktu yang lalu.. mereka belum pernah melakukannya karena Bang Gesang harus berangkat penugasan keluar kota selama tiga minggu.


Tak peduli dengan kata-kata Nasha.. tanpa banyak bicara, Bang Gesang pun membawa Nasha ke kamar tengah.


Betapa terkejutnya Nasha melihat kamar tersebut sangat wangi dan indah. Entah kapan Bang Gesang membuatnya.. yang jelas Nasha sangat menyukainya. Hiasan kamar serupa kamar pengantin.


"Bang.. ini....."


"Iya.. ini hadiah untuk istri Abang. Apa kamu suka?" Tanya Bang Gesang.


"Iya Bang, Nasha suka sekali" jawab Nasha.


Bang Gesang menurunkan Nasha dan merebahkan perlahan tubuh Nasha. "Dek, apa boleh Abang memintanya sekarang? Apa kamu sudah siap?" Mata itu terus menatap mata Nasha, jemarinya dingin dan gugup karena sejujurnya ia berusaha memberanikan diri mendekati Nasha, ia pun cemas jika Nasha akan menolaknya. Sungguh sejak tadi batinnya sudah tidak tahan, terganggu dress satin Nasha yang membuatnya sangat berhasrat dan merindukan Nasha.


Mata keduanya saling menatap. Genggaman tangan Bang Gesang sudah mengarahkan tangan Nasha agar menyentuhnya.


"Boleh Bang" jawab Nasha.


Senyum Bang Gesang merekah.


POV Bang Gesang.


Jiwa 'nakal' dan petualang ku yang dulu sudah usai. Dulu aku begitu liar, menggoda banyak wanita dan bermulut manis menggoda nya tanpa rasa takut, tapi kali ini aku benar-benar mati gaya menghadapi seorang Nasha.

__ADS_1


Sungguh ini adalah saat pertama kali aku mengajak seorang wanita yang kini telah menjadi istriku untuk melakukan hubungan b*d*n.


Sebagai seorang laki-laki, tentunya aku yang harus memulai semuanya. Aku mendekati Nasha, membacakan beberapa baris do'a. Jika saat yang lalu aku begitu terburu-buru. Maka kali ini aku lebih menahan diri demi Nasha istriku agar ia merasakan seluruh cinta dan sayang dariku.


Perlahan aku membuka kimono penutup dress satin nya dan menurunkan tali pengait, sungguh kulit istriku begitu mulus mengacak perasanku, baru dari bahunya saja aku sudah tidak sanggup menahan diri seperti ini.


"Mudah-mudahan Allah segera memberi kepercayaan untuk kita agar bisa segera di beri momongan" do'aku yang memang sudah sangat menginginkan menggendong bayi kecil dari rahim istriku Nasha.


"Aamiin.." jawab Nasha lirih. Aku segera menarik selimut hangat. Kulucuti pakaianku di dalam selimut.


~


Kulihat Nasha sampai menangis, aku tidak tega. Ku usap air mata yang meleleh di pipinya. Saat yang lalu aku tidak sungguh-sungguh melakukannya dan saat ini.. ketika aku benar-benar melakukannya, Nasha terlihat begitu kesakitan hingga aku panik di buatnya. Hatiku gelisah, apa aku terlalu kasar memperlakukan Nasha, tapi jelas ku dengar d***h dan tangis beriringan dari bibir Nasha.


Sudah semakin menuju pelepasan, ku percepat alurnya. Kurasakan Nasha membalas setiap perlakuanku hingga aku tidak tahan dan...........


POV Bang Gesang off.


Bang Gesang melayang-layang merasakan sisa 'surga dunia'. Bibirnya nyaris tak sanggup berkata-kata. Nasha sudah mengalihkan seluruh dunianya.. tiada duanya membuatnya tergila-gila.


Tangan Nasha yang bermain di sekitar perutnya sudah kembali membuatnya terbakar.


"Nasha capek Bang"


"Kalau capek itu diam, bukan malah sengaja mengokang senjata. Cari perkara kamu dek" tegur Bang Gesang.


"Masa pegang aja nggak boleh?"


Bang Gesang menoleh melihat arah tangan Nasha yang sudah berada di tempat yang berbeda.


"Pegang barang bahkan sampai memecahkan.. sama artinya dengan membeli. Sekarang kamu harus bayar mahal barang yang kamu pecahkan. Ini barang pecah belah..!!" Bang Gesang kembali beralih posisi.


Nasha berkedip takut melihat wajah gahar Bang Gesang. Sejujurnya ia memang lelah tapi harus ia akui, jantannya seorang Gesang mampu membuatnya lupa daratan.


"Satu kali saja.. nggak lebih"


"Bohong.. tadi kata Abang juga begitu" kata Nasha memalingkan wajahnya yang merona.


Bang Gesang pun tersenyum. "Yakin kamu nggak mau Ma??" Tanya Bang Gesang sembari turun perlahan, menekan tubuh dan memeluk Nasha dengan erat.


Nasha pun tak berani berkutik, ia pasrah dalam dekapan sang mantan ajudan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2