
Bang Gesang mengerjap, aroma kamar yang beraroma apel membuatnya segar. Mata itu melihat ke sekeliling, sudah banyak orang yang menunggunya.
"Kenapa lihat seperti itu?"
"Kau ini, kalau tau reaksimu bakal seperti itu lebih baik ku hantam saja wajahmu" kata Bang Panji.
"Bodo amat, aku mau lihat Nasha dulu..!!" Bang Gesang pun bangkit dan berjalan tanpa peduli dengan rekannya yang lain.
"Hwuuuu.. dasar...!!!!!!!" Bang Panji kesal sekali dengan ulah sahabatnya yang terkadang kakunya suka membuatnya naik darah.
~
"Latihan volly??? Memangnya kamu bisa??" Bukan bermaksud untuk meremehkan, tapi ia mencemaskan Nasha, takut istrinya itu terkilir atau mungkin jatuh.
"Nggak bisa" jawab Nasha.
"Lah terus kenapa kamu ikut? Siapa yang minta??"
"Mbak Lela Arko yang minta. Gang Tucano nggak ada pemain Bang, Nasha orang baru.. ibu-ibu yang lain malah banyak yang hamil" jawab Nasha.
"Apa kamu perlu Abang hamili juga biar nggak ikut volly? Banyak sekali lah kegiatan ibu-ibu ini" gerutu Bang Gesang.
"Jadi bagaimana Bang? Boleh nggak?" Tanya Nasha.
"Abang yang latih..!! Kapan mau latihan??"
"Nanti sore."
...
Lapangan riuh dengan suara ibu-ibu. Apalagi sore ini mendadak para bujangan keluar dari barak, desas desus istri Lettu Gesang yang cantik membuat mereka bersemangat untuk memberikan support meskipun masih dalam tahap latihan.
"Sakiit Abaang..!!" Nasha mulai kesal karena Bang Gesang menarik otot tubuhnya.
"Pemanasan bertujuan agar otot tubuhmu tidak kaku, biar nggak kecengklak." Jawab Bang Gesang.
"Aaaawwhh" Nasha meringis kesakitan.
"Tahan sedikit..!!"
~
"Lari ke kanan dek..!!"
"Kejar bolanya..!!!"
"Hantam bolanya..!! Malah terpana..!!"
Belum cukup dengan itu, Bang Gesang turun ke lapangan dan memberikan umpan bola terus menerus ke arah Nasha.
"Tangkap dek..!!!"
Nasha kocar kacir mengejar bola hingga kurang waspada dengan susulan bola yang di layangkan Bang Gesang.
Buugghhh..
Beberapa detik Nasha merasakan nafasnya terhenti. Pandangannya mulai kabur. "Abaang..!!" Mata Nasha nanar menatap Bang Gesang.
__ADS_1
"Dek..!!!" Bang Gesang segera berlari menghampiri Nasha. "Kamu nggak apa-apa?" Tanya Bang Gesang panik.
"Kamu bagaimana sih Black??? Nasha nggak bisa volly. Kenapa kamu minta dia main volly" tegur Bang Panji seketika kesal melihat Nasha kesakitan. "Kamu bisa jaga istri atau tidak?"
Pertanyaan itu membuat Bang Gesang naik darah. "Apa katamu???"
"Abaang.. Nasha mau pulang..!!" Pinta Nasha.
Bang Gesang yang tadinya ingin meluapkan emosinya segera menekan perasaan. "Iya sayang, kita pulang..!!"
...
Bang Gesang memperhatikan bungkus obat di tangannya. Batinnya terus mengingat kapan terakhir kali Nasha datang bulan. "Sampai sekarang belum juga ya?" Gumamnya. Ia pun segera mengambil ponsel lalu menghubungi dokter Fajar.
~
"Kamu yakin nggak pot?"
"Aku nggak yakin karena tiga minggu dinas luar. Tapi seingatku seharusnya sudah sih Jar" kata Bang Gesang.
"Tunggu dua minggu lagi pot. Nanti kalau belum haid juga.. kamu bawa ke tempat praktek ku. Nanti ku tangani istri mu secara lebih detail...!!"
"Oke pot. Thanks ya..!!"
:
Bang Gesang membuka pintu kamar dan melihat Nasha sudah terlelap dalam tidurnya. Ia pun mendekat dan duduk di samping ranjang.
"Apa yang salah? Kenapa kamu seperti ini?" Bang Gesang terus berpikir apa yang sedang terjadi pada Nasha.
\=\=\=
Team volly dari tiap gang asrama pun sudah berada di lapangan termasuk team Nasha. Satu minggu ini, Bang Gesang mengajarkan hanya tentang teknik dasar saja pada Nasha. Ia tak ingin sang istri terforsir tenaganya hanya demi latihan.
"Pot, maaf soal ucapanku tempo hari..!!" Bang Panji mencoba mendekati Bang Gesang.
"Ya" jawab Bang Gesang datar saja seperti biasa. Memakai kacamata hitam, dirinya tetap fokus memperhatikan Nasha.
Sikap Bang Gesang membuat Bang Panji mati kutu menghadapi sahabatnya.
...
Satu set berlalu, suara team supporter pimpinan Bang Gesang sudah memecah konsentrasi lawan. Nasha mulai terengah namun masih bersemangat, hingga saat ia melayangkan smash dan kakinya kembali menginjak lapangan....
Nasha ambruk tanpa suara. Hanya wajahnya saja yang memercing menahan rasa sakit. Bang Gesang tak kalah terkejutnya, ia melepas kacamata, menyimpannya, lalu segera menghampiri Nasha.
"Apa yang sakit??" Tanya Bang Gesang.
"Perut Nasha Bang"
"Hanya mendarat ringan saja kenapa bisa sesakit ini??" Bang Gesang segera mengangkat Nasha untuk keluar dari lapangan dan membawanya ke ambulans.
"Fajaaaarr..!!!! Tolong Jar..!!!!"
~
"Perut Nasha sa_kit Bang" Nasha merintih kesakitan meremas tangan Bang Gesang.
__ADS_1
"Kenapa ini Jar??"
"Sebentar..!!"
"Kamu mau apa?? Jangan sakiti Nasha..!!" Bang Gesang menarik tangan dokter Fajar yang bersiap mengambil sample darah Nasha.
"Kamu mau istrimu sehat nggak.. diam..!! Kalau nggak bisa diam, keluarlah dari ambulans..!!!" Bentak Dokter Fajar.
Secepatnya tangan Bang Gesang menyambar jarum suntik di tangan Dokter Fajar.
"Nasha nggak mau, sakit" tolak Nasha sudah nyaris kehilangan tenaga.
"Biar Abang yang suntik. Nggak sakit kalau sama Abang..!!" Bujuk Bang Gesang dengan senyumnya.
Bang Gesang memeluk Nasha kemudian Bang Gesang menancapkan jarum suntik dan dengan cepat mengambil sample darah tersebut.
"Aahh.." pekik Nasha dan Bang Gesang segera meniup siku lengan Nasha.
"Sakiit?????" Bang Gesang menyerahkan sample darah itu pada dokter Fajar dan mengusap Nasha di sana sini. "Maaf sayang"
Dokter Fajar pun segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan lebih teliti karena dari perhitungan nya sudah satu Minggu ini Nasha tidak dalam keadaan seratus persen sehat.
...
Tubuh Bang Gesang rasanya lemas tapi ia menahannya karena Nasha lebih membutuhkan bantuan darinya.
Tak lama beberapa anggota kesehatan tiba. Dokter Fajar segera menyambutnya. Melihat raut wajah Dokter Fajar, Bang Gesang menjadi panik.
"Apa hasilnya???" Tanya Bang Gesang padahal dokter Fajar baru saja memulai membacanya. "Apa hasilnyaaaa????" Bang Gesang panik sampai merebut kertas itu dan membacanya.
"Allahu Akbar..." Jengkel sekali rasanya dokter Fajar melihat tingkah posesif Bang Gesang.
"Nasha sakit apa?????"
"Kamu bisa baca khan? Kertas hasil lab nya ada di kamu"
"Nashaaa.." Bang Gesang lemas merasakan hancurnya perasaan. Tangisnya sesak membuat anggotanya ikut syok.
"Laah Black, kenapa lu??" Bang Kisar mencoba membantu Bang Gesang untuk berdiri.
"Aku nggak sanggup lihat Nasha harus sakit seperti ini pot, kenapa nggak aku saja??"
"Nasha sakit apa?? Heeehh.. dengar dulu Black..!!"
Bang Gesang pun tumbang sempurna, wajahnya pucat, seketika gagah itu hilang dan lenyap.
"Ada apa sih Jar??"
"Biarlah dia pingsan dulu. Malas sekali aku berdebat sama Lettu Gesang ini. Belum di dengar sudah pusing dengan pikirannya sendiri" gerutu dokter Fajar.
"Memangnya Nasha sakit apa?" Sampai Bang Petir ikut memapah adik iparnya.
"Nggak sakit Bang, tapi hamil. Wira saja yang keterlaluan mikir" jawab dokter Fajar.
.
.
__ADS_1
.
.