
Rasa mual Bang Gesang sudah teratasi. Perlahan ia mengatur nafas dan mulai tenang.
"Selamat siang Dan..!!"
"Selamat siang.." Bang Gesang sudah lebih santai menjawab para rekan anggotanya. "Ada yang lihat istri saya?"
"Ijin.. ada di lapangan dengan Bu Narya, Bu Panji dan Bu Arko."
"Ya sudah.. terima kasih ya" kata Bang Gesang kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
~
Bang Gesang menguping para istri yang sedang bergosip di ruang santai gedung kepengurusan cabang.
Karena seriusnya Bang Gesang menguping, dirinya sampai tak menyadari jika Bang Arko, Bang Panji dan Bang Arsene ikut menguping di balik pintu.
"Kalau Bang Arsene itu irit bicara mbak, kejelekannya kalau taruh sepatu suka sembarangan" kata Mbak Narya.
"Bang Arko kalau mandi suka letakan handuk seikhlas hati, kalau mau di kamar ya asal di serak kan begitu saja." Mbak Lela Arko ikut meramaikan kebiasaan buruk suaminya. "Kalau Om Panji???" Tanyanya pada Nisa yang masih sangat kalem.
"Mas Panji sih teratur Mbak. Hanya kalau makan saja piringnya masih apel di meja, seperti ada di warung makan. Belum lagi kalau Nisa sudah tidurin Bang Revan sama Reiya susah payah, selalu anak-anak di ganggu sampai nangis" keluh Nisa.
Ketiga istri perwira itu mengarahkan pandangan pada Nasha karena istri Kapten Gesang Wira belum menceritakan kelakuan hidup sang suami tercinta.
"Kalau Om Wira bagaimana dek?" Tanya Mbak Lela Arko membuat Nasha membuang nafas panjang.
Keempat pria di luar sana lebih mendekatkan telinganya pada daun pintu sembari berjajar dari atas sampai bawah saking ingin taunya dengan pembicaraan para istri.
"Abang Wira itu nggak pernah buat Nasha pusing."
"Alhamdulillah..!!" Jawab ke tiganya.
"Cuma buat vertigo aja mbak" jawab Nasha membulatkan mata ketiga mama muda. "Abang nggak pernah tau letak pakaiannya terutama pakaian d*l*m padahal sudah aku taruh di keranjang barisan depan lho mbak" kata Nasha menimbulkan gelak tawa mama muda tak terkecuali para suami yang terkikik di luar sana.
__ADS_1
"Oyaaa.. Jadi Om Wira yang garang itu begitu?" Tanya Mbak Narya.
"Mbak belum tau saja kalau Abang minta di suapin, apalagi kalau terburu-buru. Pakai seragam pun bisa salah lubang kancing." Jawab Nasha.
Di luar sana Bang Panji mengangkat jempol yang seakan membenarkan ucapan Nasha. Baru saat itu Bang Gesang menyadari ada ketiga rekannya ikut mengintip para istri bersamanya.
"Astaga.. ada apa kalian ikut mengintip disini????" Bisik jengah Bang Gesang.
"Saya mau ngintip istri saya lah, nggak mungkin ngintip istrimu" jawab Bang Arko.
"Iya nih, saya juga mau lihat istri. Kenapa kamu heboh sekali??" Kata Bang Arsene.
"Ada apa buat perkumpulan disana?????" Tegur Mbak Lela dengan perut besarnya.
Para suami tersentak bingung karena pertanyaan dadakan ibu Wadanyon.
"I_ni ma, anuu.. pintunya.." Bang Arko sampai gugup melihat tatapan sang istri.
"Rusak mbak" jawab Bang Gesang.
"Anuu nya mbak"
Bang Panji sampai menepak kepala Bang Gesang yang nyengir kebingungan tak tau harus menjawab apa.
"Maaf kami hanya lewat" jawab Bang Panji kemudian memilih pergi dari sana setelah sekilas melirik istri cantiknya dan Nisa langsung menundukan pandangan sembari menggendong baby Reiya.
Tak lama ponsel Nisa berbunyi. Ada pesan singkat dari Bang Panji.
MP : Reiya di tidurkan saja di stroller. Kamu jangan terlalu banyak gendong Reiya, kasihan yang masih ada di dalam perut.
N : Iya Mas, Reiya baru saja tidur dan minum susu. Kasihan kalau nggak di gendong.
...
__ADS_1
Bang Panji mengecup kening dan bibir Nisa. Sungguh besar rasa terima kasihnya pada wanita yang sudah rela merawat putra putrinya tanpa banyak mengeluh.
"Mas pijatin yuk..!! Mas tau kamu capek sekali"
"Nisa nggak apa-apa Mas" tolak Nisa masih merasa tidak enak.
"Jangan malu-malu lagi sama suamimu. Sudah wajar khan suami istri seperti ini" kata Bang Panji berusaha lebih mendekatkan diri pada Nisa.
Nisa mengangguk menyembunyikan wajah cantiknya.
"Mas Panji sayang sama Nisa" Bang Panji mendekatkan wajahnya pada bibir Nisa.
//
Nasha terus bersandar lemas memeluk Bang Gesang.
"Iki bojomu kudu piye to dek?" Tak hentinya tangan Bang Gesang mengusap punggung Nasha.
"Nasha nggak apa-apa Bang, cuma sedikit pusing"
"Kamu buat Abang cemas dek, sudahlah.. biar Abang saja yang teler mabuk-mabukkan. Kalau kamu nggak bisa makan, kasihan anak kita. Mana ada duo Unyil di perut" kata Bang Gesang tidak tega.
"Jangan bilang begitu Bang, Nasha hanya pengangguran.. kalau Abang harus kerja."
"Kalau naik banana boat, bisa hilang nggak mualnya??" Tanya Bang Gesang. "Kalau bisa hilang.. Abang siapkan banana boat, tapi versi Lettu Gesang"
"Apa itu Bang?"
.
.
.
__ADS_1
.