
"Tolong ke POM Is..!! Bilang Lettu Gesang Wira pinjam mobil tahanan militer, cari yang jelas tulisan 'MOBIL TAHANAN' ya..!!"
"Siap.. ijin Dan.. buat apa?"
"Istri saya, ngidam bawa Bang Arko naik mobil tahanan" jawab jujur Bang Gesang penuh dilematis.
Tawa rekan pun membahana tak terkecuali para ajudan Bang Gesang.
"Gokiill.. Nasha minta Bang Arko naik mobil tahanan????" Tanya Bang Kisar memperjelas.
"Iyaaaaa"
"Hwahahahahha" tawa semakin pecah di pelataran masjid Batalyon.
"Puas lu ngakak?????" Jengkel sekali rasanya Bang Gesang mendengar tawa para sahabatnya.
...
Mbak Lela Arko tertawa terbahak. "Turuti Paa"
"Ya ampun Ma, Papa ini gagah lho. Masa naik mobil tahanan???" Protes Om Arko.
"Tolong lah Bang, istri saya ngidam" Bang Gesang benar-benar memohon demi ngidamnya seorang Nasha.
"Om.. kebetulan saya juga lagi ngidam. Boleh nggak saya lihat Om melatih silat. Saya juga lagi hamil delapan minggu Om" kata Mbak Lela Arko.
"Oohh boleh Mbak. Silakan..!! Asal saya diijinkan bawa Bang Arko pakai mobil tahanan" jawab Bang Gesang.
"Bawa saja Om. Saya lagi malas lihat wajah Abang" kata Mbak Lela.
"Siaap.."
"Ijin Abang, kata ibu Wadan boleh"
"Ya kalau sudah begitu, saya mau bilang apa? Saya ini tahanan paling terhormat" jawab Bang Arko.
"Siap Bang" Bang Gesang menyembunyikan tawanya karena mungkin untuk pertama kalinya ia mengerjai senior sampai seperti ini.
...
Tak lama mobil tahanan POM datang. Bang Arko melirik ke arah Bang Gesang yang tersenyum licik melihat penderitaan nya.
"Puas?????" Tanya Bang Arko.
"Siap.. bukan saya yang senang Bang, tapi anak dan istri saya" jawab Bang Gesang.
"Gaya lilin dulu kamu sebelum saya naik..!!" Perintah Bang Arko sudah gemas.
"Siap..!!"
__ADS_1
:
Bang Gesang mengajak Nasha berkeliling area Batalyon membawa Bang Arko yang duduk di box jeruji belakang. Senyum Nasha tak hentinya merekah sambil mengusap perutnya. Sedangkan duduk di belakang, Bang Arko melambaikan tangan pada istrinya yang tidak bisa berhenti tertawa.
"Sudah Bang" kata Nasha.
"Sudah puas naiknya?" Tanya Bang Gesang.
Nasha mengangguk dengan senyumnya.
"Alhamdulillah.." Bang Gesang pun menepi masuk ke area lapangan Batalyon.
"Nasha mau rapling Bang"
"Haaaahh.. Innalilahi" Bang Gesang mengusap wajahnya. Baru saja dirinya terbebas dari mulut harimau, kini harus masuk ke mulut buaya.
"Boleh Bang?" Tanya Nasha.
"Bahaya dek.."
"Anak Abang minta nih." Pinta Nasha dengan suara mendayu manja membuat Bang Gesang tak kuat mendengarnya.
Tangan Bang Gesang mengusap perut Nasha. Matanya sejenak terpejam.
"Ya sudah, nanti sore ya..!!" Janji Bang Gesang meskipun perasaannya begitu was-was.
"Siaap Bang.. siaaapp..!!!"
Bang Gesang masih sempatnya mencolek dagu Nasha. "Sebentar ya cinta" ucapnya sembari berkedip nakal. Secepatnya Bang Gesang turun dan membuka pintu bagian belakang.
"Woooooo.. ge_black, asyik pacaran lu sampai lupa Abang..!!" Protes Bang Arko.
"Maaf Bang.. piiiisss"
"Hwuuuuu.. Abang tonjok juga lu" ingin sekali rasanya Bang Arko melihat Bang Gesang yang tersenyum penuh ketentraman.
"Kok sebentar sekali Om?" Sapa Mbak Lela Arko.
"Nasha minta hanya sebentar saja mbak, biasa bumil. Kalau nggak di turuti ngambek, anak ngileran katanya.. giliran di turuti hanya begini saja" jawab Bang Gesang.
"Iya Om.. ya begitulah bumil. Harap maklum saja"
"Siap mbak"
...
Nasha memandangi gagahnya Bang Gesang yang sedang melatih silat para anggota. Saking terpananya, Nasha terbawa suasana sampai tidak sengaja mengingat malamnya bersama Bang Gesang.
"Melamun apa?" Tegur Bang Gesang yang saat ini sudah berdiri di hadapan Nasha.
__ADS_1
"Nggak Bang" jawab Nasha cukup gelagapan.
"Masa mikir Abang disini? Kalau kangen ya nanti saja" bisik Bang Gesang seakan tau jalan pikiran sang istri.
"Iihh.. apa sih Abang??"
"Kangen ya, hayo ngaku..!! Mukanya sudah pengen banget tuh?" Bang Gesang semakin menggoda membuat Nasha malu setengah mati.
"Nggak lho Bang.. iihh Abaaang..!!!" Nasha sampai harus mencubit pinggang Bang Gesang yang menggodanya.
Nasha yang manja terlihat begitu imut dan kini Lettu Gesang perlahan mulai sering memperlihatkan senyum tampannya. Para anggota ikut tertawa melihat usilnya Lettu Gesang Wira menggoda sang istri.
"Istri Abang bisa ngambek ternyata. Ojo nesu wae to sayangku..!!" Goda Bang Gesang lagi sembari mencolak colek sang istri. "Sudah aahh jangan nangis. Abang yang kangen.. Abang juga yang pengen" sedikit menunduk, Bang Gesang mendaratkan satu ciuman di kening Nasha.
"Black.. ayo cepat.. gantian..!!! Istriku ngidam pengen lihat kamu melatih silat nih" tegur Bang Arko yang baru saja datang bersama istri.
"Siaapp..!!" Jawab Bang Gesang.
"Papa jadi musuhnya Bang Wira..!!" Pinta Mbak Lela Arko.
"Lho maa.. kok papa yang jadi musuhnya???????" Protes Bang Arko.
"Ya Mama maunya begitu"
"Ealaahh Maaa, papa ini gagah lho, masa di banting???" Bang Arko masih saja mencari keringanan.
"Halaah.. gagahnya nanti saja. Sekarang si kecil dulu, siapa suruh Papa minta Mama hamil lagi" jawab Mbak Lela Arko.
"Iya ma" pasrah Bang Arko kemudian berjalan di samping Bang Gesang. Matanya juga melirik Bang Gesang. "Biasa saja bantingnya. Jangan terlalu keras..!!" Pinta Bang Arko.
Senyum Bang Gesang terlihat usil dan licik. "Saya hanya nurut kata ibu Wadan lho Bang..!!"
"Eehh Black.. atasan kamu itu saya, bukan Bu Wadan..!!" Jawab Bang Gesang mulai sengit.
"Siap.. baby nya bagaimana Bang, jangan sampai ngileran..!!" Kata Bang Gesang mengingatkan.
"Aahh terserah lah, tapi kalau saya encok.. saya cari kamu ya..!!" Mulai terdengar ancaman lagi dari Bang Arko.
"Siap.. cari saya buat apa Bang?"
"Kita adu pan_cing" jawab Bang Arko merubah sedikit ancamannya karena pastinya ia sadar akan kalah melawan Bang Gesang adu panco.
.
.
.
.
__ADS_1