Kehormatan

Kehormatan
68. Kesampaian.


__ADS_3

Menjelang tamat aja deh🤭✌️


🌹🌹🌹


Tak tau lagi bagaimana cara membujuk istri cantiknya. Nasha seperti sangat tidak menyukai banana boat buatannya. Kapal mini boat yang ia cat ulang sewarna dengan pisang yang lucu.


"Dek, kalau kamu nggak lagi hamil.. meluncur dari atas genteng pun Abang mau. Tapi sekarang ada dedek di perut, yang harus di jaga. Abang tau rasanya ngidam memang tidak bisa di tahan.. hanya ini yang bisa Abang lakukan untuk memenuhi inginmu" kata Bang Gesang membujuk Nasha.


"Ya sudah. Maaf ya Bang"


Bang Gesang tersenyum sembari mengusap pipi Nasha. "Kita jalan-jalan keliling danau naik boat ya..!! Warna kuning juga nih"


...


Hingga beberapa jam lamanya Nasha duduk terdiam di atas boat, tanpa ekspresi dan kehilangan senyumnya. Jelas sekali Nasha tidak bahagia. Bang Gesang yang melihatnya menjadi sangat sedih.


"Kita makan roti bakar dulu yuk.. nanti naik banana boat di pantai..!!" Ajak Bang Gesang.


Seketika Nasha menoleh, menatap Bang Gesang dengan pandangan tidak percaya.


"Ayo..!! Kalau terlalu sore nanti pisangnya ngumpet"


"Ini beneran Bang??" Tanya Nasha dengan mata berkaca-kaca.


"Beneran sayangkuu"


Nasha pun langsung memeluk Bang Gesang. Tangisnya terdengar begitu sedih.


Bang Gesang menepuk bahu Nasha kemudian menatap matanya.


"Jangan nangis donk..!! Katanya mau naik pisang?" Ledek Bang Gesang. "Apa mau versi lain lagi?"


"Nggak Bang, Nasha mau pisang yang itu"


"Oohh.. Abang kira pisang yang ini" Bang Gesang menunjuk arah bawah melalui lirikan matanya.

__ADS_1


"Iiihh Abaaaanngg.." wajah Nasha tiba-tiba memerah malu-malu melihat bagian bawah Bang Gesang sudah menegang.


"Kamu kenapa??" Tawa Bang Gesang membahana kemudian menarik sesuatu berwarna kuning dari sakunya dan detik itu juga raut wajah Nasha terlihat kecewa. "Ya nanti lah di rumah, masa Abang mau pamer disini??" Bisiknya kembali membuat pipi Nasha memerah bahkan lebih memerah. "Lho.. kok diam aja. Mau nggak??" Goda Bang Gesang.


"Mauu" jawab Nasha lirih hampir tak terdengar.


"Hahaha.. dasar bumil"


...


Amat sangat pelan sekali banana tersebut melaju, persis seperti permintaan Bang Gesang. 'Lakukan apapun yang penting pelan dan jangan menimbulkan cedera saat menggulingkan penumpang'.


Biar melaju dan menggulingkan Nasha sekaligus Bang Gesang yang tidak meninggalkan Nasha sedikitpun.


Dengan paniknya Bang Gesang langsung mendekap Nasha. "Nashaaa.. dek..!!!!!!" Pekik Bang Gesang membuat Bang Bujang panik dan tanpa berpikir panjang langsung melompat ke lautan.


"Abaaang..!!!" Gista berteriak panik di atas kapal pesiar.


"Baaaaaa... Nasha nggak apa-apa Bang" teriak Nasha melebarkan senyum cantiknya.


"Astagfirullah hal adzim.. deeekk.. jantung Abang sudah mau copot, kamu malah bercanda" tegur Bang Gesang.


"Keponakanmu ini nakal sekali, sampai ayahnya pun di buat jantungan." Kata Bang Gesang.


"Apa-apaan kamu ini??? Hal seperti ini bukan mainan Nashaaa..!!!!!" Bentak Bang Bujang.


"Eehh.. kampret.. Jangan bentak Nasha..!!!!" Suara Bang Gesang membahana melebihi kerasnya suara Bang Bujang.


Bang Bujang hanya bisa kesal tanpa bisa membalas adik iparnya yang begitu emosional jika sudah menyangkut Nasha.


"Kembali ke kapal, Nasha nggak apa-apa" pinta Bang Gesang daripada dirinya harus kembali kesal karena Bang Bujang membentak Nasha hingga ketakutan.


...


Nasha mengeringkan rambutnya dan Bang Gesang segera menyerahkan pashmina berwarna cream pada Nasha.

__ADS_1


"Nanti Bang, rambut Nasha masih basah" kata Nasha sembari menerima pashmina dan meletakan di atas ranjang kecil dalam kamar kapal pesiar yang tidak terlalu besar.


"Istri Abang sudah puas?" Tanya Bang Gesang.


Nasha mengangguk dengan segala sifat kalemnya yang mendadak hilang timbul.


"Lain kali jangan begitu dek.. kamu minta naik banana boat saja hati Abang sudah was-was. Ini tadi malah lihat kamu sempat nggak sadar. Nyawa Abang ini rasanya sudah mau melayang lihat kamu." Tegur Bang Gesang.


"Iya Bang, maaf" jawab Nasha.


"Di maafkan. Tapi kamu harus benar-benar janji jangan buat seperti itu lagi..!!"


"Janji" wajah polos yang tidak pernah bisa di tolak Bang Gesang.


"Sini Abang bantu keringkan rambutnya."


\=\=\=


"Bang.. Gista mau melahirkan"


"Astaga dek.. jangan sekarang. Abang masih adu skill nembak sama Bang Wira"


Saat itu juga Bang Gesang menurunkan senjatanya dan menepak belakang kepala Bang Bujang.


Plaaakk...


"Mana ada mau lahiran di tunda, stress apa gila lu??" Tegur Bang Gesang.


"Gue takuut"


"Takut apa? lu buat Gista jadi begitu terus sekarang lu mau menghindar??? Kurang ajar lu...!!"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2