
Tangis haru para perwira mengiringi prosesi acara kenaikan pangkat. Bang Panji merasa sendirian karena tak ada istri yang mendampingi, namun tak di sangka ada seseorang yang mengguyur kepalanya dari belakang. Bunga setaman berjatuhan di kakinya.
Bang Panji menoleh dan air matanya semakin berderai saat Nisa memakai baju kebesaran istri anggota. Sangat cantik dan anggun mempesona dirinya.
"Selamat atas kenaikan pangkat nya ya Pak Kapten..!!" Sapa Nisa kemudian mengecup kening Bang Panji yang basah.
Bang Panji memeluk kaki Nisa. Tanpa kata matanya memerah terlalu banyak menangis.
"Itu hadiah dari kami.. Kapten Panji" kata Danyon.
"Siap.. ijin.. terima kasih banyak Danyon"
"Sama-sama.. semoga setelah ini tak ada lagi masalah dalam hidupmu dan kamu hidup tenang bersama anak dan istrimu..!!"
"Siaap..!!"
Berbeda dengan Bang Panji, suasana keluarga Kapten Gesang Wira nampak berbeda. Kapten Wira begitu lemas dan hanya bisa duduk bersandar di kursinya sambil mengunyah ubi mentah.
"Abang.. sepertinya Nasha pengen naik banana boat deh"
"Iya, kapan-kapan ya sayang. Lagipula kamu sudah sering main banana di rumah"
"Itu kurang besar Bang, Nasha pengen banana yang besar" pinta Nasha karena guling berbentuk di rumahnya memang berukuran kecil"
Bang Gesang tersenyum geli entah memikirkan apa. "Sabar, kalau Abang sudah baikan.. kita main banana" bujuk Bang Gesang.
"Bang, sepertinya anak kita perempuan deh"
"Aamiin.." Bang Gesang menanggapi sang istri ringan saja karena setiap banyak bicara, mualnya semakin menjadi.
"Nggak apa-apa khan Bang kalau anak kita perempuan?" Tanya Nasha.
"Laki atau perempuan Abang tetap sayang." Jawab Bang Gesang.
Tak lama ada seruan agar para anggota yang terlibat kenaikan pangkat bisa mengganti pakaiannya.
:
Seruan kembali terdengar manakala MC menyerukan bahwa ada artis yang akan mengisi acara kenaikan pangkat. Seketika senyum Bang Gesang merekah, badannya segar seakan lupa dengan sakitnya.
"Ada apa Bang?" Tegur Nasha.
Bang Gesang menyimpan senyum nakalnya. "Nggak.. memangnya Abang kenapa?"
__ADS_1
"Oohh.. Nasha kira Abang suka dengan penyanyinya" kata Nasha.
"Nggak lah, Nasha ku yang yg tercantik." Bujuk Bang Gesang kemudian mencolek gemas dagu Nasha.
Nasha merasa belakangan ini Bang Gesang menjadi lebih genit dan usil padanya. Tingkahnya pun kadang membuatnya pusing karena suaminya yang berubah menjadi manja.
Tak lama mata Bang Gesang melotot melihat kaki mulus turun dari mobil berwarna silver. Pakaiannya begitu seksi menggoda. Terlihat Mbak Lela meyambut penyanyi tersebut lalu mencium pipinya kiri dan kanan.
"Perwiranya kesini dulu..!!" Seru Bang Arko memberi perintah.
"Siaap..!!" Seketika Bang Gesang berdiri dan setengah berlari menghampiri Bang Arko.
"Abang mau kemana??" Tanya Nasha.
"Ini lho Wadan memanggil. Masa Abang mau diam saja. Wadan memanggil sama saja dengan perintah" jawab Bang Gesang.
Mbak Lela pun tersenyum menyapa pada Bang Gesang kemudian duduk di samping Nasha. "Biar saja dek. Mbak sudah beri hadiah spesial untuk om-om yang spesial" kata Mbak Lela.
"Maksud Mbak??" Nasha sempat menghapus air mata jengkelnya.
"Mbak undang waria yang memang genit. Sesuai selera om-om kalau lihat wanita. Biar saja om-om puas dengan tampilan luar, yang penting mereka tidak bisa berkutik karena sejenis" jawab Mbak Lela.
:
Nasha santai saja memantau suaminya namun tetap dalam hati terbersit jengkel. Jika saja memang penyanyi itu adalah seorang wanita, sudah barang tentu Bang Gesang akan tetap dengan semangatnya menggoda para wanita itu.
~
"Abang ganteng sekali" sapa Lolita.
"Jelas donk..!!" Bang Gesang masih memiliki kesadaran untuk menjaga jarak dengan Lolita.
"Abang sudah nikah?"
"Sudah, istri Abang lagi hamil. Itu yang cantik sendiri duduk di bawah sambil lihat kita" jawab Bang Gesang.
"Loli boleh nggak main ke rumah Abang atau kita punya waktu untuk jalan berdua." Ajak Loli.
"Nggak bisa Loli.. istri Abang cemburuan." Jawab Bang Gesang.
"Ngomong-ngomong.. Kapten Wira mau terima Loli khan?"
"Maksudmu apa Loli?? Saya nggak ngerti?" Bang Gesang benar-benar bingung menanggapi Lolita si penyanyi pilihan mbak Lela Arko.
__ADS_1
"Loli ini waria Bang"
Hhhggghh..
Seketika nafas Bang Gesang terasa tersendat, jantungnya bertalu kencang tak tentu arah.
Tak di sangka masih dalam keterkejutannya, Lolita mencium pipi Bang Gesang.
"Astagfirullah hal adzim..!!!!" Pekik Bang Gesang.
"Ya Tuhan.." Bang Panji sampai melompat dari panggung menghindari para penyanyi saat menyadari para penyanyi adalah waria.
"Mbak Loli.. suami saya lagi ngidam berduaan sama mbak Loli. Saya titip ya..!!" Kata Nasha setengah berteriak.
"Okeeyy cyiiiiinn."
Bang Gesang berniat melompat tapi Lolita sudah menarik lengan Bang Gesang. "Lailaha Illallah.. tolong saya..!!!!!!!" Teriak Bang Gesang. "Deeekk.. piye to iki?"
Nasha memalingkan wajahnya tak mau tau dengan keadaan Bang Gesang.
...
"Hhhkk.." Bang Gesang menenteng seragamnya dan hanya tersisa celana pendek melekat di badan.
Dari jauh sudah berlarian Bang Bujang dan Bang Panji menghampiri Bang Gesang yang keluar dari ruang ganti di belakang panggung.
"Duuhh pot, di apain lu sama itu perempuan???" Tanya Bang Panji tak bisa menyembunyikan rasa cemas.
"Di perk**a lu????" Selidik Bang Bujang.
"Jangan pernah bawa amphibi ke sini lagi..!!!!!!" Teriak Bang Gesang. "Hhkkkkk..!!" Bang Gesang pun menepi dan benar-benar muntah di pinggir lapangan.
"Duuuh Jang, di apain nih bocah????"
"Coba kita cek badannya. Jangan-jangan kena pel*c**an nih" kata Bang Bujang.
.
.
.
.
__ADS_1