
Nasha mendapatkan perawatan di rumah sakit. 'Sakitnya' Nasha membuat Bang Gesang syok berat hingga sempat tumbang tanpa daya.
"Selamat ya Lettu Wira atas kehamilannya" rekan Bang Gesang menjenguk istri Letnan dua yaang akan naik pangkat itu.
"Terima kasih banyak Danyon dan rekan atas kunjungan nya" jawab Bang Gesang, ia sudah lebih baik dan bisa menyambut tamunya namun saat ini Nasha masih dalam kondisi lemah.
"Jangan pingsan lagi kamu Letnan." Kata Bang Arko terus meledek Bang Gesang yang pingsan bahkan sebelum mendengar keterangan dokter soal berita kehamilan sang istri.
"Siap Wadan" Bang Gesang melirik Bang Arko yang tersenyum usil melihat ke arahnya.
:
Tak hentinya Bang Gesang tersenyum sembari mengusap perut Nasha, sesekali ia pun mencium perut datar sang istri. "Bisa-bisanya buat Ayah kocar-kacir."
Nasha ikut tersenyum mendengar Bang Gesang mengajari calon bayinya untuk memanggilnya 'Ayah'.
"Ayah nakal, kemarin marah terus" Nasha belaga marah.
"Maaf Ma, Ayah nggak sengaja. Ayah nggak tau kalau si kecil ini sudah perosotan di perut Mama" jawab Bang Gesang sembari bertumpu dagu menatap wajah sang istri.
Nasha tersenyum geli melihat Bang Gesang yang terbiasa datar saja kini bisa tersenyum hangat. "Jangan senyum terus Bang..!!"
"Abang senang sekali dek..!! Terima kasih banyak ya sayang" ucap Bang Gesang begitu tulus.
Nasha mengangguk. "Nasha juga senang Bang"
***
Hingga tengah malam, Bang Gesang tak bisa memejamkan matanya. Hatinya terlalu senang hingga takut untuk memejamkan mata.
Sesaat tadi setelah Nasha terlelap, Bang Gesang meminta beberapa orang untuk berjaga. Sungguh rasa cemas Bang Gesang mengalahkan segalanya. Tapi hatinya sangat bahagia bahkan teramat sangat bahagia.
...
"Apa jangan-jangan Nasha hamil duluan ya Bang?"
"Nggak usah bahas Nasha" kata Bang Panji sembari menyantap sarapan di hadapannya.
"Tapi aku penasaran Bang, cepat sekali dia hamil. Apalagi Bang Wira sempat berangkat dinas tiga minggu. Apa jangan-jangan bukan anak Bang Wira ya Bang?" Tanya Diani seakan sengaja manasi suasana.
"Urus rumah tangga kita..!! Janga ikut campur urusan Wira. Kamu belum tau dia seperti apa, jangan sampai kamu bersinggungan sama Wira" jawab Bang Panji sekaligus memperingatkan istrinya.
"Iyaaaa.." Diani merasa malas karena merasa tidak mendapat pembelaan berarti dari Bang Panji.
__ADS_1
...
Para istri perwira sedang berkumpul dan membicarakan perhatian Lettu Gesang Wira yang sangat memanjakan Nasha. Belum lagi mereka memuji Lettu Gesang Wira yang berhasil membuat Nasha hamil dengan cepat.
"Mbak Panji.. sini..!!" ajak seorang istri junior nya.
Diani tersenyum mendengar ajakan tersebut, memang dirinya sangat suka mendominasi suatu acara, entah itu acara formal ataupun santai.
"Haaii.. lagi ngobrol apa nih?" Tanya Diani.
"Nggak ada, cuma lagi suka sama Mbak Nasha istrinya Lettu Wira. Littingnya Om Panji khan ya?"
Diani mulai badmood karena sekarang pembicaraan lebih tertuju pada Nasha. Dulu..
Sebelum Nasha datang, dirinya lah yang menjadi topik utama sebab banyak yang memujinya cantik, tapi kali ini semua seakan sirna dengan kehadiran Nasha.
"Jelas saja Om Wira klepek-klepek. Nasha cantik sekali. Ngomong-ngomong kemarin lucu banget lho, kata Bang Arko.. Om Wira itu ikut mabuk. Sekali-kali aku pengen lho, Bang Arko sampai mabuk begitu" kata Mbak Lela Arko.
//
"Bang.. ayo tanding sama saya..!!" Ajak Bang Gesang.
"Tanding opo Wir, saya nggak enak badan. Memangnya mau tanding apa? Nembak??" Tanya Bang Arko tiba-tiba merasa tertular sindrom Bang Gesang kemarin.
"Balapan..!!" Jawab Bang Gesang serius.
...
"Sepertinya saya ngidam dah Bang, pengen balap karung sama Abang" jawab Bang Gesang tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Jabang bayiiii.. ingat ya, besok kalau anakmu lahir, kujitak sampai botak..!!" Ancam Bang Arko.
"Siaap Bang"
:
Para anggota terbahak melihat Bang Gesang dan Bang Arko balap karung. Pertarungan semakin sengit sampai akhirnya Bang Gesang memenangkan pertandingan ini.
"Kau curang ya Wir??"
"Siap tidak Bang" jawab Bang Wira puas sekali bisa memenangkan pertandingan.
"Aahh.. kamu nggak lompat, kamu jalan dalam karung. Abang ngos-ngosan nih" protes Bang Arko.
__ADS_1
"Ijin Bang, yang penting saya menang" senyum Bang Gesang merekah tampan.
"Abang balas nanti ya..!!!" Ancam Bang Arko.
"Siaaapp Abaaang..!!!!"
Dari tempatnya, Bang Gesang melihat Nasha keluar dari ruang rapat. Ia pun berlari tanpa pamit. Sejak tau Nasha hamil, hatinya selalu was-was dan gelisah.
"Pelan-pelan dek jalannya..!!"
"Nasha jalan Bang, nggak lari" kata Nasha melihat perlakuan Bang Gesang padanya. Dulu.. tak pernah dirinya mendapatkan perhatian seperti ini.
"Iya, pokoknya jalan pelan-pelan..!!"
"Bang.." Nasha sedikit menarik lengan Bang Gesang dengan sebelah tangan.
"Dalem sayang.. kenapa?" Bang Gesang menggandeng setiap langkah Nasha dengan hati-hati.
"Nasha mau naik mobil tahanan..!!"
"Apaaaa???" Kaget sekali Bang Gesang mendengar nya.
"Nggak boleh ya Bang?" Wajah Nasha sudah bersemu mendung.
"Bukan nggak boleh. Bumil mah ngidamnya biasanya makan. Ini kenapa harus mobil tahanan sih dek" susah hati Bang Gesang mendengarnya. "Mau mobil tahanan yang mana juga, yang harus Abang bawa?? Lailaha Illallah" Bang Gesang menggaruk kepalanya.
"Nasha mau naik mobil tahanan" ucapnya sekali lagi namun terdengar lebih lirih.
"Duuhh kamu ini yank.. ya sudah.. iyaaa.. nanti Abang usahakan pinjam mobil tahanan" jawab Bang Gesang yang tidak akan pernah sanggup menolak keinginan bumil tercinta.
"Tapi Bang.."
"Apalagi cah ayu.. cantik ku..!!"
"Nasha mau Wadan yang di tahan" pinta Nasha begitu lembut tapi membuat Bang Gesang pusing tujuh keliling mendengar istrinya yang kalem.
"Oohh Tuhan.. ini baru episode satu" Bang Gesang menepuk keningnya.
"Banyak do'a kamu dek. Mudah-mudahan Abang nggak di sikap tobat, guling botol dan kawan-kawannya karena minta Bang Arko jadi tahanan" kata Bang Gesang pasrah.
.
.
__ADS_1
.
.