
hari hari berlalu dengan sangat cepat dan hari ini dika akan menerima gaji pertamanya,walaupun bukan dalam jumlah besar namun dika sangat bersyukur karna ini adalah penghasilan pertamanya..pada saat dia mengambil gajinya dia meminta izin ke manejemen perusahaan
"pak saya mau izin buat pulang kampung besok bisa tidak"kata dika
"kau ini bagaimana dika,masa di bulan pertamamu kau sudah meminta cuti"kata pak ilyas
"tapi pak saya tidak akan meninggalkan pekerjaan saya,yaitu dengan cara malam ini saya akan bekerja lembur jadi besok saya tidak perlu datang untuk bekerja,dan karna besok hari jum'at itu berarti saya tidak perlu mengambil cuti untuk hari sabtu minggu karna memang kita libur bukan pak..saya janji akan bekerja kembali di hari senin"jelas dika yg membuat manejemen itu setuju
dan sesuai kesepakatan tadi siang dika pun malam ini melakukan tugasnya sendiri di kantor
"akhirnya selesai juga"kata dika meregangkan ototnya
setelah merasa semua beres dika bergegas pergi tapi sesampainya dia di area parkiran dia melihat bu reya sedang berdiri di depan mobilnya dengan gelisah dan dia terlihat sedang menelpon seseorang
"jam 11,kenapa bu reya masih ada di kantor"kata dika sambil melihat jam tangannya.dika pun menghampiri reya..
aedangman di tempat reya,reya yg melihat ada seseorang yg menghampirinya memasang wajah dinginnya,padahal saat ini dia merasa takut karna siapa yg tau mungkin orang yg sedang menghampirinya saat ini adalah orang jahat
"jam segini ibu belum pulang"tanya dika
"kamu syukurlah"kata reya lega,karna melihat bahwa orang yg menghampirinya adalah salah satu karyawannya
"ibu perlu bantuan"tanya dika lagi
"tidak,saya sudah menghubungi montir tadi"kata reya ketus
"saya bisa mengganti ban mobil ibu,apakah bu bos punya ban serepnya"tawar dika yg melihat ban mobil reya
"tidak perlu,lagian sudah saya bilang kalau saya sudah menghubungi montir"kata reya
"ya sudah saya akan pulang,tapi sebaiknya ibu menunggu di tempat yg terang,takutnya nanti ada orang jahat yg melihat ibu berdiri sendiri di sini,apa lagi di tempat gelap"kata dika lalu membalikkan badannya dan melangkah pergi
"baiklah kau boleh membantuku,ban serepnya ada di belakang"kata reya yg masih ketus itu
dika berbalik lagi
"dengan senang hati bos"kata dika
setah beberapa menit akhirnya dika selesai mengganti ban mobil bosnya itu.dan dia mengembalikan semua barang yg ia keluarkan tadi"
tok..tok..tok suara kaca mobil di ketuk
"sudah selesai bos"kata dika setelah reya membuka kaca mobilnya
__ADS_1
"baiklah ini bayaranmu"kata reta sambil menyodorkan beberapa lembar uang merah untuk dika
"tidak bos,saya hanya ingin membantu"tolak dika
"saya tidak ingin memiliki hutang budi kepada siapa pun,jadi ambillah atau kau mau aku memotong gajimu bulan depan dengan jumlah yg sama yg berada di tanganku ini"kaya reya
"baiklah kau yg menginginkannya"kata reya yg melihat dika masih belum menerima uangnya
"tidak.tidak bu saya akan menerimanya...terima kasih"kata dika langsung menyambar uang yg di berikan reya lalu bergegas pergi...
saat reya keluar dari parkiran dia melihat dika sedang berjalan di sisi jalan,dia menghentikan mobilnya lalu membuka kaca mobilnya
"kau mau kemana,naiklah aku akan mengantarmu" perintah reya
"tidak bos kostsan saya cuma dekat kok"tolak dika
"aku tidak bertanya padamu tapi aku sedang memerintahmu,jadi cepat naik atau kau tau akibatnya melawan perintahku"ancam riri dengan tegas
"baiklah"kata dika terpaksa lalu naik ke mobil kursi belakang
"kau pikir saya supir mu apa,pindah ke depan"perintah reya lagi
"bu bos kayaknya pas kecil di kasi makan ikan piranha kali ya,kok kalau ngomong judes banget" batin dika yg menutup pintu mobil
reya lalu menghentikan mobilnya di lokasi yg di tunjuk dika tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
sebelum turun dika menyodorkan kembali uang yg di beri reya di parkiran tadi
"ini bos,saya tidak bisa berhutang budi kepada siapa pun dan terima kasih"kata dika lalu dengan cepat dia membuka pintu mobil lalu mengambil langkah seribu meninggalkan bosnya karna dia takut akan membuat tanduk bosnya itu kembali naik..sedangkan di mobil reya masih tidak percaya dengan apa yg di katakan oleh karyawannya barusan
"tunggu saja kau besok,kau akan ku beri pelajaran"kata reya lalu meninggalkan lokasi itu..
keesokan harinya reya meminta sekertarisnya untuk memanggilkan OB yg bekerja lembur tadi malam.
setelah beberapa menit menunggu sekertarisnya kembali dan mengatakan bahwa karyawan yg bekerja tadi malam sedang pulang kampung hari ini
"sekarang kau panggilkan manejer"peintah reya lagi
dan setelah beberapa menit menunggu manejer pun datang
"sudah berapa lama dia bekerja di tempat ini"tanya reya pada pak ilyas yg baru saja duduk
"maaf bu,saya tidak mengerti dengan siapa yg ibu maksud"kata pak ilyas bingung
__ADS_1
"OB yg lembur tadi malam"kata reya
"oh dika,dia baru sebulan bu bekerja...memangnya ada apa,apa dia melakukan kesalahan ?? saya pasti akan langsung memecatnya bu jika dia telah melakukan kesalahan"kata pak ilyas
"tidak...hanya saja....tapi kenapa anda memberinya izin di bulan pertamanya bekerja,apa anda tidak memikirkan bagaimana jika nanti ada karyawan yg mengikuti kelakuannya..saya tidak ingin ada karyawan saya yg memutuskan keinginannya dengan seenaknya"tegas reya
"maaf bu, tapi saya memberinya izin karna dia tetap melakukan semua pekrjaannya sebelum pulang kampung bu"jawab pak ilyas
"baiklah anda bisa keluar sekarang"kata reya lalu kembali fokus pada dokumen dan laptopnya,lalu beberapa saat kemudian dia meraba mejanya dan tidak mendapatkan minumannya
"tari dimana minuman saya"teriak reya di telpon
"baik bos tunggu sebentar"jawab tari lalu memutuskan telponnya dengan reya lalu menekan tombol yg menyambungkannya ke telpon dapur
"kalian mau di pecat apa,kenapa minuman bu reya belum di antar"oceh tari di telpon
"baik bu tunggu sebentar"kata orang di balik telpon
sedangkan di dapur yeyen langsung membuat kopi untuk bosnya
"****** ri,kok bisa kita lupa buatin kopi buat bu bos" kata yeyen pada ari
"kan biasanya dika yg nyiapin jadi wajar lah kalau lupa"kata ari
"nih bawain buat bos"kata yeyen menyodorkan cangkir kopi
"enak aja kan loe yg bikinin ya sekalian lah loe bawain buat bos"tolak ari
"justru itu masa aku yg bikin aku juga yg bawain kan ngak adil..lagian kamu kan suka liat bos kita yg cantik dan bening itu"kata yeyen
"okey sini gue bawain"kata ari mengambil cangkir kopi itu
"adi nih bawain kopi buat bos"teriak ari memanggil adi.
adi pun tanpa menolak langsung membawa kopi itu karna adi memang OB yg paling tidak banyak tingkah di antara clening servis lainnya
"yeee kirain beneran dia yg mau nganter..eh ternyata..pengecut loe jadi cowok,dika yg tiap hari aja berani..cemen loe sama cewek aja takut"olok yeyen
"siapa coba yg berani sama titisan dewi pencabut nyawa...cantik sih iya cuma galaknya ngak ada duanya"kata ari bergedik ngeri
maaf kalau ada typo yaππ
jangan lupa tinggalin jejak lagi yah gaysππΌπ¬β ππ
__ADS_1