Kehormatan

Kehormatan
73. Sudah sehat


__ADS_3

Banyak pembaca meminta part khusus seperti ini. Yang tidak suka harap skip tanpa komentar.


🌹🌹🌹


Empat puluh hari pasca persalinan.


Kondisi para istri sudah amat sangat pulih, Nasha pun tak lagi mengalami hal yang membuatnya sangat depresi. Perhatian Kapten Gesang Wira telah menghilangkan segala ketakutan Nasha apalagi kedua putra kembarnya kini berangsur montok, tampan dan semakin memperlihatkan paras wajah sang Ayah.


Bang Bujang menggelar tikar di halaman depan rumahnya. Segala pernak pernik berwarna pink berhamburan. Dengan memakai bando dan kacamata Pink Bang Bujang menemani putri cantiknya berjemur dengan suara lagu dangdut koplo yang membahana satu gang menutupi suara ayat suci yang memang sengaja Bang Panji perdengarkan untuk putranya.


"Astagfirullah.. hoooeeee.. kecilkan suaranya pot..!!!! Anak gue bisa tuli dadakan..!!!!" Teriak Bang Gesang.


"Nggak asyik banget sih lu. Gue pengen si cantik gue bisa nyanyi dangdut" jawab Bang Bujang.


"Lailaha Illallah.. Bapak durjana lu ya. Anak gadis mah di ajarin ngaji pot, bukan dangdutan.. bagaimana sih lu" tegur Bang Gesang. "Gaya lu bikin mata gue nggak terima. Kulit warna hitam.. pakai baju pink, sepatu kuning, topi biru, tas pinggang ungu. Mau jadi apa lu?


"Ini nih repotnya bicara sama pria nggak tau mode. Ini gaya biar kita jauh dari kesan tua" jawab Bang Bujang.


"Tua sih nggak pot, tapi malah nampak gila"

__ADS_1


Di antara semuanya hanya Bang Panji yang berpakaian normal, ia memakai peci dan sarung sembari menggendong putranya untuk berjemur.


Sambil menggendong putranya di lengan kanan dan kiri, Bang Gesang memakai celana pendek dan bertelanjang dada memakai topi terbalik dan berkacamata hitam. "Jagoan ayah ganteng sekali. Ayo cepat besar.. kita nembak burung, merokok sama ngopi bareng..!!" Ucap Bang Gesang dengan lantang dan gahar.


"Jangan ajari anak yang tidak-tidak ya Bang..!!" Suara Nasha tak kalah lantang dari Bang Gesang.


Nasha melirik celana pendek Bang Gesang yang memperlihatkan lekuk tubuh suaminya. Apalagi ada satu titik yang sangat mengganggu pandangan mata Nasha.


Tau sang istri sedang meliriknya, Bang Gesang pun sengaja berjalan kesana kemari bak binaraga yang sedang menunjukkan otot kekarnya dengan dua putra kesayangan berperan sebagai barbel di tangan. Benar saja ekor mata Nasha pun mengikuti kemana pun langkah Bang Gesang berjalan, tapi mata Bang Gesang tak kalah terganggu dengan model pakaian krah sabrina milik Nasha.


"Apa kamu sengaja pamer badan? Mana jilbab mu?" Tanya Bang Gesang.


"Rambut Nasha basah Bang, ini baru mandi" jawab Nasha.


"Maaa.. ayah sudah lapar ?" Kata Bang Gesang menyadarkan Nasha yang tak berkedip melihat ke arahnya.


Nasha sedikit gelagapan. "Mama sudah selesai masak Yah. Mau makan sekarang?" Tanya Nasha dengan pikiran yang lurus saja namun tidak dengan pikiran Kapten Gesang yang sudah mengartikan lain.


"Ya sudah sekarang saja. Anak-anak tidur nih. Kalau sudah bangun saja baru mandi" jawab Bang Gesang.

__ADS_1


Dari jauh Bang Bujang melihat sahabatnya membawa masuk Nasha dan anak-anak ke dalam rumah.


"Heeeehh.. belum juga sepuluh menit si kembar berjemur, sudah nggak tahan panas aja lu?" Celetuk Bang Bujang serius karena memang belum lama Bang Gesang menjemur bayinya.


"Iya nggak tahan panas nih, ayah si kembar butuh pendinginan"


.


.


.


.


Bab pendek aja ya. Sekedar obat bagi yang kangen🙏


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2