
Dokter Ari ikut datang ke rumah sakit saat mendengar Pak Khobar tidak sehat. Mama Gina sudah lemas bahkan Nasha pun sampai tak bisa bicara.
..
Dokter yang menangani Pak Khobar pun tiba. Ia membawa surat keterangan. Di sampingnya berjalan Dokter Ari yang memang lebih senior.
"Ada hal yang harus saya sampaikan, perihal kesehatan Pak Khobar" kata Dokter tersebut. "Pak Khobar mengalami serangan jantung."
Seluruh keluarga sangat kaget termasuk Nasha yang sangat dengan dengan Papanya. Papa yang sangat humoris dan menyayangi nya lebih dari apapun. Sama sekali dirinya tidak mengetahui bahwa Papanya mengidap penyakit seperti itu.
"Tapi selama ini suami saya tidak menunjukan gejala apapun dok" kata Mama Gina.
"Mohon maaf ibu. Bapak sudah terdaftar sebagai pasien kami dan dua kali mendapat perawatan di rumah sakit" jawab dokter.
Nasha menoleh dan menatap wajah Bang Kisar, kakinya melangkah menghampiri ajudan Papanya. "Abang tau khan kondisi Papa??"
Bang Kisar tidak berani menjawab pertanyaan Nasha.
"Jawab Bang, jangan diam saja..!!!!!!" Bentak Nasha.
"Dek.. sabar, jaga emosimu juga..!!" Bang Gesang berusaha menenangkan Nasha istrinya.
"Jawab Baanggg..!!!!!!" Teriak Nasha semakin menjadi.
"Siap.. Komandan memang sakit jantung dan sudah pernah mendapatkan perawatan." Jawab Bang Kisar.
"Kenapa Abang nggak bilang, ini masalah besar Bang, ini soal nyawa Papa..!!!!!" Begitu hancur hati seorang putri mendengar Papa yang sangat menyayanginya sampai sakit parah namun seorang pun tidak ada yang tau rahasia ini.
Nasha pun menoleh pada satu persatu pria yang ada disana. Bang Petir terlihat syok terutama Bang Bujang yang membuat sakit Papa Khobar mendadak kambuh. Perhatian Nasha berhenti pada Bang Gesang. "Apa Abang tau rahasia ini???" Tanya Nasha.
"Kita duduk dulu dek..!! Bicara baik-baik..!!" Ajak Bang Gesang.
Nasha menepis tangan Bang Gesang. "Abang pasti sudah tau sama seperti Bang Kisar tapi Abang diam saja??? Itu Papanya Nasha Bang..!!!!!"
Bang Gesang segera memeluk erat Nasha yang sudah tak karuan. Syok, lelah badan dan pikiran pasti membuatnya selemah ini. Hati Bang Gesang ikut down setelah melihat kerapuhan seorang Nasha.
"Papaa Baaang..!! Nasha pengen Papa sembuh..!!!" Nasha berteriak sesak hingga tak sadarkan diri dalam pelukan Bang Gesang.
__ADS_1
...
Papa Khobar baru saja sadar, sudah ada Papa Rudra dan Papa Rakit disana. Papa Khobar pun tersenyum melihat sahabatnya.
"Ada angin apa sampai wajah kalian cemas begitu?" Kata Papa Khobar.
"Jangan banyak bicara dulu pot, pulihkan kesehatan mu dulu..!!" Jawab Papa Rakit.
"Heehh Rakit, ayo kita gelud..!!" Ajak Papa Khobar di tengah keadaannya yang sama sekali tidak memiliki tenaga.
"Gelud kenapa? Nggak ikhlas aku kenalan sama perempuan cantik?" Jawab Papa Rakit.
Papa Khobar tersenyum. "Kamu selalu kalah untuk urusan perempuan. Kau tau rekor ku mendapatkan wanita sudah peringkat satu"
"Dan Gina perempuan paling sial mendapatkan Mumchemar Al Khobar" imbuh Papa Rudra.
Papa Khobar kembali tersenyum. "Rudra, Rakit, saya mau bicara sesuatu sama kalian. Tolong dengarkan...."
...
"Bagaimana bisa seorang dokter tidak bisa menyadarkan wanita yang sedang pingsan..!!" Satu ruangan gempar dan tegang menghadapi kemarahan Lettu Gesang.
Tak lama Nasha membuka matanya perlahan. Ia melihat Bang Gesang sedang berdebat dengan beberapa orang dokter dan Bang Fajar sedang setengah menyergapnya. "Bang..!!"
"Ya Allah.. Nashaa...!!!" Seketika Bang Gesang menghambur memeluk Nasha. "Kamu jangan banyak pikiran dek..!! Abang nggak tahan lihat kamu lemas begini dek" tanpa sadar Bang Gesang keluar dari jalur sikap dinginnya.
"Pa_paa.. dimana Bang?" Tanya Nasha lirih.
"Papa sehat, ada di ruang rawat.. main catur sama Papa Rakit" jawab Bang Gesang kerena dirinya tau keadaan Papa mertuanya memang sudah berangsur membaik.
"Bang, tolong antar Nasha bertemu Bang Bujang. Nasha mau bicara..!!"
"Abangmu masih bicara sama Bang Petir." Kata Bang Gesang.
"Nasha tetap ingin bicara..!!"
...
__ADS_1
"Kamu jangan ikut campur urusan Abang dek. Urusanmu sama Wira, nggak perlu kamu ikut menghakimi Abang karena hamilnya Gista" bentak Bang Bujang.
Bang Gesang berdiri memasang badan melindungi Nasha. "Tekan pita suaramu..!!"
"Kamu juga jangan ikut campur black.. Nasha adikku dan seharusnya dia sopan bicara sama Abangnya..!!!!!!!!"
Plaaaaakkk..
"Dan kamu juga harus tau Nasha itu istri saya... Siapapun kamu, tanpa seijin saya.. jangan pernah kamu mengusik istri saya, kamu akan berhadapan langsung dengan saya..!!!!!!" Bang Gesang balik membentak Bang Bujang. Letnan satu itu sangat marah pada Bang Bujang. "Nasha itu menegurmu karena kamu memang salah. Seharusnya kamu sadari itu dan belajar berbesar hati menerima reaksi semua orang, karena secara tidak langsung kamu sudah membuat Papa mu kaget"
Bang Bujang terpejam sejenak, ia pun mulai menyadari kesalahannya. Di tatapnya Gista yang terus menangis ketakutan.
"Berani kau membentak istriku lagi.. aku tidak akan peduli sekalipun kamu Abang iparku..!!"
~
"Kamu juga salah dek, laki-laki kalau sedang emosi memang kadang lepas kontrol, jangan kamu tekan terus sampai dia tenang. Abangmu pasti stress sekali dengan keadaan ini. Bang Petir menyalahkan Bujang sampai akhirnya kamu kena pelampiasan amarah Abangmu" tegur Bang Gesang.
"Nasha nggak mau ada apa-apa sama Papa" kata Nasha masih terisak.
"Iya, tapi laki-laki adalah makhluk yang punya keegoisan tersendiri, juga harga diri tinggi. Mereka akan berpikir dengan sendirinya, asal kamu beri sedikit waktu. Berjiwa ksatria juga tidak mudah dek. Lagipula berbicara dengan pria membawa nada tinggi, Abang juga kurang suka. Nggak sopan dek..!!" Pelan-pelan Bang Gesang mengajarkan kelembutan untuk sang istri. "Jangan di ulangi lagi..!!"
Nasha mengangguk mengerti, perasaan nya juga sedikit lega karena tadi sempat mengintip Papa Khobar tertawa riang bersama kedua sahabatnya.
"Abang sudah ijin sama keluarga untuk membawa kamu pulang.. kamu juga harus istirahat" kata Bang Gesang sambil mengusap pipi Nasha. "Hmm.. kemarin Abang sudah pesan hotel untuk kita, Abang tidak tau ada tragedi seperti ini. Kira-kira kamu mau kita ke hotel atau pulang ke rumah Papa?"
"Kalau di cancel, apa uangnya bisa kembali?" Tanya Nasha.
"Nggak bisa, tapi kalau mau di batalkan juga nggak apa-apa"
Nasha menunduk, agaknya dirinya juga mengerti perasaan Bang Gesang saat ini. "Nggak usah Bang, kita ke hotel aja sekarang" jawab Nasha. "Tapi kita lihat keadaan Papa sekali lagi"
.
.
.
__ADS_1
.