
"Ijin Dan.. barangnya sudah di turunkan ke danau buatan di taman kota" laporan Om Iskandar pada Bang Gesang.
"Siap.. sudah Dan..!!"
"Sudah lapor sama petugas dan pejabat setempat?" Tanya Bang Gesang.
"Siap.. sudah"
"Oke, terima kasih ya Is." Bang Gesang pun memberi kompensasi dari usaha keras ajudannya. "Ini untuk beli minum..!!"
Mata Om Iskandar berbinar melihat enam lembar uang berwarna biru dari dompet Kapten Gesang. "Alhamdulillah.. Terima kasih banyak Dan..!!" Om Iskandar tersenyum senang saat melihat uang tersebut apalagi ia menerimanya di tanggal tua.
"Sama-sama Is. Pokoknya boat itu berwarna kuning khan?"
"Siap.. sudah di cat kuning pisang"
...
Nasha sangat senang karena Bang Gesang menuruti inginnya naik 'banana boat' meskipun harus menunggu hingga esok hari.
"Habiskan dulu donk makannya..!! Bias besok kuat naik banana boat nya" kata Bang Gesang kemudian kembali menyuap nasi pepes telur ikan buatan Nasha.
Tanpa banyak perlawanan, Nasha melahap suapan demi suapan dari Bang Gesang.
"Makan yang banyak. Si dedek butuh tenaga buat ngerjain ayahnya..!!"
Nasha tersenyum mendengarnya. Usaha keras sang suami memang patut di acungi jempol. "Maafin Nasha ya Bang, Nasha sudah ngerepotin Abang sampai seperti ini"
"Memang Abang akui kehamilanmu ini rewel, tapi Abang nggak merasa di repotkan. Anak ini Abang yang minta. Abang bahagia sekali karena dia mau hadir untuk melengkapi kebahagiaan kita" jawab Bang Gesang. "Abang ikhlas bersakit-sakit menahan rasa tak karuan asal kamu dan anak-anak sehat." Satu suap lagi Bang Gesang menyendokan makanan ke mulut Nasha. "Sekarang gantian Abang donk..!!" Pinta Bang Gesang.
"Gantian apa Bang?" Tanya Nasha.
"Yaa.. sebelum naik 'banana boat' ada baiknya kamu latihan keseimbangan..!! Nggak lucu banget kalau istri Kapten Wira nggak seimbang di atas banana" jawab Bang Gesang.
"Oohh.. oke. Kita latihan dimana Bang?"
"Di kamar saja yang aman dari goncangan..!!"
//
"Di danau buatan taman kota. Mau ikut nggak?" Tanya Bang Panji menawari Nisa.
"Nggak Mas, kasihan kalau Bang Revan dan Reiya kepanasan. Nisa di rumah saja..!!" Jawab Nisa.
"Sekali-kali lah kita jalan-jalan sama anak-anak" ajak Bang Panji.
tok.. tok.. tok..
__ADS_1
Bang Panji segera turun dari ranjang dan memakai kaosnya kemudian berjalan membuka pintu ruang tamu.
"Selamat malam Pak. Saya Asih"
"Oohh iya Bi. Silakan masuk..!! Duduk dulu" Kata Bang Panji memberi ruang. "Nanti langsung ngobrol dengan istri saja saja ya..!!"
"Baik Pak.."
Tak lama Nisa keluar dari kamar, wajahnya masih terlihat sedikit pucat sembari menggendong Baby Reiya yang kemudian di ambil alih oleh Bang Panji.
"Ini istri saya..!!" Bang Panji langsung mengenalkan Bi Asih pada Nisa.
"Selamat malam Bu. Saya Asih"
"Iya Bi. Malam ini Bibi istirahat dulu, besok baru bantu saya ya..!!" Kata Nisa mengarahkan Bibi dengan lembut.
"Tolong istri saya selalu di ingatkan makan Bi. Istri saya sedang hamil muda..!!" Sambar Bang Panji dari dalam kamar.
Bibi sedikit ternganga melihat baby Reiya yang masih sangat kecil tapi harus sudah mendapatkan adik lagi.
"Saya hanya ibu sambung mereka Bi. Suatu saat Bibi akan paham situasi ini" jawab Nisa.
"Baik Bu. Bibi disini untuk bekerja, Bibi tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Anggap saja Bibi ini menumpang hidup dengan Bapak dan Ibu"
Nisa hanya mengusap lengan Bibi sebagai jawaban. Rasanya ia pun tak sanggup mengingat masa lalu nya hingga sampai pada tahap ini, menjadi istri dari Kapten Panji.
Bibi lumayan bingung berada di rumah itu, dengan cekatan Nisa menyelesaikan tugas sebagai ibu rumah tangga di sana sini meskipun harus dengan berkali-kali menahan mual.
"Hhkkk.." Nisa mulai kembali mual.
"Dek, sudah ada bibi. Kurangi kegiatanmu itu..!!" Bang Panji memijat tengkuk Nisa.
"Nisa nggak kuat sama bau bawang Mas" Nisa sampai bersandar pada dada bidang Bang Panji.
POV Bang Panji.
'Ya Allah.. hari ini kulihat Nisa mirip seperti Nasha saat menjalani kehamilannya dulu, sangat lemas, mual dan tak bertenaga. Apakah Nisa juga memendam perasaan? Nisa menahan mualnya karena tidak berani mengatakannya padaku.'
"Mau mas temani di kamar?" Tanyaku.
Nisa sekilas menatapku. "Tapi Mas mau berangkat kerja" jawab Nisa.
"Nggak apa-apa, kamu nggak perlu pikirkan Mas.. yang penting kamu dan anak kita sehat" ucapku menenangkan Nisa.
Setelah Nisa sanggup mengatur nafasnya, aku pun menggendong Nisa masuk ke dalam kamar.
~
__ADS_1
Kumanjakan istriku di dalam kamar dan ku belai manja dalam peraduan. Ku sentuh lembut istriku, terlihat sekali istriku begitu menikmati setiap sentuh tanganku. "Enak dek?" Tanyaku.
Nisa hanya mengangguk sembari menarik tanganku. Agaknya Nisa lebih berani daripada Nasha karena saat ini tak ada saingan yang memberatkan 'ruang gerak' Nisa sedangkan dulu Nasha benar-benar tertekan karena kehadiran Diani, tapi Alhamdulillah saat ini ada Wira yang bisa membahagiakan Nasha.. tidak seperti ku yang hanya bisa membuat istriku menangis dan aku tidak ingin mengulang salahku pada Nisa istriku.
"Begini?" Tanyaku mengusap perut Nisa, menegaskan apakah perlakuanku sudah sesuai dengan inginnya.
"Iya Mas"
Aku tersenyum, baru kali ini kulihat Nisa berubah lebih manja padaku dan aku sangat menyukainya. "Anak Papa manja sekali" kataku.
"Boleh khan Pa?" Tanya Nisa lirih.
"Boleh donk. Papanya senang sekali"
POV Bang Panji end.
//
"Kamu mau naik banana boat atau mau mancing? Kenapa bawa joran?"
"Nasha pengen pancing belut deh Bang?" Jawab Nasha.
"Lho tenan to. Ini nih yang Abang khawatirkan. Setelah ada satu adegan, beruntun lagi adegan yang lain." Gerutu Bang Gesang. "Mana ada belut di danau buatan ndhuk??? Bisa-bisa malah ular yang kamu pancing"
"Jadi kita nggak di laut Bang?"
"Nggak lah, bahaya dek" kata Bang Gesang.
"Kok gitu Bang? Nasha sudah pengen mancing belut??"
"Belut apa??? Nggak ada belut di lauuuutt..!!" Darah Bang Gesang mulai merangkak naik ke ubun-ubun kepala.
"Ya belut listrik" jawab Bang Gesang santai.
"Waaahh nggak beres nih. Itu belut baru tertangkap saja.. kamu sudah masuk daftar hitam"
"Daftar hitam apa Bang??"
Bang Gesang melonggarkan kerah seragam nya yang tiba-tiba terasa sesak karena memikirkan Nasha. "Begini deh. Kamu pengen menikmati masa kehamilan atau pengen jadi korban yang di cari team SAR?"
.
.
.
.
__ADS_1