
"Sudah??" Bang Gesang masih menunggu Nasha sampai istrinya itu benar-benar merasakan kelegaan yang sama seperti dirinya.
Melihat Nasha sudah lepas, Bang Gesang pun tersenyum lalu berkali-kali menciumi wajah Nasha. "Terima kasih banyak sayang"
Tak tau bagaimana Bang Gesang mengungkapkan rasa bahagianya. Hari ini dirinya benar-benar lepas penuh kelegaan karena bisa menuntaskan hasratnya dan tidak seperti saat yang lalu, hanya sekedar mencolek dan mengamankan setengah bagian dengan rasa was-was dan gelisah. Di lihatnya Nasha yang sesekali masih memercing kesakitan.
"Kenapa memandangi Nasha seperti itu?" Tegur Nasha karena pandangan Bang Gesang terus menatap ke arahnya.
"Apa rasanya sakit?" Tanya Bang Gesang tanpa sungkan lagi.
Nasha mengangguk pelan. Wajahnya malu-malu.
"Sini Abang lihat..!!" Bang Gesang bangkit dari posisinya karena merasa cemas tapi Nasha menolaknya.
"Nggak apa-apa. Buat apa sih malu, Abang suamimu dek" tak peduli akan reaksi Nasha, Bang Gesang pun membukanya.
"Ya Allah dek, kok bisa begini??????" Bang Gesang panik dan segera menyambar pakaiannya lalu menuju dapur.
~
Kenapa Nasha sampai begini. Macam perawan aja. Bukannya dia sudah pernah merasakan. Masih ada bercak. Aku yakin.. aku nggak kasar sama istriku. Tapi jujur ku akui, Nasha memang bagaikan seorang gadis. Bagaimana bisa seperti ini??
"Masih sakit?" Tanya Bang Gesang seakan ikut merasa sakit.
Nasha kembali mengangguk.
"Kamu minum sesuatu ya?" Selidik Bang Gesang.
"Nggak Bang" jawab Nasha.
"Terus kenapa bisa sampai begini?"
"Hmm.. itu.. anuu Bang" Nasha bingung menjelaskan. Hanya dirinya dan Tuhan yang tau perbedaan antara mantan suaminya dan Bang Gesang.
"Abang kasar?? Maaf kalau Bang Wira kasar sama Nasha" lembut sekali Bang Gesang memperlakukan Nasha hingga dirinya luluh.
"Nggak Bang, ini adaptasi saja. Baru pertama kali" jawab Nasha.
"Sungguh??"
Nasha mengangguk. "Iya Bang"
***
Pagi ini Nasha berangkat ke kantor Batalyon karena ada acara arisan gabungan dan kali ini ia harus berkenalan dengan seluruh istri anggota karena dulu selama menjadi Bang Panji, ia belum pernah merasakan perkenalan di depan para istri anggota.
__ADS_1
Para anggota senang sekali menyambut ibu Nasha Gesang Wirayuwana yang lembut dan tentunya sangat cantik.
~
"Yang terhormat ibu ketua cabang, ibu Wadan, ibu perwira, ibu pengurus cabang dan ibu-ibu semua. Mohon ijin memperkenalkan diri, saya istri dari Lettu Gesang Jaler Wirayuwana. Ibu semua bisa memanggil saya ibu Nasha Gesang Wira. Saat ini saya tinggal di gang Tucano satu nomer lima. Kami belum di karuniai momongan. Mohon doanya ya Bu. Untuk selanjutnya saya pribadi mohon arahan dan bimbingan selama menjadi anggota di sini. Terima kasih" ucap Nasha saat memperkenalkan diri.
Ibu Danyon antusias menyambut kedatangan anggota barunya. Sudah santer terdengar bahwa istri Lettu Gesang Wira adalah pribadi yang lembut dan hangat.
//
Bang Gesang tidur menyepi di samping mushola. Saking lelahnya, ia sampai tidak mendengar suara apapun.
"Pot.. nggak sholat??" Bang Kisar mencoba membangunkan Bang Gesang namun tak ada reaksi sedikitpun. "Wir.. bangun Wiirr.. mau adzan tuh" Bang Gesang tak kunjung bangun. "Black.. sholat..!! Lu tidur apa mati sih?????"
Tak lama Bang Petir datang dan melihat junior sekaligus adik iparnya itu tengah tertidur nyenyak. "Nggak mau bangun??"
"Iya Bang, nggak mau bangun nih" jawab Bang Kisar. "Kenapa coba sampai begini?"
"Kecapekan nyangkul sawah kali Sar" Bang Petir kembali membangunkan adik iparnya. "Wira.. sholat Wir..!!!"
Akhirnya Bang Gesang membuka matanya. Tapi sungguh tubuhnya begitu lelah. "Ini off kegiatan khan Bang. Saya mau tidur sebentar aja"
Bang Petir dan Bang Kisar sampai tertawa melihatnya.
"Jangan ganggu Sar..!!!!!!!" Bang Gesang sampai emosi mendengar ocehan Bang Bekisar.
"Wira kenapa pot??" Tanya Bang Panji yang baru saja tiba disana.
"Tanya saja sendiri..!!" Jawab Bang Kisar.
Samar Bang Gesang mendengar suara Bang Panji disana dan Bang Panji pun sigap menolong sahabatnya.
"Kamu kenapa?" Bang Panji membantu Bang Gesang yang lemas seperti orang mabuk.
"Bantu Nasha buat jadah ( tetel )" jawab Bang Gesang asal.
Sejenak Bang Panji terdiam, sebersit sakit di hati masih menggores batin.. namun apa daya. Nasha tidak akan pernah menjadi miliknya lagi. "Ayo aku bantu ke ruang kesehatan saja. Jangan tidur disini..!!"
Tak tinggal diam, Bang Kisar pun ikut membantu sahabatnya yang sulit membuka matanya.
"Pot, ada bau apel nggak? Aku mual" pinta Bang Gesang. "Hhkk.."
"Sabun pel ruangan mau pot?" tanya Bang Kisar dengan usilnya.
"Weeess.. masuk angin kamu. Nanti aku kerokin..!!"
__ADS_1
:
"Merah semua Black. Mudah-mudahan setelah ini sembuh" kata Bang Panji.
"Wira kecapekan kali Pan. Kemarin lusa dia baru datang dari penugasan. Paginya pindah ke asrama. Hari ini sudah masuk."
"Iya Sar. Biar dia istirahat dulu beberapa menit. Nanti kamu bangunkan dia. Takut waktu sholatnya habis" tak lupa Bang Panji mengingatkan Bang Kisar.
//
"Dek.. Minggu depan ikut tanding volly ya..!! Gang Tucano ibu-ibunya minim lho. Istri Om Panji hamil tujuh bulan, istri KaIntel hamil. Banyak lah yang hamil. Biar genap enam orang deh, kamu masuk. Nggak pakai cadangan juga nggak apa-apa. Cuma untuk meramaikan hari ulang tahun Batalyon saja" kata Ibu Wadanyon.
"Siap Mbak. Nanti saya ikut" jawab Nasha.
"Eehh dek.. sini gabung..!!" Ajak ibu Wadanyon.
"Siap mbak. Arahan..!!" Diani pun ikut duduk dan bergabung dengan para istri perwira lain.
"Nanti tolong di catat ya, istri Om Wira yang ikut volly..!!" Kata Ibu Wadanyon.
"Baik mbak. Nanti saya catat" saat ini Diani merasa sedikit lebih senior karena dirinya bergabung dengan para istri anggota lebih dulu daripada Nasha.
"Apa kabar Sha? Semoga kamu cepat hamil ya? Biar cepat nyusul ramainya rumahku. Aku sama Abang cepat sekali dapat momongan" entah apa maksud Diani mengatakannya. Yang jelas para istri anggota tak banyak menanggapi ucap Bu Panji yang terkenal sedikit angkuh meskipun ada pembawaan lembut di dalamnya.
"Waahh.. berarti Pak Panji jantan sekali Mbak" kata seorang istri junior Bang Panji dan Bang Gesang.
"Bisa aja kamu dek" Diani tertawa seakan membenarkan ucapan istri juniornya itu.
Nasha malah menunduk tersipu dengan pikirannya sendiri saat mengingat malamnya bersama Bang Gesang. Disana istri Wadanyon, Mbak Lela Arko malah bertumpu dagu ikut tersenyum melihat senyum Nasha.
"Waahh.. sepertinya diam-diam Om Wira menghanyutkan nih. Secara dari garangnya Om Wira, sepertinya nggak mungkin kalau Om Wira mengecewakan." Mbak Lela Arko berbisik menggoda Nasha. Ia pun sempat tau masa lalu Nasha dan ia sangat menyayangi Nasha seperti adik kandung sendiri.
"Iihh.. Mbak Lela.. Nasha maluu"
"Berarti benar donk.. Om Wira sabuk hitam ilmu kebatinan" goda Mbak Lela Arko lagi.
"Ya ampun Mbak.. nanti terdengar yang lain." Nasha sampai menunduk malu mendengarnya.
.
.
.
.
__ADS_1