
******* panjang terlepas juga dari Bang Gesang. Untuk pertama kalinya ia mencoba surga dunia. Benar kata orang ketenangan jiwa seorang suami adalah jika sudah bersentuhan tubuh dengan sang istri, mengurai pelepasan hingga tuntas dan tenang. Ada kelegaan tersendiri dalam batin Bang Gesang namun tetap ada rasa tidak puas sebab dirinya tidak melakukannya bersama istri tercinta.
"Maaf ya dek. Maaf.. maaf..!!" Bang Gesang menciumi wajah Nasha penuh penyesalan.
...
Nasha terbangun dari tidurnya, semalam ia merasakan tubuhnya seakan tertindih beban namun ada rasa nikmat yang mengingatkan dirinya pada sesuatu. Saat kakinya melangkah, ia melihat Bang Gesang sedang tertidur pulas di lantai hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.
"Astagfirullah.. kenapa Abang tidur disini??? Bagaimana kalau Papa tau." gumamnya. Nasha bangkit dari duduknya tapi ia merasakan perih pada sela pahanya sampai tak sengaja ambruk menimpa Bang Gesang.
Buuhhgg..
"Allahu Akbar.." Bang Gesang terlonjak bangun karena perut bawahnya tertindih lutut Nasha. "Kenapa injak Abang sih dek??"
"Abang keluar sekarang..!! Nanti ketahuan Papa..!!" Pekik Nasha.
Bang Gesang yang baru saja terbangun dari tidurnya seketika ikut panik dan kocar-kacir.
Baru saja Bang Gesang membuka pintu, terlihat Papa Khobar dan kedua Abang Nasha menoleh ke arah Bang Gesang yang berisik di pagi hari.
"Kenapa kamu?? Mana Nasha??" Tanya Papa Khobar.
Kening Papa Khobar berkerut melihat penampilan Nasha dari balik punggung Bang Gesang. Putrinya itu duduk di lantai.
"Siap salah"
"Pa....."
Papa Khobar hanya menarik nafas panjang kemudian membiarkan Bang Gesang dan Nasha yang bagai orang linglung.
Bang Petir dan Bang Bujang tersenyum usil dan penuh arti.
"Astagfirullah..!!" Bang Gesang menepuk dahinya saat mulai sadar, ia pun kembali ke kamar dan menguncinya.
Perlahan ingatan Nasha pun kembali, ia menunduk menyimpan rasa malu yang tak terkira.
Bang Gesang berdiri di hadapan Nasha lalu mengulurkan tangannya. Nasha mendongak dan melihat wajah dingin dan kaku seperti biasanya tapi karena ia merasakan sakit di tubuhnya, terpaksa ia menerima uluran tangan dari Bang Gesang.
"Sakit?" Tanya Bang Panji seakan tau apa yang di rasakan Nasha.
Nasha melirik penuh tanda tanya. "Abang buat apa semalam??"
"Nggak ada" jawab Bang Gesang terlihat normal saja.
__ADS_1
"Nasha bukan perawan Bang, Abang jangan bodoh-bodohin Nasha" protes Nasha.
"Memangnya kamu kenapa?" Bang Gesang tak bisa menyembunyikan senyum nakal yang sejak tadi ia simpan.
"Yaaa.. Nasha seperti merasa ada yang........." Nasha sampai tak sanggup menjawab saking malunya.
"Ada yang apa?????? Ngomong kok sepotong" ledek Bang Gesang kemudian dengan cepat menyelipkan tangannya di perut Nasha dan mencubitnya lembut.
"Baaang..!!" Tegur Nasha.
Melihat Nasha mulai terpancing, tangan Bang Gesang semakin masuk dan meremas kecantikan tubuh Nasha.
"Abaaaaaaaaaaanngg..!!!!!!!!" Pekikan Nasha sampai terdengar keluar kamar.
Bang Gesang pun tertawa lepas dan berlari tunggang langgang keluar kamar.
:
"Keringkan yang benar..!!!!!" Perintah Nasha karena pagi buta dirinya harus keramas. Ia yakin semalam Bang Gesang sudah mengincipnya. "Abang tau nggak kalau itu pelanggaran"
"Maaf, Abang cuma nyolek wijennya sedikit aja"
"Gara-gara Abang celamitan, Nasha harus kemaras. Buat sanggul itu di anjurkan jangan keramas dulu Bang" Nasha begitu kesal dengan ulah Bang Gesang.
"Di anjurkan bukan berarti tidak boleh, lagipula kamu itu pakai jilbab, nggak pakai sanggul. Buat apa pikir sanggul???" Kata Bang Gesang tak habis pikir dengan jalan pikiran Nasha.
"Abang minta maaf kejadian semalam. Kamu sudah tidur, Abang nggak tega bangunin kamu. Terpaksa Abang main sendiri. Maaf.. Abang sungguh minta maaf" ucapnya berusaha jujur pada Nasha.
"Nasha kecewa sama Abang" Nasha berdiri berniat menghindari Bang Gesang tapi suaminya itu memeluknya hingga Nasha jatuh duduk di pangkuan Bang Gesang.
"Maaf..!! Sumpah hanya satu kali dan tidak lebih, bahkan mengintip pun tidak."
"Kenapa Bang??"
Untuk sejenak Bang Gesang terdiam. Memang alasannya sangat tidak masuk akal tapi itulah yang terjadi pada dirinya.
"Salah satu putus asa seorang suami adalah saat tidak bisa membuat istrinya senang dan puas di atas ranjang. Kamu sudah pernah menjalaninya, jadiiii............."
"Jangan di ulangi..!!" Jawab Nasha mulai paham permasalahan Bang Gesang.
"Nggak akan. Abang memang selesai tapi melakukan bersama istri akan jauh lebih puas. Bercinta itu saling memberi dan saling menerima"
-_-_-_-
__ADS_1
Penata rias menahan tawa dan tidak berani banyak berkomentar melihat sisa peperangan client nya. Tapi entah kenapa raut wajah Bu Wira terlihat sangat tidak bahagia.
//
"Tenang tapi menghanyutkan.. masa di malam pertama mu malah buat istri ngambek begitu Wir???" Tegur Bang Petir yang baru menikah bulan lalu dengan Binta.
Bang Gesang pun tak kalah frustasi dengan kemarahan Nasha. Istrinya itu irit bicara dan tidak mau tersenyum padanya. Kini Bang Petir ikut membuatnya pusing sebab ada tanda bekas keganasannya semalam. Itulah hal yang membuat dirinya tidak bisa menutupi keadaan. "Bukan begitu Bang"
"Abang sudah lebih dulu menikah, perempuan itu kalau marah urusan ranjang.. jawabnya ada dua.. kamu egois atau dia tidak puas."
"Bang.. please..!!" Bang Gesang berusaha berpikir mencari jalan keluar agar Nasha tak lagi marah padanya.
...
Bang Gesang dan Nasha melaksanakan acara pedang pora. Berjalan menuju dalam gedung Batalyon yang sudah di sulap sedemikian indahnya untuk acara pernikahan yang serba dadakan ini.
Selangkah demi selangkah mereka berjalan mengikuti prosesi yang ada. Bang Gesang terlihat tampan dan gagah, juga Nasha terlihat sangat cantik dan anggun.
Hingga upacara prosesi selesai.. Nasha masih diam dan itu sukses membuat Bang Gesang pusing tujuh keliling.
"Mau kemana??" Bang Gesang meraih tangan Nasha saat istrinya itu berniat meninggalkan pelaminan.
Nasha mengibaskan tangan Bang Gesang. Agaknya rasa kesal itu masih ada.
"Sayang..!!" Bujuk Bang Gesang.
Nasha masih enggan menatap wajah Bang Gesang sampai akhirnya, suaminya itu beranjak dan mendorongnya ke sebuah ruang kosong di samping pelaminan.
"Apa sih Abang?????"
Tak butuh waktu lama, Bang Gesang menutup pintu lalu menyambar bibir Nasha. Istri Lettu Gesang itu gelagapan mendapat serangan yang tiba-tiba. Tau Nasha sesak karena ulahnya, Bang Gesang menarik diri. Ia mengusap bibir Nasha yang basah. "Abang tau Nasha marah sama Abang, sabar sebentar.. Abang tau Nasha pengen di sayang"
Nasha memalingkan wajahnya.
"Mohon ijin arahan.. ibu Gesang Wira..!!" Ucap Bang Gesang membujuk Nasha.
"Nanti malam, ajudan nggak boleh kemana-mana..!! Jaga kamar sampai pagi..!! Wajib lapor satu kali dua puluh empat jam..!!" Pinta Nasha menutup pipinya yang memerah.
"Siap ibu, laksanakan perintah. Ajudan tidak akan kemana-mana. Jaga hati hingga nanti.. wajib lapor berlaku seumur hidup..!!" Jawab Bang Gesang.
.
.
__ADS_1
.
.