
Ditempat makan
"Kak Angga"
"iya Alina...?" sahut Angga
"Alina minta soal-soal olimpiade ya"
"oke Alina, besok kakak bawakan soal-soalnya. Besok kita ketemu di lab biologi ya"
"iya kak" sahut Alina sambil menundukkan kepala
"huh kenapa Aku tak mampu menatap kak Angga, jantungku serasa mau keluar dari tubuhku ini, Alina tenanglah " gumam Alina dalam hati.
Selesai makan Risa mengantar Alina pulang
" Makasih Ris" tersenyum pada Risa
" oke ,aku pulang langsung ya Lin . takut mama cari aku"
Alina tersenyum sambil mengangguk
di lihat Risa yang melambaikan tangan berlalu meninggalkan Alina
Alina masuk kerumah dan langsung menuju ke kamar atas
" Alina .."
alina terkejut , baru saja ia masuk ke kamar ibu nya sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
" Ada apa ma"
" Kamu dari mana saja Nak, tumben telat pulang nya?"
" Alina tadi diajak Risa untuk temani dia makan ma" ujar Risa sembari meletakkan tas nya ke atas meja
" oh iya , padahal mama baru aja mau ajak kamu makan, kamu masih mau makan Lin?" kata mama
" Maaf ma, Lina udah kenyang "
" Ya sudah mama ke bawah ya" tersenyum pada anak semata wayangnya
Setelah mama pergi Alina mengganti pakaian nya, dan duduk di meja belajarnya
**nafasku sesak
jantungku berpacu cepat
seakan ingin keluar dari tubuh ini
wahai pujaan hati
__ADS_1
andaikan kau tau
bisa kah kau tenangkan ia
wahai pujaan hati
bisakah kau lihat aku
aku yang mencintaimu dalam diam
tanpa suara
kumohon kau lihatlah lewat sorot mataku
kau akan tau rasa ku padamu
Alina Putri**
Alina menutup Buku harian nya, lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang.
Alina putri anak semata wayang pak Handoko dan ibu Hartini, keluarga yang sederhana. pak Handoko menjakankan bisnis konveksi. Bisnis yang tidak begitu besar yang ia bangun sebelum menikah dengan ibu Hartini.
Mempunyai anak yang manis, dengan hijab yang menutupi membuat gadis itu semakin anggun.
Alina terlelap di kamar serba biru itu, warna kesukaan Alina.
drrrrtttttt
Alina terbangun, mengucek mata yang masih mengantuk.
Dilihatnya layar handphone nya
Kak Angga
"Angga.....?"
Alina terkejut langsung duduk diatas ranjang nya.
***Ada apa kak rangga mengirim pesan untukku. tumben sekali** tanya hati Alina*
"Alina... besok kakak tunggu di ruang lab setelah pulang sekolah"
"jangan sampai lupa Alinaku"
Alina tersenyum melihat pesan kak Angga
Alinaku
Apa maksud nya?
Alina bingung membayangkan maksud panggilan kak Angga
__ADS_1
Alina memejamkan matanya ,membuka mata lalu mengetikkan pesan pada Angga
" iya kak, tenang saja alina gak lupa kok"
"oke Alinaku, besok kakak tunggu" balas chat itu
" iya kak🙂"
Alina melompat kegirangan dari ranjangnya
mangambil handuk dan berlalu ke kamar mandi.
Alina membasuh wajahnya dan bercermin menatap dirinya.
"sadar Alina" gumam hati Alina
Alina menyelesaikan mandinya mengganti pakaian santainya
meninggalkan kamar, dan segera turun ke bawah dilihatnya ibu nya yang sedang menyiapkan masakan untuk makan malam
" Mama Alina bantu ya" sambil tersenyum pada ibunya
" iya sayang"
Alina memakai apron, lalu mencuci sayuran yang ibunya siapkan.
Alina sungguh menyukai perkerjaan ini, Alina sangat senang sekali memasak
" Ma ayam nya mau dimasak apa ma"
tanya pada ibunya
" Mau dibakar sayang ,kamu bisa bantu sayang"
"bisa Ma"
Alina mengambil pan untuk membakar ayamnya mengolesinya dengan bumbu.
Aroma ayam bakar yang nikmat. setelah selesai Alina menyajikan nya di atas meja makan
lalu mereka makan bersama
"Alina..." ujar ayahnya
"iya pa.."
"Alina.. papa ingin kamu menjaga dirimu, belajar lebih giat dan meneruskan usaha papa sayang."
" iya pa, doa kan Alina semoga Alina bisa menjaga amanah papa"
mata ayah Alina berkaca dan tersenyum menatap putri satu-satunya itu.
__ADS_1