Kembali

Kembali
KEMBALI (Kau Cahaya Hidupku)


__ADS_3

🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋


"Kau cahaya hidupku, kau pelita dalam setiap langkahku, angan-anganku yang ingin membahagiakanmu, mungkin saat ini belum tercapai olehku, namun aku akan selalu membuatmu tersenyum di depanku, walau aku sering menyakitimu," Anggi bernyanyi agar Senja mau membuka matanya.


Dan Anggi berhasil, dia membuat Senja membuka matanya, sehingga kini tatapan meraka saling beradu.


"Senja, kamu jangan putus asa ya, jamu harus sembuh, kalau kamu sakit kaya gini, kan nggak ada yang jail sama aku." Anggi memberikan semangat untuk Senja.


Kak Anggi, aku hanya takut membuat Kakak terluka, aku nggak mau Kakak kecewa sama aku.


Senja tersenyum kecil kepada Anggi, namun itu sudah membuat Anggi merasa senang.


"Senja, apa kakak boleh memberitahu orang tuamu, kalau kamu sedang sakit?" tanya Anggi, berharap mendengar jawaban ya dari Senja.


"Tolong sembunyikan ini, Kak, aku nggak mau kalau bunda sama ayah tau, aku nggak mau bikin mereka khawatir sama aku, aku nggak mau Kak," mohon Senja kepada Anggi.


"Tapi kenapa? Bukankah seharusnya saat kamu sakit seperti ini kamu butuh orang tua kamu di samping kamu?" ucap Anggi merasa heran.


"Kak Anggi saja udah cukup buat menemani aku," ucap Senja dengan enteng.


Anggi merasa bahagia dengan ucapan Senja, dia mengartikan lain dari perkataan Senja, seakan dia sekarang merasa kalau dia sangat di butuhkan oleh gadis itu.


"Baiklah, aku akan menemanimu di sini," ucap Anggi dengan senyumnya yang lebar.


Senja tau kalau Anggi mengartikan ucapannya tadi dengan arti lain, sehingga Senja buru-buru meralatnya. "Maksudku, Kakak kan yang berjanji mau menemaniku," ralat Senja.


"Jangan meralatnya, aku suka kalimatmu yang sebelumnya 'Kak Anggi saja sudah cukup buat menemani aku' itu membuatku bahagia," ucap Anggi, kemudian memutari ranjang rumah sakit Senja, dan langsung duduk di kursi lagi.


Wajah Senja memerah, dia merasa malu dengan Anggi, entah kenapa ada perasaan yang menggikitik hatinya, saat Anggi mengatakan kalau dia bahagia dengan perkataannya.

__ADS_1


Satu minggu sudah berlalu, Senja sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, dan selama di rumah sakit, Anggi selalu menemani Senja, hanya terkadang bergantian dengan Bi Jum saat Anggi ada keperluan yang penting.


Senja pulang di jemput Anggi, Hendra, dan Erick, sebenarnya Senja menolak, tapi mereka memaksanya, akhirnya mau tidak mau, Senja mengalah saja.


"Makasih ya Kak, kalian mau menjemput aku, padahal nggak usah harusnya," ucap Senja saat berada di perjalanan pulang.


Saat ini Senja duduk di belakang bersama Anggi, Hendra yang menyetir dan Erick duduk dengan Hendra.


"Sama-sama, nanti kalau udah benar-benar sembuh, main lagi sama kita ya!" punya Erick.


"Jangan mau, bahaya kalau main sama mereka, mending main sama aku aja," sahut Anggi.


"Alah, itu mau, Lo, doang!" komentar Hendra.


"Ya biarin lah, kan dia bakal jadi istri gue nanti," ucap Anggi dengan percaya diri tingkat dewa.


"Mata, Lo, kelilipan ya? Ngapain kedip-kedip gitu coba." Erick berkomentar, tapi sebenarnya dia tau kalau Anggi tidak kelilipan, dan hanya menggoda Senja.


"Kak Anggi modus," ucap Senja, yang langsung membuat Hendra dan Erick tertawa.


"Hahahaha ...."


"Diam kalian," maki Anggi, karena merasa kesal dengan kedua sahabatnya itu.


Senja terkekeh melihat Anggi yang kesal dengan kedua sahabatnya, padahal mereka tertawa kan karean ulah Anggi sendiri.


Hendra dan Erick tidak menghiraukan makian Anggi, mereka makan mengajak Senja untuk berbincang dan mengabaikan Anggi.


"Senja, kamu emang beneran mau jadi istri Anggi?" tanya Hendra, hanya untuk membuat Anggi kesal.

__ADS_1


"Nggak tau deh Kak, aku takut sama orang yang gampang kesal begitu," jawab Senja yang tau itu hanya sebagai bahan untuk membully Anggi.


"Mending jangan mau!" sahut Erick.


"Kok kamu ngomong gitu? Kamu nggak mau jadi istri aku?" timpal Anggi.


"Kak Hendra, Kak Erick akun kaya dengar suara Kak Anggi, tapi aku nggak lihat orangnya, serem banget." Senja sengaja mengatakan itu untuk membuat Anggi semakin kesal.


"Wah, parah nih! Jangan-jangan ada hantu lagi di sini," komentar Hendra.


"Iya, hantunya suka maki-maki orang, sensi banget dia," sahut Erick.


"Iya Kak, aku sampai merinding nih," ucap Senja.


Anggi menatap ketiga oarang itu dengan tatapan kesal, kemudian tanpa aba-aba, Anggi menarik menggeser duduknya dan merangkul Senja, lalu langsung mencium pipi Senja.


Senja mematung saat mendapat ciuman tiba-tiba dari Anggi, setelah tersadar, Senja langsung mencubit pinggang Anggi, hingga membuat laki-laki itu menjerit kesakitan.


"Aaa-aaduh, le-le-lepas sayang," jerit Anggi.


"Gila, si Anggi nggak tau tempat banget, kalau mau mesra-mesraan jangan di sini dong, kan kasian kita yang jomblo," komentar Erick yang melihat momen saat Anggi mencium Senja.


"Makannya cari pacar dong," ucap Anggi, sambil merangkul Senja lagi.


Senja hendak mencubit Anggi lagi, tapi sayang, tangannya sudah di kunci oleh laki-laki itu.


#Jangan lupa like, komen, rate 5 ya..


Baca juga cerita aku "MENCINTAIMU DALAM DIAM"...

__ADS_1


__ADS_2