Kembali

Kembali
KEMBALI ( Cemburu Tak Tertahan )


__ADS_3

🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋


Anggi membalas pelukan Senja dengan erat dan membiarkan gadisnya itu menangis di dalam pelukannya, mata Anggi memerhatikan Faris yang berisi mematung sambil melihat ke arahnya dan juga Senja.


Mungkin kamu memang cinta pertamanya, tapi aku tidak akan membiarkan kamu merebut Senja dariku. Anggi berbicara dalam hatinya, dia benar-benar tidak akan membiarkan Faris mengambil hati Senja lagi, bagaimanapun caranya.


"Jangan menangis! Aku percaya kamu mencintaiku," ucap Anggi sambil mengusap kepala Senja dengan begitu mesra dan mengobarkan api cemburu di hati Faris.


Senja yang masih sesenggukan menggandeng tangan Anggi dan mengajaknya masuk ke dalam rumah, Senja juga mengajak Faris karena dia tidak mau kalau Faris pulang dalam keadaan hati yang gundah, karena itu bisa membahayakan nyawanya.


"Kak Faris, ayo ikut masuk, aku tidak membiarkan Kakak pulang dalam kondisi sedang ada masalah seperti ini," ucap Senja, sebenarnya Faris ingin sekali segera meninggalkan tempat ini. Namun, dia tidak mau menolak Senja.


Anggi melirik Faris dengan lirikan penuh rasa tidak suka, entah apa sebabnya tapi Anggi memang tidak suka dengan pria itu yang sudah diketahuinya adalah cinta pertama Senja.


"Emm ... bagaimana dengan calon suami kamu? Apa dia mengizinkan aku?" tanya Faris, matanya melihat ke arah tangan Senja dan Anggi yang bergandengan, dan itu membuat hatinya semakin sesak.


Ya Allah, kuatkan hatiku**!


"Tentu saja, Kak."


"Baiklah," jawab Faris setelah menghela napas panjang.


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, dan Senja menyuruh mereka duduk. Senja pamit kepada mereka dengan alasan mau mengganti bajunya sebentar. Sehingga sekarang hanya tinggal Anggi dan Faris saja di ruang tamu.


"Anda dosennya Senja, kan? Kenapa Anda kemari ke rumah siswi, Anda? Apa ada hal penting yang mau Anda bicarakan dengan calon istri orang?" tanya Anggi dengan sinis. Entah kenapa, Anggi tidak suka dengan pria yang duduk di seberangnya itu.


"Itu bukan urusanmu! Dan kamu tidak perlu ikut campur masalahku dengannya, karena aku yakin kalau kamu juga tidak akan suka jika orang lain mencampuri urusanmu," ucap Faris santai. Walaupun, hatinya hancur berkeping-keping.


"Tentu saja ini menjadi urusanku, karena ini mengangkut calon istriku!" ucap Anggi dengan suara keras dan penuh emosi. Berbeda dengan Faris yang bisa lebih tenang saat menghadapi masalahnya, kecuali masalah dia dengan ibunya.

__ADS_1


"Apa kamu bisa tenang sedikit? Mungkin aku memang tidak lebih baik darimu, tapi setidaknya aku tidak pernah membuat dia menangis karena aku bentak dan tidak percaya padanya, aku tahu banyak kesalahan besar yang aku perbuat padanya, tapi aku tidak pernah membuatnya terluka hanya karena masalah cinta," ucap Faris, dia tetap santai dalam mengahadapi Anggi yang sedang terbakar emosi.


"Apa maksudmu?" tanya Anggi membentak Faris.


"Tanyakan pada calon istrimu, karena dia lebih mengenal diriku daripada kamu," ucap Faris.


"Anda dengar baik-baik. Senja adalah calon istriku, bahkan kedua orangtuanya yang menitipkan dia untukku. Jadi, jangan pernah berharap dia kembali padamu!" Anggi menunjuk Faris dengan jarinya, dan Senja melihat itu semua. Senja bersembunyi dan melihat apa yang akan dilakukan dua pria itu setelahnya.


"Kamu salah kalau mengira aku akan merebut Senja darimu, karena melihat dia bahagia itu sudah cukup untukku." Faris mengatakan dengan tulus dan ikhlas dari hatinya. Mulai sekarang, dia akan mencoba untuk melupakan perasannya pada Senja.


"Anda pikir aku percaya pada perkataan, Anda? Jangan munafik!" ucap Anggi menyindir keras Faris.


Aku tidak menyangka kalau Kak Anggi akan berbicara tidak sopan seperti itu dengan Kak Faris, sikapnya malah menunjukkan seakan dia tidak percaya dengan perasaanku.


Dengan langkah pelan Senja menghampiri Faris dan Anggi yang langsung diam membisu, wajah Anggi terlihat pucat karena takut jika Senja tahu apa yang dia perbuat baru saja.


Kenapa dia datang di waktu yang tidak tepat? Bagaimana kalau dia tahu aku membentak Faris, pasti dia akan sangat marah padaku. Anggi menelan ludahnya dengan susah payah, dia tidak berani menatap gadis yang duduk tepat di sampingnya.


"Minta maaf untuk apa?" tanya Faris, karena dia memang tidak tahu kenapa gadis itu minta maaf padanya.


"Maaf atas perkataan Kak Anggi yang tidak sopan kepadamu," ucap Senja, terlihat jelas kesedihan di wajah gadis itu.


Dia meminta maaf untuk kekasihnya? Kenapa hatiku rasanya sangat sakit? Faris tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tidak apa, Senja. Yang dikatakan calon suamimu ada benarnya, aku memang munafik," ucap Faris dengan getir. Ya, dia memang munafik karena dulu tidak memperjuangkan cintanya untuk gadis itu.


"Jangan pernah bicara seperti itu, Kak! Aku sangat mengenalmu, dan aku juga sudah menyelidiki kenapa Kak Faris pergi dulu." Senja tersenyum dengan paksa, karena jujur dia tidak menyangka kalau kepergian Faris saat itu beralasan untuk memperkuat rasa cintanya.


"Senja, semoga kalian berdua bahagia, aku pamit pulang, sampai bertemu di kampus besok," pamit Faris, karena sudah merasa tidak tidak pantas lagi untuk menemui Senja sebagai masa lalunya.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru?" tanya Senja.


"Tidak apa-apa," jawab Faris tersenyum simpul.


"Baiklah, aku akan mengantarmu sampai depan," Senja berdiri akan mengantar Faris. Namun, kata-kata Anggi terdengar menyakitinya.


"Antarkan saja sampai ke rumahnya sekalian, biar bisa pacaran dan kembali berhubungan," ucap Anggi dengan senyum sinisnya.


"Apa maksud Kakak bicara seperti itu?" tanya Senja senja mata berkaca-kaca.


Faris hanya diam melihat Senja yang sudah hampir menangis, punya hak apa dia membantu Senja sedangkan dia bukan siapa-siapa sekarang. Faris menatap Anggi dengan tatapan datar.


"Jangan kira aku tidak tahu kalau kamu masih ada rasa dengannya, Senja! Aku bukan pria bodoh yang tidak tahu apa-apa," bentak Anggi, dia mendorong Senja sehingga membuat Senja hampir jatuh kalau saja Faris tidak menahannya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Faris, terlihat jelas kalau dia sangat mengkhawatirkan gadis itu.


"Aku akan membatalkan pernikahan kita, dengan alasan kamu selingkuh dengan pria lain," ucap Anggi, dia langsung pergi dari rumah Senja tanpa rasa bersalah sedikit saja.


"Kak Anggi," panggil Senja terisak, dia mengejar Anggi tapi Anggi malah kembali mendorongnya, dan membuat Senja jatuh hingga kepalanya terbentur tiang rumahnya.


Anggi tidak menghiraukan Senja dan langsung pergi begitu saja.


"Dasar pria brengsek!" Faris hendak mengejar Anggi dan memberinya pelajaran karena telah berani mendorong Senja, tapi niatnya dia urungkan saat melihat Senja tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari bekas luka di kepalanya.


🍁🍁🍁


Bersambung ...


Ayo ngamuk bersama anak-anak!

__ADS_1


Like, komen, rate dan votenya yang kenceng anak-anak!


__ADS_2