Kembali

Kembali
KEMBALI (Jangan Membuat Malu )


__ADS_3

๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹TAP JEMPOL๐Ÿ‘ KALIAN SEBELUM MEMBACA๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹


Seketika itu juga Herry langsung berlutut di depan Senja dan membawa seikat bunga mawar.


Senja tidak tau kapan Herry mendapatkan bunga itu, Senja tidak mau memikirkannya.


"Kak Herry apa yang kau lakukan?" tanya Senja.


"Senja maukah kamu menjadi kekasihku?" ucap Herry dengan suara keras sehingga bisa di dengar oleh semua orang yang berada di sana.


"Apa yang dia katakan, dia menyatakan perasaannya padaku, hey sadar dong kita itu nggak saling kenal."


Senja bingung mau berbuat apa, mereka menjadi pusat perhatian sekarang, Senja melirik ke arah Alarice dan melihat Alarice menganggukkan kepalanya.


Dan hal itu berhasil membuat Senja semakin kesal.


"Awas aja lo, gue yakin pasti ini ulah lo."


Terima... terima...


Semua orang di sana berharap Senja menerimanya.


Senja masih diam saja, perasaannya kacau, Senja yakin jika hal ini telah di rencanakan sebelumnya.


Senja melihat ke arah Herry yang tersenyum dan masih berlutut di depannya. Dan Senja tidak menyukai senyuman itu.


Senja menoleh ke arah Dini dan Doni, namun bukannya mendapat solusi Senja malah di buat tertekan.


"Jangan membuat malu kami Nak,karena sekarang kamu di perhatikan oleh banyak orang, jika kamu menolak maka kamu akan mempermalukan kami." ucap Dini lirih.


"Hay tuan dan nyonya apa yang kamu bilang barusan? jangan membuat malu kami, kalian tidak berkaca apa, kalau kalian mempermalukanku?"


"Tapi Tante, Senja bahkan belum mengenal Kak Herry." ucap Senja berharap bisa di maklumi.


"Kalian bisa saling mengenal setelah kalian resmi menjadi pasangan kekasih." ucap Doni.


"Tap..."


"Terima saja Senja." Alarice memotong perkataan Senja.


Senja memperhatikan sekelilingnya, suara sorakan untuk menerima masih terdengar. Jujur Senja sangat bingung harus berbuat apa sekarang.


"Kak Herry aku mohon bangunlah." pinta Senja.


"Aku tidak akan bangun sebelum kamu menerimaku." ucap Herry.


"Aku sudah mempunyai kekasih Kak." ucap Senja.


"Kamu bohong."


"Aku tidak berbohong."


"Lalu siapa kekasihmu?"


"Bebz apa salahnya sih menerima Kak Herry, lagi pula lo kan emang nggak punya pacar." ucap Alarice yang semakin memperkeruh suasana.


"Nona terimalah, kalian terlihat sangat cocok, jika kalian menjalin hubungan aku yakin kalian akan menjadi pasangan yang serasi."


"Maafkan aku, aku benar-benar sudah memiliki kekasih."


"Emang siapa bebz pacar lo, lo nggak pernah ngasih tau gue kalau lo punya pacar." ucap Alarice.


"Nggak semua tentang gue harus lo tau La." ucap Senja.


"Bangunlah Kak." Senja menarik tangan Herry agar berdiri, dan akhirnya Herry mau berdiri.


"Maaf semuanya kalau aku mengganggu pesta kalian, aku akan pulang."


"Beri tau kami dulu siapa kekasih mu Nona, setelah itu kami akan percaya denganmu."


Deg, Senja terdiam bagaimana mungkin dia memberitahu siapa kekasihnya sedangkan dia benar-benar tidak punya kekasih dan tadi itu hanya berbohong.


Di saat Senja diam dan tidak tau harus bagaimana menyikapi orang-orang itu tiba-tiba.


"Aku kekasihnya, dan tolong hargai keputusan kekasihku." ucap seorang laki-laki muda dengan jas berwarna navy yang senada dengan gaun yang di pakai Senja.


Semua orang yang ada di sana terperangah saat melihat seorang pria muda tampan yang mengaku sebagai kekasih Senja.


"Kak Anggi." gumam Senja lirih.


"Kok Kak Anggi bisa di sini?" tanya Alarice bingung.

__ADS_1


"Aku ke sini untuk membawa pulang kekasihku, maaf Tuan Doni, saya akan membawa kekasih saya." ucap Anggi, kemudian berjalan ke arah Senja dan menggandeng tangannya untuk meninggalkan pesta itu.


"Om, Tante, Senja pamit." ucap Senja yang ikut berjalan pergi dengan Anggi.


"Alarice, siapa laki-laki itu?" tanya Herry karena tidak mengenal Anggi.


"Dia Kak Anggi, kakak kelasku waktu SMA dulu." jawab Alarice jujur.


"Semuanya saya mohon maaf karena telah membuat pesta ini sedikit bermasalah, silakan nikmati hidangan yang sudah kami sediakan." Doni mencoba menetralkan lagi pestanya.


Tamu yang ada di sana segera bubar dan kembali seperti semula.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Anggi menyuruh Senja masuk ke mobilnya, dan Senja menurut karena Anggi telah menolongnya tadi.


Senja masih heran bagaimana Anggi bisa datang di pesta itu.


"Kak Anggi." panggil Senja sambil menoleh ke arah Anggi yang sedang fokus menyetir mobilnya.


"Hmm." jawab Anggi tanpa menoleh.


"Kok, Kakak bisa datang ke sana?"


"Nggak usah kepo." balas Anggi cuek.


"Kan cuma nanya doang." Senja mencubit hidung Anggi.


"Auuh ... lo usil banget sih." maki Anggi.


"Jangan marah lah Kak, udah ganteng gini kalau marah gantengnya ilang." Senja berbicara jujur.


"Pinter ngeles ya lo." Anggi menjitak dahi Senja dengan tangan kanannya.


"Les apa?"


"Gue mau tanya sama lo." Anggi tidak merespon pertanyaan Senja tapi malah melemparkan pertanyaan padanya.


"Tanya aja."


"Tadi lo di pesta bilang udah punya kekasih, lo serius apa cuma bohongan?"


Tentu saja aku berbohong


"You are still the same body as before."


Lo masih sama bodohnya seperti dulu.


"What you said just now?"


Apa kamu bilang barusan?


"Gue nggak ngomong tuh." Anggi menghentikan mobilnya di pinggiran jalan yang lumayan sepi.


"Kenapa berhenti Kak?" tanya Senja.


"Apa yang bakal lo lakuin kalau tadi gue nggak dateng?" Anggi berbicara dengan serius.


"I don't know."


Aku tidak tau


"Karena gue udah nolongin lo, jadi gue mau minta imbalan sekarang." Anggi sedikit memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Senja yang juga memutar sedikit tubuhnya.


"Jadi Kakak nggak iklhas?" Senja menatap Anggi dengan datar.


"Bukan nggak ikhlas, tapi karena gue tadi nolongin lo sebagai kekasih lo, jadi gue minta lo beneran jadi kekasih gue." ucap Anggi tanpa beban.


"Kak Anggi nembak aku?" tanya Senja masih santai.


"Mau pakai pistol atau senapan?"


"Psikopat." ucap Senja dengan wajah smirk nya.


"Cup." Satu kecupan mendarat di pipi kiri Senja.


"Gila, barusan Kak Anggi nyium aku? nyium aku beneran? oh God dia masih sehat kan?"


"Kak Anggi." bentak Senja memekakkan telinga. Anggi menutup telinganya, dan tersenyum tipis.


"Mau lagi?" Anggi menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Belum halal." jawab Senja sekenanya.


"Mau di halalin sekarang?" Anggi hanya bercanda.


"Ayo!" Anggi melongo mendengar jawaban Senja.


"KUA?" tanya Anggi.


"Iya Kakak tu yang KUA (KUMATNYA UDAH AKUT)." jawab Senja.


"Obatin dong!" ucap Anggi, sambil kembali mengemudikan mobilnya.


"Pakai apa?" tanya Senja menimpali.


"Cium lagi." Anggi menunjuk ke bibirnya.


"Ogah." Senja mengalihkan pandangannya dari Anggi.


"Haha...." Anggi tertawa senang.


"Senja." panggil Anggi.


"Hmm." Jawaban Senja kaya orang lagi banyak hutang, mikir berat hmmm."


"Lo cantik, tapi sayang." Ucap Anggi di gantung.


๐ŸŒปAnggi: Hei Thor lo kira perkataan gue jemuran apa, di gantung?๐ŸŒป


๐ŸŒปAuthor: Jangan iklan woy๐Ÿ˜ก.๐ŸŒป


"Sayang kenapa?"


"Aku nggak papa kok sayang."


Senja melirik Anggi dengan wajah kesal. Dari dulu Anggi pandai sekali membuatnya kesal.


"Beneran nggak papa kan sayang?" ucap Senja ikut-ikutan menggoda Anggi.


"Iya sayang."


"Kenapa aku jadi ikutan gila ya?" batin Senja.


"Kak Anggi langsung nganterin aku pulang kan?" tanya Senja untuk memastikan.


"Iya lah." balas Anggi.


"Aku ngantuk Kak." Senja menguap sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Kalau ngantuk tidur aja, nanti gue bangunin kalau udah sampai." perintah Anggi.


"Nggak papa nih?" tanya Senja karena merasa tidak enak.


๐ŸŒป**Senja: Lo kira makanan apa Thor nggak enak? ๐Ÿ˜๐ŸŒป


๐ŸŒปAuthor: Diem lo, bicara sekali kali gue kawinin lo sama pangeran kodok (Anggi).๐ŸŒป


๐ŸŒปSenja: Gue diam, gue diam ๐Ÿ˜”."๐ŸŒป**


"Iya bawel."


"Ikan Kak." Senja masih sempat membalas perkataan Anggi.


"Itu Bawal bodoh."


"Makasih pujiannya."


"Udah cepet tidur lo." Anggi mengusap wajah Senja dengan tangannya agar gadis itu memejamkan matanya.


Senjapun tidak membuka matanya lagi, Senja sudah terlelap dalam tidurnya.


Anggi yang melihat itu hanya bisa tersenyum simpul.


Ingin rasanya mencium bibir Senja tapi dia masih ingat batasnya, dan dulu waktu SMA, Anggi mencium Senja di depan Rizal dan Hendi adalah karena kecelakaan.


Anggi mengusap kepala Senja pelan, kemudian pandangannya fokus kembali ke depan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 HIJRAH, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...


Terima kasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ’•...

__ADS_1


__ADS_2