Kembali

Kembali
KEMBALI ( Mau Apa )


__ADS_3

🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋


Faris berjalan di belakang Senja, dia cukup senang saat Senja mau mengajaknya masuk, karena dia sempat mengira kalau gadis itu akan mengusirnya karena tidak mau lagi menemuinya.


Sesampainya di ruang tamu, Senja menyuruh Faris untuk duduk, sedangkan dia sendiri pergi ke dapur untuk meminta Bi Jum membuatkan minuman dan membawa camilan ke ruang tamu nanti.


"Maaf, Non. Apa bibi boleh tahu siapa tamu, Nona?" tanya Bi Jum sedikit ragu, karena telah lancang bertanya hal yang seharusnya tidak dia tanyakan.


"Teman lama, Bi. Dia juga dosenku." Senja menjawab dengan tersenyum ramah tanpa beban.


Rumah Senja kembali sepi karena kedua orangtuanya dan kakaknya sudah kembali ke Indonesia, karena mereka memiliki banyak pekerjaan di sana.


"Wah, jarang sekali ada dosen yang mau berkunjung ke rumah siswanya," komentar Bi Jum, tangannya sibuk membuat memotong buah, karena dia mau membuat jus Mangga.


"Mungkin dia kurang kerjaan, Bi." Senja terkekeh sambil matanya melirik ke ruang tamu untuk melihat apa yang dilakukan dosen yang juga teman lamanya.


"Non bisa saja." Bi Jum tersenyum dan mulai memblender buah Mangganya.


"Bi, Senja ke sana dulu, ya. Nanti kalau udah selesai langsung bawa ke sana aja, Bi." Senja berjalan meninggalkan dapur dan kembali ke ruang tamu.


Faris terlihat sedang berjalan sambil memerhatikan satu per satu foto Senja yang dipajang di dinding rumahnya. Karena asik melihat-lihat dia menyadari kalau Senja sudah berdiri di belakangnya.


"Apa yang Bapak lakukan?" tanya Senja, sudah kembali memanggil Faris dengan panggilan Bapak sama seperti saat di kampus.


"Kamu membuatku terkejut." Faris mengusap dadanya saat berbalik dan mendapati Senja berada di belakangnya sambil melontarkan pertanyaan padanya.


"Mungkin karena Bapak sudah tua, jadi Bapak mudah sekali terkejut." Senja mengatakan itu dengan sengaja, karena jujur dia masih kesal dengan Faris dan dia tidak ingin kalau perasaannya yang sudah hilang kembali lagi.


"Umurku tidak beda jauh darimu." Faris menjawab dan menatap mata Senja lekat, tapi Senja segera mengalihkan pandangannya dari Faris.


"Bukan urusanku." Senja menjatuhkan dirinya ke sofa, dia cukup lelah hari ini karena banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi freezer sekarang?" tanya Faris, dia ingin duduk di samping Senja, tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat Senja menatapnya tajam.


"Kenapa kau jadi Radio rusak sekarang." Senja membalas perkataan Faris, karena memang Faris sekarang lebih banyak bicara.


"Kau berani mengataiku?" Faris terlihat kesal tapi, dia bisa menahan kekesalannya jika di depan gadis itu.


"Kenapa tidak? Ini kan rumahku, aku bebas melakukan apa pun sesuka diriku." Senja malas sekali menanggapi Faris, jujur dia ingin istirahat saja sekarang.


"Sombong sekali, kau." Faris menarik salah satu sudut bibirnya sehingga membentuk senyuman sinis di bibirnya.


"Aku yang sombong, kenapa kau yang ribut?" Senja menaikkan nada suaranya, dan menatap tajam Faris.


"Karena aku terganggu." Faris balas menatap Senja sehingga tatapan mereka beradu, berbeda dengan Senja yang bersikap biasa-biasa saja, jantung Faris malah berdetak kencang saat mendapatkan tatapan dari gadis yang sangat dia rindukan.


"Kau mau apa?" tanya Senja sudah mengalihkan pandangannya, karena dia bisa melihat ada tatapan yang tidak bisa dia artikan dari mata Faris.


"Aku mau kamu." Faris tersenyum menggoda, dan di balas dengan lemparan bantal sofa yang tepat menganai wajahnya.


"Kau gila." Senja kembali mengambil bantal sofa yang satu lagi, dan bersiap akan melemparkan pada Faris. Tapi, pergerakan pria itu lebih cepat darinya. Sehingga, bantal yang tadi dia lemparkan pada Faris kini mengenai wajahnya karena Faris melemparkannya balik.


"Kau menyebalkan, pulang sana, pulang!" Senja bangun dari duduknya dan menarik tangan Faris yang masih duduk di sofa ruang tamu.


"Aku tidak mau pulang." Faris tetap duduk dan membiarkan Senja menarik tangannya, Senja terlihat berusaha dengan sangat saat menarik tangan Faris, tapi tidak ada pergerakan dari pria itu.


Satu tarikan dari tangan Faris membuat Senja terjatuh ke dalam pelukannya, Faris tersenyum bahagia saat berhasil membuat Senja jatuh di pelukannya. Faris melingkarkan kedua tangannya mengunci tubuh Senja hingga gadis itu tidak bisa bergerak karena ulahnya.


"Lepaskan aku!" Senja berteriak hingga memekakkan telinga Faris, bukannya melepaskan, Faris malah semakin mengeratkan pelukannya pada gadis itu.


Senja memberontak dan terus berusaha melepaskan diri dari Faris, tapi semua itu sia-sia. Tidak punya cara lain, akhirnya dia pura-pura sakit kepala.


"Aaa ... aduh, kepalaku sakit sekali." Senja memegang kepalanya dengan satu tangan sedangkan, tangannya yang lain menahan tubuhnya agar tetap ada jarak dengan Faris.

__ADS_1


"Mana yang sakit? Maafkan, aku! Aku benar-benar tidak bermaksud membuatmu sakit." Faris melepaskan tangannya yang memeluk Senja. Bahkan, dia terlihat sangat panik dan khawatir saat gadis itu merintih mengatakan sakit.


Sejenak Senja terdiam dengan reaksi Faris yang diluar dugaannya, Senja tidak pernah membayangkan kalau Faris akan sekhawatir itu dengannya, terlebih setalah sekian lama terpisah.


Senja menjauhkan dirinya dari tubuh Faris, dan tidak lama setelah kejadian itu, Bi Jum menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi dua gelas jus dan juga camilan.


"Tuan, Nona, silakan di minum!" Bi Jum meletakkan minuman dan camilan di meja. Lalu, dia pun segara kembali ke dapur.


"Minumlah! Kau pasti haus," ucap Senja sudah kembali dalam mode freezernya.


"Kamu perhatian sekali." Faris mengambil gelas yang berisi jus dan meneguknya sampai habis.


"Kalau sudah selesai, kau bisa pulang." Senja mengusir Faris dengan cara yang halus.


Faris meletakan kembali gelas yang di tangannya ke meja. Dia menatap Senja dengan tatapan memelas hingga membuat gadis itu mengalihkan pandangannya.


"Jangan menatapku dengan wajah memelasmu! Kau kira aku peduli?" Senja tidak mau terpengaruh dengan Faris, dia takut menyakiti hati Anggi.


"Sebenarnya aku ke sini karena aku malas di rumah ada wanita yang telah meninggalkan aku dulu." Faris menundukkan kepalanya, matanya terlihat berkaca-kaca, banyak sekali kekecewaan yang terlihat di sana.


Saat Senja mendengar kata 'wanita itu' Senja langsung mengarahkan pandangannya kepada Faris. Senja tahu siapa wanita yang dimaksud oleh Faris. Ada rasa iba di hati Senja saat mengingat bagaimana Faris bercerita tentang wanita itu dulu.


"Kenapa dia bisa ada di rumahmu?" Akhirnya karena lumayan tertarik dan penasaran, Senja bertanya pada Faris.


"Minta maaf padaku." Faris tersenyum senang saat Senja mau berbicara dengannya, dan kali ini Senja berbicara dengan lembut tidak lagi dingin dan ketus.


"Maafkan saja, lagipula dia orang penting dalam hidupmu." Senja memberikan saran, tapi dia tidak peduli mau diterima atau tidak.


🍁🍁🍁


Bersambung ...

__ADS_1


Halo readers lover's, aku mau ngucapin Terima kasih buat kalian yang sudah mengikuti cerita aku sampai sejauh ini.


Maaf ya bila aku tidak up setiap hari. Semoga kalian suka dengan ceritanya, like komen dan dukungan kalian adalah penyemangat untukku melanjutkan ceritaku.


__ADS_2