
🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋
"Iya-iya aku bersihin, yaudah ayo ke kamar mandi." Senja langsung turun dari tempat tidur dan berlari masuk ke kamar mandi.
"Nah gitu dong." Anggi mengikuti Senja masuk ke kamar mandi, sambil tersenyum puas.
"Basahin muka Kakak dulu!" perintah Senja yang langsung di laksanakan Anggi.
"Udah." ucap Anggi.
"Sekarang, tutup mata Kakak."
"Oke."
Perlahan Senja mengusapkan busa dari sabun muka ke wajah Anggi, menggosoknya dengan pelan, dan tanpa sadar baju yang di pakainya basah karena cipratan air.
"Udah selesai, basuh muka Kakak sekarang."
"Basuhin."
"Nggak mau."
"Basuhin, atau..."
"Iya-iya di basuhin." Senja membasuh wajah Anggi pelan, dan sekarang wajah Anggi sudah bersih dari lipstik.
"Makasih sayang, aku cium dulu." Anggi mencium dahi Senja, kedua pipinya dan juga bibir Senja, secara kilat, dan Senja tidak bisa menghindar karena Anggi mengunci tubuhnya.
"Lain kali, jangan main cium-cium sembarangan." ucap SenjaSenja, sambil menjewer telinga Anggi.
"Kamu kan kekasihku, jadi teserah aku dong." rintih Anggi sambil berusaha melepaskan tangan Senja dari telinganya.
"Kak, kita belum nikah, kalau lakuin itu dosa." Senja melepaskan tangannya, namun sekarang malah mencubit perut Anggi.
"Sebentar lagi aku akan nikahin kamu." pekik Anggi.
"Don't kidding."
"i'm not."
"Kak, lihat! bajuku basah gara-gara Kakak." Senja hanya menganggap semua itu sebagai candaan saja, jadi dia mengalihkan pembicaraan.
"Tinggal ganti." balas Anggi tanpa beban.
"Aku ngga bawa baju ganti."
"Pakai milikku."
"Aku berhijab."
"Itu mudah."
Anggi menarik tangan Senja keluar dari kamar mandi, kemudian Anggi mengambil satu kemeja dan celana jeans baru yang belum pernah dipakainya. Dan melemparkan semua itu ke arah Senja, yang dengan sigap langsung menangkapnya.
"Ini kebesaran Kak." ucap Senja saat menerima celana jeans yang di berikan Anggi.
"Nggak kok, coba dulu, itu kekecilan, yakin pas di kamu." ucap Anggi yakin.
__ADS_1
Senja kembali masuk ke kamar mandi, tidak lama kemdian dia keluar lagi dan sudah memakai baju dan celana milik Anggi.
"Nggak usah aku kembaliin ya bajunya."
"Terserah lo deh." Anggi kemudian berjalan keluar dari kamarnya, dan tentu saja di ikuti Senja.
"Kak." panggil Senja ketikan mereka menuruni tangga.
"Hmm." Anggi berhenti dan menoleh ke belakang di mana gadis yang memanggilnya berada.
"Nggak jadi." ucap Senja karena merasa ragu.
"Nggak jelas." gumam Anggi.
"Pakai kacamata aja biar jelas." ucap Senja, sambil menurunkan kelopak mata kiri bagian bawah dengan jari telunjuknya.
"Kalian habis ngapain, lama banget." komentar Erick saat melihat Anggi dan Senja turun dari tangga.
"Aku tadi minta di mandiin sama dia." Anggi menunjuk gadis yang sekrang telah berdiri di sampingnya itu.
"Lo serius?" tanya Hendra.
"Serius lah."
"Jangan percaya Kak!" ucap Senja.
"Sarapan yuk." ajak Anggi.
"Udah jam 10.00 baru mau sarapan, huh." komentar Senja.
"Senja masakin nasi goreng dong." pinta Hendra.
"Ada nggak Nggi?" Erick bertanya kepada Anggi.
"Nggak tau gue, cek aja sana!" titah Anggi kepada Hendra, yang di balas dengan tatapan kesal oleh pria itu.
Hendra menyusul Senja ke dapur, Hendra mengecek apakah ada bahan untuk nasi goreng atau tidak.
"Ada nih bahannya." ucap Hendra memberitahu Senja.
"Yaudah, kalian tunggu aja di depan, nanti kalau udah selesai aku panggil."
"Non mau di bantu?"
"Nggak usah Bi."
Senja kemudian mengambil bawang putih, bawang merah dan cabai rawit, lalu mengahaluskan bawang putih dan juga cabai, sedangkan bawang merah ia iris tipis-tipis.
Senja mulai menulis bumbu satu persatu, setelah di rasa harum, Senja memasukkan nasi, dan tidak lupa garam dan penyedap rasa lainnya, setelah tercampur Senja menambahkan sayuran dan setelah siap, Senja membuat suny side up sebanyak empat buah.
Kemudian menghilangkan ke piring, tak lupa Senja memberi garnish di sana.
"Kak Anggi, semuanya, nasi gorengnya udah jadi." panggil Senja dari dapur, karena jarak dengan ketiga pria itu cukup dekat.
"Makasih sayang udah masakin kita." ucap Anggi yang langsung mendapat pelototoan dari Senja.
Bukannya takut, Anggi malah mendekati Senja dan mencium pipinya sekilas. Senja menarik baju Anggi kemdian mencubit pinggangnya dengan keras, hingga pria itu mengaduh kesakitan.
__ADS_1
"Nggi, lo kalau mau nyium orang, jangan di depan kita para jomblo dong!" protes Erick.
"Kak, aku juga jomblo kok." sahut Senja.
"Anggi kalau manggil kamu sayang, berarti kalian udah pacaran." timpal Hendra.
"Kak Hendra, patah hati nggak?" tanya Senja bercanda.
"Iya nih de, abang sakit banget." Hendra berakting seolah-oalah dia sangat terluka.
"Biar sembuh, nih aku suapin." Senja mengambil alih sendok dari tangan Hendra, kemudian menyuapi Hendra satu suapan.
"Gue juga mau." pinta Erick.
Senja mengabulkan, dan menyuapi Erick satu suapan.
"Honey, aku belum." keluh Anggi, saat melihat Senja duduk dan menyantap nasi goreng miliknya sendiri.
"Kamu mah, makan sendiri aja."
"Nggak adil dong, masa mereka di suapin aku enggak?" Anggi pura-pura ngambek berharap Senja mau menyuapinya.
"Adil, soalanya tadi Kakai nyium aku." ucap Senja dengan kesal.
"Jadi kalian beneran pacaran?" tanya Erick penasaran.
"Nggak."
"Iya."
Anggi dan Senja menjawab bersamaan namun dengan jawaban yang berbeda, dan itu membuat Erick ingin membully Anggi.
"Iya juga ya, mana mau Senja yang cantik ini sama Anggi." Erick berbicara dengan sangat santai.
"Jadi maksud lo gue nggak handsome? gue jelek iya!" teriak Anggi tidak terima.
"Lo ganteng kok Nggi, tapi...." Erick sengaja menggantung kalimatnya, Hendra melirik sekilas kepada Erick.
Nyari mati nih bocah, malu-maluin kakak lo woy, gue kan malu jadinya sama tingkah lo, Erick. Hendra menendang kaki Erick dari bawah meja makan.
"Apaan sih?" Erick menatap tajam Hendra, tatapannya setajam jarum jahit, yang kalau kena tangan, cress, sakit.
"Ssssttt... terusin yuk makannya." Senja mencoba mencairkan suasana, yang tadi cair semakin cair.
Mereka melanjutkan makan mereka, kemudian setelah selesai, Anggi mengajak Senja untuk menemaninya ke taman belakang.
"Maaf Kak Anggi, aku nggak bisa, aku mau pulang soalnya ini udah siang." tolak Senja dengan ramah.
"Kan rumah lo dekat, jadi nggak papa lah." bujuk Anggi dengan mata puppy eyes nya.
"Maaf ya Kak, lain kali aja."
"Yaudah deh." Anggi meninggalkan Senja, dan berjalan menaiki tangga.
Dasar cowo aneh.
#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...
__ADS_1
Terima kasih 😘💕...