
🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋
"Nggak semudah itu aku memaafkan dia, Senja. Cuma Kamu yang paling tahu bagaimana perlakuan dia ke aku selain keluargaku," ucap Faris, dia masih belum bisa memaafkan wanita itu.
"Kak Faris, dia itu ibumu, yang melahirkan dan mengandungmu selama sembilan bulan, apa dengan alasan ini Kakak masih belum bisa memaafkannya?" tanya Senja, dia sedikit menasihati Faris.
"Aku sudah mencobanya, tapi aku nggak bisa, Senja," keluh Faris, kalau saja Senja bukan milik orang lain, mungkin dia akan memeluk gadis itu sekarang.
"Cobalah lagi, Kak! In sya Allah, kamu bisa memaafkan dia," ucap Senja.
"Baiklah, aku akan mencobanya lagi," ucap Faria akhirnya.
"Apa masih ada yang mau dikatakan padaku? Kalau tidak ada lebih baik Kakak pulang sekarang juga," usir Senja dengan halus, di tidak mau berlama-lama dengan Faris.
__ADS_1
Faris menatap Senja dengan sendu, dia belum ingin pulang tapi dia sudah tidak tahu lagi harus bicara apa dengannya, akhirnya setalah cukup lama berpikir dia memutuskan untuk bertanya tentang kehidupan pribadi gadis yang pernah dan masih dicintainya itu.
"Senja, apa aku boleh tahu alasan kamu membenciku sekarang? Emm ... dulu hubungan kita sangat baik bukan, apa kita tidak bisa berteman seperti dulu lagi?" tanya Faris dengan sedikit khawatir kalau pertanyaannya akan membuat Senja semakin membencinya.
Sejenak Senja memerhatikan pria di depannya itu dengan seksama, dia melihat dari atas sampai bawah dan dia tahu kalau sekarang Faris sudah banyak berubah, dia lebih terlihat dewasa dan auranya lebih terlihat teduh dan menarik perhatian kaum hawa, jujur Senja merasa merindukan masa-masa ketika mereka masih bersama dulu.
Bagaimana mungkin aku membencimu, Kak. Sedangkan aku masih sama seperti dulu, jujur perasaan itu masih tersisa di hatiku. Sayangnya kata-kata ini hanya berada di dalam hatinya saja.
"Aku tidak membencimu, Kak." Akhirnya hanya kata itu yang terucap dari mulutnya.
"Lupakan saja, Kak!" ucap Senja.
Merasa gadis itu tidak mau bicara padanya, akhirnya dengan berat hati Faris pamit untuk pulang, padahal dia tidak akan pulang melainkan akan pergi entah ke mana untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
"Sepertinya kamu tidak mau bicara denganku, kalau begitu aku pulang dulu, Assalamu'alaikum," pamit Faris, dia langsung berdiri dan berjalan keluar dari rumah Senja.
Senja merasa tidak enak hati saat melihat Faris pamit dengan wajah yang ditekuk, dia tahu kalau Faris sedang punya banyak masalah sekarang, tapi dia tidak bisa membantunya, dia tidak mau ikut campur masalah orang lain.
Saat Faris sudah hampir sampai pintu, Senja tiba-tiba memanggil namanya dan menyuruhnya untuk tidak keluar sekarang, Faris tidak merasa senang, karena dia tahu kalau Senja seperti itu hanya karena Senja merasa kasihan dengan dirinya. Faris tetap melangkah keluar bahkan dia mempercepat langkahnya.
"Kak Faris tunggu! Jangan keluar dulu!" ucap Senja, dia berjalan mendekati Faris yang mengabaikan ucapannya.
Karena Faris tidak mau berhenti, akhirnya Senja berlari dan menarik tangan Faris hingga pria itu berhenti dan menatap tajam Senja, Namun, Senja tidak merasa takut atau marah dengannya.
"Aku tahu kamu sedang punya masalah, maaf!" ucap Senja.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung ...