
"Jadi kok, nih sekarang mau ke sana." Senja kembali berdiri kemudian keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur.
Senja ingin membantu Zara tapi karena sudah selesai dan hanya tinggal mengoven saja, akhirnya Senja cuma duduk di kursi dapur.
Senja mengajak Zara untuk mengobrol, sampai Verton pulang. Malam harinya Mereka makan malam bersama, dan ketambahan satu orang yaitu Alex.
Selesai makan malam, Alex pamit pulang karena sudah cukup larut malam.
🍁🍁🍁
Jam istirahat ke dua di sekolah, setelah makan siang dan sholat Senja kembali ke kelasnya.
Alarice baru datang bulan jadi tidak sholat, hari ini Senja berjanji untuk main ke rumah Alarice dan memutuskan untuk menginap karena sudah mendapat izin dari ayahnya.
"Bebz, jadi nginep di rumah gue kan?" tanya Alarice untuk memastikan.
"Jadi, gue udah bawa baju ganti sama jadwal besok juga." balas Senja.
"Akhirnya, setelah berkali-kali ngebujuk lo, akhirnya lo mau juga main ke rumah gue."
"Habis gue kasian sama lo, tiap hari minta gue main terus."
"Haha... yang penting lo sekarang udah mau."
Bel berbunyi, murid-murid kembali mengikuti pelajaran sampai waktu selesai.
Senja dan Alarice berjalan bersama menuju tempat di mana mobil jemputan Alarice berada.
Mereka masuk ke dalam mobil.
"Senja, nanti kita ke supermarket dulu ya, gue mau beli titipan mama gue." ucap Alarice.
"Ok La." jawab Senja.
"Pak, nanti mampir ke supermarket dulu ya." Alarice memberitahu pak sopir.
"Baik Non."
Tak lama mobil sudah menepi dan parkir di depan supermarket, Alarice dan Senja turun sedangkan pak sopir menunggu mereka di dalam mobil.
Alarice menarik satu troli untuk mempermudah membawa belanjaannya.
"Emang banyak ya belanjanya? kok bawa troli segala? tanya Senja.
"Lumayan lah, sekalian beli cemilan buat kita makan nanti." jawab Alarice.
"Kita ke mana dulu nih?" tanya Senja lagi.
"Ke bagian sayur-sayuran, tapi lo nggak harus ikut, pilih aja apa yang pengen lo beli, santai nanti gue yang bayar." ucap Alarice.
"Ok."
__ADS_1
Alarice sedang memilih sayuran yang akan dia beli, sedangkan Senja sedang berkeliling mencari apa yang akan dia beli.
Saat Senja sedang memilih, ada seorang wanita menghampirinya.
"Hai." sapa wanita itu.
Senja yang melihat wanita itu langsung menatapnya tidak suka, dan mengabaikannya.
"Gue lagi ngomong sama lo,kok malah di cuekin sih." ucap wanita itu.
"Oh,lo ngomong sama gue, emang lo kenal sama gue ya?" ucap Senja jutek.
"Lo nggak ingat sama gue, biar gue memperkenalkan diri lagi, gue Lisa pacar kakak lo."ucap wanita itu yang ternyata adalah Lisa.
"Gue ingat sekarang, lo mak lampir yang di ceritain sama kakak gue, karena kecentilan itu." ledek Senja.
"Kok lo nggak sopan sih sama pacar kakak lo sendiri, gue aduin lo sama kakak lo." ancam Lisa dengan bangga.
"Kakak gue nggak punya pacar tu, dan seumur hidup Kakak gue belum pernah yang namanya pacaran, apalagi pacaran sama mak lampir." balas Senja santai.
"Tau dari mana lo kalau kakak lo nggak pernah pacaran? denger ya kakak lo itu dulu ngejar-ngejar gue, tapi karena gue cantik jadi gue jual mahal sama kakak lo, dan gue nolak dia pas dia nembak gue." ucap Lisa.
"Oh gitu ya? tapi kakak gue bilang kalau waktu dia SMP dulu dia tenar lho di sekolahnya secara dia itu ketua OSIS dan dia juga pemain basket terhebat waktu itu, banyak cewe yang suka sama dia, tapi dia tolak," ucap Senja, "dan kakak gue juga bilang kalau ada satu cewe yang dengan PD nya ngaku-ngaku jadi pacar kakak gue dan sering gangguin kakak gue, kakak gue bilang cewe itu centil banget, udah centil, cerewet ngaku-ngaku jadi pacarnya, kok ada ya cewe nggak tau malu kaya dia." sindir Senja.
Lisa seperti mendapat pukulan telak saat Senja mengetahui cerita yang sebenarnya.Lisa merasa malu kemudian pergi begitu saja.
Senja tersenyum sinis saat melihat Lisa yang pergi setelah dia bicara.
"Kamu beli apa bebz?" tanya Alarice.
"Gue nggak beli apa-apa." jawab Senja karena mood nya seketika hilang saat bertemu dengan mak lampir tadi.
"Yaudah yuk ke kasir."
"Ok."
Setelah selesai membayar, mereka berdua masuk ke mobil dan pulang.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah Alarice.
Alarice menyuruh pelayan untuk mengambil barang belanjaannya di bagasi, dan dia mengajak Senja masuk.
"Selamat sore semuanya, Alarice pulang." teriak Alarice saat memasuki rumah.
Alarice menarik tangan Senja ke ruang ke ruang tamu, di sana ada mama dan papa Alarice.
"Sore Om, Tante." sapa Senja menyalami mereka.
"Kamu Senja ya?" tanya mama Alarice.
"Iya Tante."
__ADS_1
"Alarice sering cerita tentang kamu lho, sekarang kalian mandi dulu sana trus ganti baju." perintah mama Alarice.
"Iya Ma, yaudah kita ke kamar dulu ya Pa, Ma."
"Iya sayang."
Alarice mengajak Senja masuk ke kamarnya, mandi secara bergantian dan setelah selesai mereka memutuskan untuk tetap di kamar saja.
Hari sudah menjelang malam, terdengar suara ketukan di pintu kamar Alarice.
"Tok... tok..."
"Siapa?" tanya Alarice.
"Ini kakak, boleh masuk nggak, kakak mau ngambil laptop kakak yang kemarin kamu pinjam." ucap seseorang di balik pintu.
"Masuk aja Kak, pintunya nggak di kunci." balas Alarice.
Saat ini Alarice dan Senja sedang tengkurap sambil bermain monopoli.
Kakaknya Alarice masuk, dan melihat adiknya tidak sendiri.
Senja yang tadinya tengkurap langsung bangun dan duduk begitu pula dengan Alarice.
"Laptop Kakak ada di meja tu." ucap Alarice.
Saat kakaknya melihat wajah Senja, Alarice jadi heran. Sedangkan Senja yang melihat kakaknya Alarice langsung berucap.
"Kak Alex."
"Senja, ngapain di rumah aku?"
"Senja kan teman aku Kak, dia ke sini mau menginap, karena aku yang minta," ucap Alarice, "kok Kakak bisa tau namanya? Senja juga, kalian saling kenal?" lanjutnya.
"Kak Alex itu teman kakaknya aku."
"Iya, dia adik temanku."
"Oh, yaudah Kak buruan ambil laptop nya habis itu cepat pergi dari kamar aku."
"Kebiasaan ya kamu, kalau ketemu kakak pasti langung nyuruh pergi."
"Terserah aku Kak, aku lagi main nih jangan ganggu."
"Iya-iya dasar bawel." Alex mengacak-acak rambut adiknya.
Alex mengambil Laptop miliknya kemudian segera pergi dari kamar adiknya.
#Jangan lupa like, komen, rate dan votenya ya...
Terima kasih 😘💕...
__ADS_1