
****Ingin rasanya aku kembali.
kembali pada masa dimana aku bisa menatap lebih lekat matanya.
Sirat senyuman di wajahnya.
Menempel kuat dalam ingatan.
Punggung itu melangkah jauh
dalam gapaiku.
Biarlah,
Walau aku tak mampu ungkapkan .
Biarlah rasa ini aku pendam .
Semoga nanti tersampaikan.
Alina putri**
Alina menutup buku nya, meletakkan wajah diatas buku kesayangan nya.
"Andai kau tau rasaku kak, aku sungguh menyukaimu"
bulir bening mengalir dipipinya,
seketika mata Alina menutup
terlelap dalam tidur nya.
fajar minyingsing
Alina membersihkan kamar nya
berlalu ke kamar mandi .
mengguyur tubuh dengan air dingin,
mengganti pakaian nya.
Lalu bersimpuh dihadapan yang maha pencipta, mengadahkan tangannya, seketika
bulir bening kembali jatuh di tempat sujudnya.
Alina menuruni tangga
bergegas ke dapur untuk membantu ibunya membuat sarapan.
" Hari ini hari libur, apa kau akan pergi Alina"
tanya ibunya.
"Sepertinya tidak ma" sahut Alina
"Baiklah kalau begitu bagaimana hri ini kita jalan-jalan? "
"Benar ma? "
"iya sayang" ibu nya tersenyum pada gadis kesayanggan nya itu.
Alina menata meja makan, lalu meletakkan peralatan makan di atas meja. Sedangkan ibu Alina menata makanan diatas meja.
" Alina pagil papamu nak"
__ADS_1
" Siap ma"
Alina naik ke atas, ke kamar ayahnya
" papa "
panggil Alina
Tidak ada jawaban. Alina masuk ke kamar ayah nya, manghampiri ayah nya yang masih dibawah selimut.
"pa...???"
"papa..." panggil Alina lagi
rasa khawatir muncul dalam dirinya, kenapa ayahnya tak menjawab panggilannya
dibuka nya selimut ayah nya dan
bwahhhhhh
"papa..." Teriak Alina
" papa mengagetkanku "
melihat putrinya cemberut ayahnya langsung memeluk Alina
" Maaf sayang "
" Papa Alina takut, papa jangan gitu lagi yahh "
Ayahnya tersenyum gemas melihat putrinya
" iya putriku sayang " sambil mencubit putri kesayangan nya
"iya sayangkuhhhh " yang langsung mengangkat putrinya turun ke dapur
Ditirunkannya Alina
ibunya keluar dari dapur membawa kue kesukaan nya
" selamat ulang tahun putri mama "
tersenyum bahagia melihat putrinya.
" mama " mata Alina berkaca, papa yang ada di belakangnya memeluk putri nya dihampiri ibunya yang turut memeluk Alina.
" Selamat ulang tahun ke 17 anak papa "
Alina tersenyum haru melihat yang diberikan oleh kedua orang tua nya.
" ma.., pa.., makasih ya "
" iya sayang " ujar ayah dan ibunya berbarengan
" ayo kita sarpan " ajak ibu Alina
ayah dan Alina menggikuti ibunya dan duduk di kursi masing-masing.
Setelah sarapan keluarga bahagia itu bersiap-siap. mereka akan mengajak putri kesayangan nya untuk jalan-jalan siang ini.
" kita pergi kemana sayang " tanya papa nya
" kita ke mall ya pa "
" siap sayang"
__ADS_1
ayahnya tersenyum melihat putrinya dari kaca Alina menatap jalanan yang sesak karna kendaraan yang memenuhi jalanan.
ibunya memeluk putri kesayangan nya itu
" ma.., pa.., Bagaimana jika Alina suka dengan seseorang " ucap putri kesayangan nya
" normal dong sayang" ujar ibunya
" mama"
Alina terlihat cemberut dan mengalihkan pandangan nya ke depan. Ibunya yang melihat hanya tersenyum menahan tawa
" Sayang, suka itu hal yang wajar, tapi ingat jangan sampai kau terjebak akan cinta yang salah. Jaga dirimu tunjukkan kehormatanmu sebagai seorang wanita. Soal jodoh yang diatas telah mentakdirkan nya untuk mu. Kau hanya harus meminta pada Nya . Jika kau menginginkan berikhtiarlah, semoga Allah takdirkan untukmu sayang. " ucap papa nya lembut kepada anak nya.
" Alina mengerti pa " jawab anak nya lembut
Setibanya di mall ayah dan dua orang kesayangannya memasuki toko sepatu
" sayang, kau mau sepatu kan? " tanya ayah Alina
" iya pa " senyuman manis anak nya itu membuat hatinya bahagia.
Anak yang tak pernah membantah kata-katanya, menyejukkan pandanganya.
" Terima kasih Tuhan kau anugrahkan anak yang baik sepertinya " gumam ayah nya dalam hati
dipandangnya Anak dan ibu itu memilih-milih sepatu yang cocok untuk putrinya
tak tersa setetes bulir bening jatuh dipipi nya dan langsung diseka.
ayah Alina menghampiri mereka
" pa, ini bagus? "
sepatu putih polos dengan lis biru dipinggirnya, Alina menginginkan sepatu yang dipilihnya itu.
" iya sayang, cocok sekali dengan mu" ujar ayah nya
" Baiklah" senyuman tersirat di wajah manis putrinya yang memberikan sepatu kepada penjaga toko
" mbak, saya mau yang ini "
" ukuran nya berapa dik ? "
" ukuran 39 mbak"
" baiklah"
penjaga toko itu sibuk mencari no sepatu untuk Alina. Alina duduk di kursi toko tersebut . Menatap keluar kaca toko itu.
Degg
Jantung Alina berdetak.
Dilihat nya seseorang dari dalam toko
ayah melihat anak nya tersenyum bahagia , juga merasa bahagia.
Ayah nya tak tau kalau putrinya menatap seseorang yang di cintainya
Membuat senyuman kecil diwajahnya menampakkan dua lesung pipinya.
manis sekali
Angga.....
__ADS_1