
🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋
"Emang benar Senja kangen sama Kakak?" tanya Hendra kepada Senja setelah mendengar ucapan Anggi.
"Iya Kak Hendra, i miss you," balas Senja sambil membentuk love dengan jari telunjuk dan kelingkingnya.
"Miss you too," balas Hendra.
"Kalau mau pacaran jangan di rumah gue woy, emang di sini tempat buat pacaran apa?" ujar Anggi dengan ketus.
"Kak Hendra main aja ke rumah aku kalau nggak boleh di rumah Kak Anggi, Kak Erick juga nanti ke rumah aku ya, aku masakin yang enak buat kalian, nanti makan siang di rumah aku ok," ucap Senja kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar.
"Kak Anggi kalau mau ikut juga boleh," ucap Senja sebelum benar-benar keluar dari rumah Anggi.
"Ogah gue," teriak Anggi agar terdengar oleh Senja.
Lihat aja nanti juga bakal datang ke rumah aku, sombong banget huh. batin Senja.
Senja masuk ke dalam mobilnya setelah menyuruh satpam untuk membawa gerbang, kemudian Senja pulang ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari rumah Anggi.
🍁🍁🍁
Kini Senja sudah berada di dapur dan perang dengan alat masaknya di bantu Bi Jum juga.
"Masaknya kok banyak, Non?" tanya Bi Jum yang melihat bahan makanan yang telah di siapkan Senja.
"Iya, Bi. Nanti ada teman-teman Senja yang mau makan siang di sini," jawab Senja sambil memotong-motong sayuran.
"Nona Alarice sama Den Ark, ya, Non?" tanya Bi Jum lagi.
"Bukan, Bi, tapi kakak kelas Senja dulu waktu SMA, Senja baru ketemu sama mereka hari ini ini setelah menghantar KaK Hendi ke Bandara," ujar Senja masih fokus dengan sayuran di depannya.
"Bibi nggak kenal sama mereka ya, Non?" tanya Bi Jum sambil membuat bumbu untuk opor ayam.
"Iya Bi. Bibi nggak kenal," ucap Senja.
"Non, makanan penutupnya kita buat puding aja gimana Non?" usul Bi Jum.
"Wah, ide bagus itu Bi, Nanti Senja juga mau bikin es buah kan seger Bi,nanti es buahnya bikinnya yang banyak kasih ke Pak Slamet, Pak Tio, sama Pak Mamat juga."
"Oke Non."
Senja dan Bi Jum sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Senja mengambilkan es buah untuk tukang kebun dan juga satpam rumahnya.
Senja memberikan kepada mereka juga makanan kepada mereka. Mereka makan di ruang makan yang khusus untuk mereka karena mereka tidak mau makan bareng dengan Senja.
Senja membersihkan dirinya dan berganti pakaian, kemudian setelah berganti pakaian Senja duduk di sofa ruang tamu.
Sesaat kemudian terdengar bel dari luar, Senja membukakan pintu dan terlihatlah Anggi di sana.
"Kak Anggi ngapain ke sini? katanya tadi nggak mau ke sini?" tanya Senja memojokkan Anggi.
"Gue emang nggak mau kok, tapi gue mau ngasih tas lo nih, ketinggalan di rumah gue." Anggi memberikan tas Senja yang tertinggal di rumahnya.
"Makasih Kak, tapi kan bisa nanti di titipin sama Kak Hendra atau Kak Erick. Apa jangan-jangan Kak Anggi emang sengaja dateng ya?" goda Senja.
"Enggak kok."
"Yaudah ayuk masuk Kak, udah telanjur ke sini juga kan, makan siang sama kita ya."
__ADS_1
"Karna lo paksa jadi gue terima deh tawaran lo." Anggi mengikuti Senja masuk ke rumah, Anggi duduk di sofa ruang tamu tak lama kemudian Hendra dan Erick datang.
"Masuk Kak Hendra, Kak Erick, di dalam udah ada Kak Anggi tu," ucap Senja.
Erick dan Hendra ikut masuk, kemudian melihat Anggi cengengesan saat mereka tatap dengan tatapan tajam.
"Katanya mau supermarket kok bisa sampai sini? nyasar ya lo?" ledek Erick.
"Emang tadi Kak Anggi bilang gitu?" tanya Senja.
"Iya, dia pamitnya mau pergi ke supermarket eh taunya dia udah ada di sini, bilangnya aja nggak mau ke sini tadi, eh malah udah nyampai paling awal," jawab Hendra.
"Oh gitu, salat dulu yuk Kak," ajak Senja.
"Ok."
Mereka salat secara berjamaah, selesai salat Senja mengajak mereka ke ruang makan.
"Wah, seger nih ada es buah," ucap Erick.
"Iya dong Kak. Aku ambilin ya." Senja mengambilkan es buah untuk Hendra dan Erick.
"Kak Anggi mau nggak?"
"Boleh deh."
Senja kemudian juga mengambilkan untuk Anggi.
Mereka makan dengan lahap, sambil sesekali bergurau walaupun Senja sudah memarahi mereka karena makan sambil bicara, tapi karena kekonyolan Anggi dan juga Erick membuat Senja ikut tertawa juga.
"Kakak mau nambah boleh nggak?" tanya Hendra.
"Boleh dong Kak, sini aku ambilin."
"Aku juga mau nambah," ucap Anggi.
"Oke Kak." Kini Senja giliran melayani Anggi.
"Kak Erick mau nambah juga?" tanya Senja.
"Enggak, gue udah kenyang," tolak Erick.
Hendra yang melihat Anggi kesal sangat senang dia akan membuat Anggi kesal lagi.
"Uhuk-uhuk." Hendra pura-pura tersedak.
"Nih minum Kak." Senja meberika air putih untuk Hendra.
"Uhuk-uhuk." Anggi tidak mau kalah dengan Hendra. Senja membrikan air putih untuk Anggi juga.
Erick yang melihat kedua sahabatnya itu hanya tersenyum karena tau kalau mereka hanya pura-pura.
Erick malah sibuk memakan puding buatan Senja, yang sangat enak itu.
Kini Hendra punya ide yang lebih gila. Hendra meminta Senja menambahkan sambal di makannya.
"Senja,kakak mau nambah lagi sambalnya." pinta Hendra. Dan Senjapun mengambilkan.
"Gue juga," pinta Anggi.
__ADS_1
"Tambah lagi dong!" pinta Hendra lagi.
"Aku nambah tiga sendok." Anggi mengambil sendiri kemudian mencampurkan dengan makanannya dan langusng Anggi lahap dengan cepat.
"Hah ... hah ... air mana air cepet kasih gue air pedes banget ini hah ... huuuu ... hah."
"Bwahahaha ...." Hendra tertawa terbahak melihat Anggi terkena jebakannya.
Erick juga ikut tertawa. Sedangkan Senja jadi bingung sendiri.
"Kak Anggi juga ngapain iri sama Kak Hendra, syukurin itu akibat karena suka sok-sok an." ucap Senja meledek Anggi namun tetap memberikan air minum untuknya.
Rival gue, bahaya juga. batin Anggi langsung menyeruput air minum yang Senja berikan.
"Panas-panas,"teriak Anggi.
"Sebentar lagi pedasnya hilang Kak, karena udah minum air panas," ucap Senja.
"Bwahahahaha ...." Hendra dan Erick tertawa keras.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian rasa pedasnya menghilang. Anggi menatap tajam ke arah Hendra , dan Hendra hanya menanggapi dengan senyuman.
"Lain kali Kak Hendra nggak boleh kaya gini lagi ya."
"Oke deh." pasrah Hendra karena Senja yang minta.
"Tapi bolehnya ngerjainnya yang lebih parah dari ini hehe ...." Senja tersnyum lebar setelah mengatakan itu.
"Senja, mau kurang ajak sama gue?" ucap Anggi naik pitam.
"Udah banyak ajar kok Kak, nggak kurang lagi," ucap Senja.
Anggi yang mendengar jawaban Senja jadi kesal, bisa saja gadis itu membuatnya kesal.
"Kak, aku punya pertanyaan dan soal kalau tau di jawab ya," kata Senja.
"Apa soalnya," tanya Erick.
"Kalau mundur itu kan ke belakang, dan kalau maju itu ke depan, sedangkan masuk itu ke dalam, trus kalau keluar itu ke mana Kak?" tanya Senja.
Anggi, Erick dan Hendra berpikir keras untuk menjawabnya. Anggi sampai bolak-bolik sambil berpikir. Erick mengetuk meja dengan tangannya. Sedangkan Hendra mengerutkan dahinya tanda dia sedang berpikir keras.
Namun mereka tidak menemukan jawabannya sama sekali,dan mereka menyerah.
"Kakak nggak tau jawabannya," ucap Erick
"Kakak juga nggak tau, kakak nyerah deh," sahut Hendra.
"Gue juga nggak tau, emang jawabannya apa?" ucap Anggi sekalian menanyakan jawabannya.
"Senja nggak tau Kak, makannya Senja tanya sama kalian," ucap Senja sambil menyengir kuda.
"Lo ngerjain kita?" tukas Anggi.
"Enggak kok, Kan emang aku nggak tau, makannya aku tanya sama kalian."
"Dasar, lo nggak berubah dari dulu." Anggi menjitak dahi Senja.
"Hehe ...." Senja tersnyum sambil mengelus dahinya.
__ADS_1
#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...
Terima kasih 😘💕...