Kembali

Kembali
KEMBALI ( Dosen Baru )


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹TAP JEMPOLπŸ‘ KALIAN SEBELUM MEMBACAπŸ¦‹πŸ¦‹


Karena Senja hari ini di jemput Alarice dan Arka, dia jadi tidak membawa mobil sendiri, mereka berangkat menggunakan mobil milik Arka.


"Senja, maaf. Saat kamu sakit aku tidak bisa menjagamu," ucap Alarice merasa tidak enak dengan Senja. Jujur dia tidak tahu kalau Senja kembali sakit, karena tidak ada orang yang memberitahunya.


"Tidak masalah, Lala. Aku sudah sehat sekarang, kamu tidak perlu merasa tidak enak seperti itu, oke?" ucap Senja dengan lembut.


Alarice tersenyum saat mendengar itu dari Senja, "Kamu memang sahabtku!" ucap Alarice dengan nada yang dibuat mendayu-dayu.


Mereka sudah sampai di kampus sekarang. Mereka segera masuk ke kelas mereka, karena kebetulan saat mereka sampai di kampus, kelas mereka akan segera di mulai.


Saat Senja dan kedua sahabatnya berjalan ke kelas, sekilas Senja melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Faris. Senja memerhatikan pria itu, tapi karena dirinya sedang buru-buru dia tidak akan mengejar pria itu.


Dia mirip sekali dengan Kak Faris. Tapi, aku rasa itu mungkin bukan Kak Faris.


Senja dan Alarice sudah di kelas mereka sekarang. Satu dosen pembimbing masuk dan memberitahukan pada mereka kalau akan ada dosen baru yang mengajar.


"Selamat siang semuanya," sapa dosen itu sambil tersenyum pada semua mahasiswanya.


"Siang kembali, Pak," balas semua mahasiswa kompak.


"Bapak di sini bukan untuk menyampaikan materi kepada kalian, tapi bapak di sini mau memperkenalkan dosen baru yang akan mengantikan tugas bapak," ucap dosen itu dengan suaranya yang berwibawa.


"Laki-laki atau perempuan, Pak?"


"Tua atau muda, Pak?"


"Asik nggak, Pak, orangnya, kalau nggak asik males ah, Pak?"


Suara mereka terdengar bersahut-sahutan sehingga membuat Senja jenuh saat mendengarnya.


"Kalian tenang dulu, yang pasti dosen baru ini ganteng karena dia seorang laki-laki, dan yang kedua dia masih muda, umurnya baru dua puluh dua tahun," ucap dosen itu yang langsung membuat mahasiswi riuh karenanya.


"Kalian bisa tenang atau tidak? Kalau kalian masih ribut, bapak tidak jadi memperkenalkan dosen baru itu," ancam dosen itu yang langsung membuat semua mahasiswi yang berisik tadi diam.


Dosen lama itu keluar lalu masuk kembali dengan seorang dosen muda yang tampan dan membuat semua mahasiswi terbengong saat memandang makhluk ciptaan Tuhan yang hampir sempurna itu.


Kelas kembali riuh dan itu membuat Senja menjadi sangat kesal. Dia menutup kedua telinganya tanpa menghiraukan keadaan di sekitarnya.


"Kalian bisa diam atau tidak?" ucap dosen lama.


"Yaelah, Pak. Kan kita lagi mengagumi pria tampan yang ada di depan kita ini, Pak," sahut Lili salah satu mahasiswi.


"Bener kata Lili, Pak. Kita kan mengagumi," sahut Naeyon.

__ADS_1


Faris belum menyadari kalau di antara mahasiswa di kelas itu ada seseorang yang sangat dia rindukan selama ini.


"Kalau kalian tidak diam, saya akan keluar kelas sekarang juga," ucap Faris dengan tegas, sehingga membuat semua orang menjadi bungkam.


Setelah situasi kembali tenang, Faris langsung memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan, nama saya Faris Fajar Adyatama Renald, saya adalah dosen baru yang akan menggantikan tugas Dosen Hardi," ucapnya.


🍁🍁🍁


Mereka sudah memulai kelas mereka, tapi Senja mengikuti kelas dengan menunduk, hanya telinganya yang fokus mendengarkan dan tangannya sibuk membuat coretan di kertas agar bisa mengingat materi yang diberikan oleh dosen itu.


Saat kelas sudah selesai, dosen itu menyuruh salah satu mahasiswi untuk menemuinya di ruangannya, dan karena yang bertanggung jawab dengan kelas itu hanya Senja, maka Senja yang akan menemui Faris nanti.


"Senja, nanti kamu ke ruangan dosen baru kita, ya! Tadi dia yang nyuruh," ucap Lili pada Senja.


"Oke, sekarang apa nanti nih?" tanya Senja pada Alarice, karena Lili sudah pergi.


"Sekarang, aku tunggu kamu di kantin, ya," ucap Alarice kemudian pergi meninggalkan Senja.


"Dasar bocah itu, langsung pergi begitu saja," gumam Senja.


Senja berjalan ke ruangan dosen batin yang menyuruh untuk menemuinya, tapi Senja tidak tahu nama dosen itu, karena dia tadi menutup telinganya.


Aku lupa, aku kan tidak tahu namanya, dasar Senja.


"Permisi, Pak. Saya mau tanya nih, Pak. Bapak tahu nggak ruangan dosen baru yang menggantikan Dosen Hardi?" tanya Senja.


"Oh saya tahu, ruangannya ada di dekat ruangan saya, kamu bisa mencarinya ke sana," jawab dosen itu.


"Terima kasih, Pak," ucap Senja sebelum meninggalkan dosen itu.


"Senja tunggu!" panggil dosen itu sehingga membuat Senja berjalan mendekat lagi.


"Ada apa, Pak?" tanya Senja pada sang dosen.


"Kenapa kepala kamu di perban? Kamu habis kungfu?" tanya dosen itu.


"Saya nggak habis kungfu, Pak. Tapi saya sempat sakit karena mengejar Gajah terbang," ucap Senja dengan serius walaupun dia bercanda.


"Trus kamu dapat Gajah terbangnya?" balas dosen itu.


"Tidak, Pak," jawab Senja dengan sedih.


"Kenapa? Apa Gajahnya lupa bawa sayap? Atau Gajahnya belum bayar sewa?" tanya dosen itu bercanda.

__ADS_1


"Wah, Bapak pintar sekali, Gajahnya memang belum bayar sewa, Pak. Makannya Senja nggak bisa ngejar, karena Gajah itu udah di kejar sama Angsa," jawab Senja sambil terkekeh.


"Jadi kepala kamu terluka karena apa?"


"Nabrak tiang listrik," jawab Senja.


"Kok bisa?" balas sang dosen.


"Habis pas saya jalan, tiang listriknya nggak mau minggir, Pak, ketabrak deh sama saya, jawab Senja.


"Hahaha, bagus, pergilah temui dosen barumu, bisa gila bapak kalau bicara sama kamu," perintah dosen itu sambil mengibaskan tangannya menyuruh Senja pergi.


"Yang ada saya yang gila gara-gara, Bapak," ucap Senja, kemudian langsung berlari, karena tidak mau diamuk oleh dosen itu.


"Dasar anak itu," gumam sang dosen sambil tersenyum.


🍁🍁🍁


Senja sudah sampai di depan ruangan dosen baru, dia mengetuk pintu kemudian setelah mendapatkan sahutan dari dalam, dia langsung masuk.


"Siang, Pak," sapa Senja pada sang dosen.


"Siang juga, silakan duduk!" perintah Faris.


Faris yang tadi berdiri membelakangi Senja langsung berbalik, dia tidak tahu kalau yang menemuinya adalah Senja. Dan saat dia berbalik dan melihat wajahnya. Senja dan Faris sama-sama terkejut.


"Kak Faris."


"Senja."


Mereka bicara secara bersamaan. Sungguh, Faris merasa sangat bahagia saat bisa bertemu lagi dengan Senja. Rencananya pulang ke Indonesia yang batal tidak membuatnya menyesal, karena dia sudah bertemu dengan Senja di sini.


Senja yang awalnya tersenyum karena merasa senang bisa bertemu kembali dengan Faris, langsung menghapus senyum di bibirnya. Dia merasa kecewa sekarang karena dulu Faris meninggalkannya tanpa memberinya kabar.


"Senja, aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi, aku sangat bahagia," ucap Faris sambil berjalan mendekati Senja.


"Aku juga tidak menyangka, kalau kita akan bertemu lagi," ucap Senja dengan ketus.


"Senja, kamu kenapa? Kenapa kamu menjawabku dengan ketus?" tanya Faris merasa sedih, dia tidak mengira kalau Senja akan bersikap acuh padanya.


"Bapak tadi menyuruh saya kemari menemui, Bapak, apa ada yang mau Bapak sampaikan kepada saya?" tanya Senja dengan bahasa formal, dan dia tidak menjawab pertanyaan Faris yang baru saja ditanyakan padanya.


🍁🍁🍁


Bersambung ...

__ADS_1


Like, komen, rate, dan vote seikhlasnya ya ...


Sampai jumpa di bab berikutnya ...


__ADS_2