
Mereka berada di sana cukup lama, dan setelah mereka puas mereka memutuskan untuk pulang, Senja di antar Hendra sampai rumahnya.
Setelah mengantarkan gadis itu pulang, Hendra juga pulang ke rumahnya.
🍁🍁🍁
Hendra sudah sampai di rumahnya, saat dia sampai kamar dia mencari HP nya yang tidak ada di saku jaketnya.
"HP gue di mana ya? tadi gue taruh di jaket kok." karena seingat Hendra memang HP nya dia simpan di saku.
Hendra kembali keluar kamar untuk mencoba mencari HP nya kalau-kalau ada di motor.
"Nggak ada, di mana ya?" Hendra bermonolog, kemudian mengingat-ingat lagi.
"Gue ingat, tadi kan HP gue di bawa sama Senja. Yaudah deh besok sekolah mungkin bakal dia bawa." ucap Hendra kemudian masuk kembali ke kamar.
🍁🍁🍁
Senja baru selesai membersihkan diri, dia hendak mengambil HP nya untuk mengecek apakah ada pesan atau tidak.
Tapi saat mau mengambil HP di dalam tasnya, Senja melihat ada dua HP di sana.
"Ini kan HP nya Kak Hendra, pasti dia nyariin, yaudah lah gak apa-apa biar besok aku kasih ke Kak Hendra di sekolah.Tapi kan besok hari minggu, yaudah deh hari senin aja aku ngasihnya."
Senja meletakkan HP Hendra di atas meja belajar agar besok tidak lupa membawanya.Ada banyak pesan masuk dari kontak di HP Senja. Namun Senja hanya membalas beberapa pesan dari Alarice dan mengacuhkan pesan yang lain.
Tapi Senja penasaran juga dengan pesan yang di kirim Anggi. Jadi Senja memutuskan untuk membaca pesan itu.
"Curut, Lo di mana? tadi gue ke rumah lo, tapi kata pelayan, lo pergi sama Kakak lo."
"Curut, balas pesan gue kek, jangan di anggurin."
"Elah padahal online, di baca juga enggak, sakit hati abang, Dek."
"Woy curut."
"Dasar ya emang kalau sama curut mah di mana-mana nggak bakal di respon."
Senja tersenyum membaca pesan dari Anggi, bukan karena isi pesannya tapi karena banyaknya pesan yang di kirim Anggi. Yang Senja baca hanya beberapa saja.
"Tu cowo udah kaya emak-emak yang khawatir sama anaknya, ngirim pesan aja sampai puluhan haha..."
Senja meletakkan HP miliknya di dekat HP milih Hendra, kemudian mematikan lampu kamar dan tidur.
🍁🍁🍁
Pagi harinya di hari Senin setelah sudah memakai seragam rapi, Senja turun untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sekolah.
"Kak kemarin jadi beli Martabak nggak?" tanya Senja karena kemarin kakaknya pergi jalan-jalan sama teman-temannya pas hari Minggu.
"Nggak jadi, nggak ada lo akan enak Martabak nya." balas Hendi.
"Hendi, Senja kalau lagi makan nggak boleh bicara, ayah nggak suka."
"Kan udah selesai Yah, ya kan Bun?" Hendi meminta pembelaan dari Zara.
"Iya benar.Tapi perkataan ayahmu lebih benar."
"Ih Bunda mah, itu cuman mau nyari perhatian sama Ayah aja, aku nggak mau nambah adik lho Bun, punya adik satu saja udah repot, apalagi kalau punya adik lagi." Hendi berucap dengan kesal.
__ADS_1
"Masih pagi woy, pikirannya ke mana Kak?" komentar Senja.
"Bunda juga nggak mau nambah kok, lagian kamu ini orang nggak ada yang mikir sampai sana kok kamu malah mikirnya sejauh itu, padahal kan bunda cuma bela Ayah."
"Kak Hendi udah mau nikah kali Bun."
Hendi mengambil sepotong roti kemudian melipatnya dan menjejalkan ke mulut Senja.
"Kalau ngomong jangan ngawur dong."
Senja mengunyah roti itu kemudian minum air putih, setelah itu baru bicara.
"Maaf, yaudah yuk berangkat." ajak Senja.
"Ayah, Bunda kita berangkat dulu ya Assalamu'alaikum... muah." Senja menyalami tangan kedua orang tuanya kemudian mencium mereka begitu pula dengan Hendi.
"Waalaikumsalam, hati-hati."
"Siap komandan."
Seperti biasa Senja di antar Hendi sampai sekolahnya, setelah mengantar adik nya Hendi melajukan mobilnya menuju kampus.
🍁🍁🍁
Sesampainya di kampus Hendi memarkirkan mobilnya di parkiran kampus, saat dia berjalan ke kelas di mana dia akan mengikuti kelas pagi ini dari kejauhan tampak seorang pemuda melambaikan tangannya.
"Tumben lo datang pagi-pagi banget, biasanya juga suka mepet kalau berangkat."
"Ya kan gue mau berubah jadi mahasiswa yang rajin."
"Terserah lo deh Lex."
"Adik lo apa kabar?" tanya pemuda itu.
"Kan udah pernah lo kenalin ke gue pas kita di danau."
"Haha, gue lupa."
"Dasar kalau udah tua mah pelupa."
"Enak aja kalau ngomong ya, umur lo aja lebih tua dari gue, jadi kalau gue tua lo juga tua dong haha..."
"Haha... adik lo cantik ya, boleh nggak kalau kapan-kapan gue ajak dia jalan, gue nggak akan apa-apain dia kok." ucap pemuda itu.
"Alex, jangan bilang lo suka sama adik gue? dia masih kecil." balas Hendi.
"Nih ya Hen, kan wajar kalau misal usia cewe lebih muda dari cowonya." kata Alex.
"Haha ... ok gue percaya kok sama lo, lo orang nya baik, dan nggak bakal macam-macam sama adik gue, gue kasih nomor adik gue aja ya."
"Ok."
Hendi mengirim nomor HP Senja ke nomor Alex.
"Udah masuk nih, makasih ya."
"Ok, yaudah sekarang kita masuk aja, sebentar lagi dosennya datang."
"Siap."
__ADS_1
Mereka berjalan memasuki ruang kelas bersama.
🍁🍁🍁
Karena pagi tadi Senja tidak bertemu dengan Hendra, maka sekarang saat jam istirahat pertama Senja memutuskan untuk ke kelas Hendra untuk mengembalikan HPnya.
"Bebz mau ke mana lo?" tanya Alarice.
"Gue mau ngembaliin ini HP."jawab Senja sambil memperlihatkan HP di tangannya.
"HP siapa emang bebz?"
"HP Kak Hendra, lo mau ikut?" tawar Senja.
"Nggak ah, gue males keluar, cepet baliknya ya bebz." Alarice menolak ajakan Senja.
"Ok,kalau gitu gue pergi dulu." ucap Senja kemudian keluar dari kelasnya dan berjalan ke kelas Hendra.
Sesampainya di kelas Hendra, Senja melihat dari pintu untuk mengecek apakah Hendra aa di kelas atau tidak, dan saat tau kalau Hendra ada di kelas, Senja masuk dan menghampirinya.
"Kak Hendra."
Hendra, Erick dan Anggi menoleh ke sumber suara, ya walaupun yang di panggil cuma Hendra, tapi yang lain juga ikut menoleh.
"Ngapain dia manggil Hendra?" batin Anggi penasaran.
"Hai Senja, udah lama nggak pernah ke sini." sapa Erick.
"Ada apa?" tanya Hendra.
"Hai juga Kak Erick." balas Senja sambil melirik ke arah Anggi sekilas.
"Kak Hendra, ini aku mau ngembaliin HP Kakak, kemarin ke bawa aku, maaf ya pasti kemarin nyariin dan pasti gabut banget ya soalnya kemarin kan libur hehe ..." Senja menyodorkan HP itu kepada Hendra.
"Oh iya, makasih ya udah di bawain.Nggak kok, kemarin aku pinjam HP Mamaku." Hendra mengambil HP miliknya dari tangan Senja.
"Kok HP lo bisa sama Senja?" pertanyaan yang ditanyakan Erick sama dengan apa yang akan di tanyakan Anggi, jadi Anggi tidak perlu bertanya lagi.
"Bisa, soalnya kemarin pas malam Minggu gue main sama dia." balas Hendra.
"Pantesan gue nyariin Senja ke rumahnya nggak ada, di chat juga nggak di balas, ternyata asik main sama Hendra, apa mereka pacaran?" Anggi melamun karena memikirkan hal itu, sampai tidak menyadari kalau Senja sedang bertanya kepadanya.
"Nggi, Senja tanya sama lo tu, kok nggak di jawab." Ucap Erick membuyarkan lamunannya.
"Oh tanya apa emang?"
"Hari Sabtu, ke rumah aku mau ngapain Kak?" Senja mengulangi pertanyaannya.
"Nggak ngapa-ngapain." balas Anggi.
"Oh." Senja membulatkan mulutnya pura-pura percaya.
"Yaudah kalau gitu aku balik ke kelas ya Kak Hendra."
"Iya, di antar nggak?" balas Hendra.
"Nggak usah Kak, Kak Anggi, Kak Erick aku duluan ya."
"Ok." hanya Erick yang menjawab, sedangkan Anggi hanya memperhatikan Senja dengan tatapan kesal.
__ADS_1
#Jangan lupa like, komen, rate, dan votenya ya....
Terima Kasih 😘💕...