
"Baiklah kalau gitu aku pulang dulu ya, bye Arka bye Lala." Senja melambaikan tangannya kepada mereka.
"Bye." jawab mereka bersamaan.
Sesampainya di rumah Senja mencari kakaknya, dia tidak menemukan kakaknya di kamar, dia kemudian mencari lagi di setiap ruangan yang mungkin kakaknya masuki.
Namun dia tidak menemukannya, sampai akhirnya dia melihat Hendi yang sedang duduk di atas rerumputan taman belakang rumahnya.
Senja berljalan menghampiri kakanya.
"Kenapa Kakak tidak beristirahat?" tanya Senja ikut duduk di samping kakaknya.
"Kakak hanya bosan sayang, cepat sekali kamu pulang?" Hendi menang menoleh ke arah adiknya.
"Ya karena hanya ada satu mata perkuliahan hari ini." balas Senja sambil merapikan rambut kakaknya yang terlihat acak-acakan.
"Nanti sore kita jadi pergi nonton kan?"
"Iya Kak, aku juga mengajak Alarice dan kekasihnya."
"Baguslah, tapi kenapa kamu memilih menonton film action?"
"Karena itu yang aku suka."
"Ya, itu sangat mewakili dirimu."
"Hmm.Kakak mau makan apa? biar aku yang masak."
"Semua yang di masak olehmu aku akan memakannya."
"Baiklah."
Senja kemudian meninggalkan kakaknya, dia kan memasak untuk makan siang.
"Bi Jum, tolong bantuin bersihin sayuran ya, nanti aku yang masak."
"Baik Non." jawab Bi Jum langsung melaksakannya.
"Bi, nanti sore aku mau pergi dengan kakakku, jika ada yang mencariku jawab apa adanya ya." perintah Senja.
"Mau ke mana Non?"
"Nonton Bi."
"Baik Non, nanti bibi akan mengatakan itu jika ada yang bertamu."
Senja berkutat di dapur cukup lama, Hendi sekarang duduk di kursi dekat dapur sambil memperhatikan adiknya.
Setelah menyelesaikan masakkannya Senja di bantu Bi Jum menghidangkan di meja makan. Mereka bertiga makan siang bersama, karena Senja tidak memperbolehkan Bi Jum makan sendiri, kecuali jika Senja sedang ada di rumah.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Sore harinya mereka segera berangkat ke bioskop, Alarice dan Arka sudah menunggu mereka di depan gedung.
Sebelum masuk mereka membeli cemilan yang wajib untuk menemani mereka nonton apa lagi kalau bukan popcorn.
Setelah membeli tiket mereka segera masuk ke dalam gedung itu.
Alarice dan Arka mereka duduk di depan Senja dan Hendi.Lima menit kemudian film pun di putar, Senja sangat antusias saat menonton sedangkan Hendi dia biasa saja.
Sesekali Hendi menjejali mulut adiknya dengan popcorn karena adiknya berisik saat melihat adegan baku hantam di film yang sedang di putar.
Mereka kadang berdebat di tengah-tengah menonton.Hendi lebih tertarik mengganggu adiknya daripada menonton film itu.
Setelah film selesai mereka memutuskan untuk bermain di salah satu taman hiburan di sana.
Senja di ajak Hendi untuk menaiki roal coaster. Sedangkan Alarice dan Arka mereka sedang asik bermain game tembak-tembakan.
Saat roal coaster berjalan tidak seperti banyak orang yang berteriak-teriak di sana. Senja hanya bersikap biasa, bahkan detak jantungnya masih normal.
Berbeda dengan Hendi yang sekarang sedang berteriak-teriak sampai memanggil nama bundanya.
"Bunda Zara, tolongin kakak Buuuuuuun." teriak Hendi.
"Aaaaa Bundaaaaaaaa."
Saat sudah turun dari roal coaster Hendi berjalan dengan lutut yang bergetar.
"Hahaha... Kakak lain kali jangan sok berani lagi, sekarang tau kan rasanya." Senja mendorong pelan tubuh kakanya.
"Aku tadi berniat mengerjaimu tapi kamu ternyata bersikap biasa saja, senjata makan tuan ini mah." Hendi hampir terjatuh karena pukulan pelan Senja.
"Duduklah dulu, aku akan menghilangkan rasa takutmu." Senja menarik tangan Hendi agar duduk di kursi yang berada di dekatnya.
"Baiklah."
Senja memulai aksinya dia menekan beberapa titik saraf di kaki kakaknya. Hingga membuat jantung Hendi berdetak normal lagi, dan kakinya berhenti gemetar.
"De, kamu kangen sama pacar kamu nggak sih?"
Senja duduk di samping kakaknya kemudian mengernyitkan dahi karena tidak tau apa yang di maksud kakaknya.
"Maksud Kakak?"
"Iya, kamu kangen nggak sama Anggi, semenjak dia lulus SMA kan kalian nggak pernah ketemu lagi."
"Nggak lah Kak, aku tidak merindukannya."
"Bagaimana mungkin kamu tidak merindukan pacarmu."
__ADS_1
"Sepertinya Kak Hendi salah paham, aku tidak berpacaran dengan dia."
"Benarkah?"Hendi menunjukkan wajahnya tidak percaya.
"Tentu saja." ucap Senja mengusap wajah kakaknya.
🍁🍁🍁
Setelah puas bermain mereka segera pulang ke rumah masing-masing.
Pagi harinya Senja mengantarkan Hendi ke Bandara. Senja memeluk kakaknya cukup lama karena belum rela jika kakaknya pulang sekarang.
"Kakak tidak bisakah membatalkan kepulangan Kakak, kan baru tiga hari di sini."rengek Senja manja.
"Tidak bisa, kau ini manja sekali ya,kakak punya banyak pekerjaan, lain kali kalau ada waktu kakak akan mengunjungimu lagi." Karena sejujurnya saat ke sini Hendi meninggalkan kerjaan di kantornya yang sudah sangat banyak. Apalagi ditinggal selama tiga hari.
"Berjanjilah." Senja mengacungkan jari kelingkingnya dan Hendi menyatukannya.
"Panggilan terkahir sudah terdengar, jaga dirimu baik-baik, bye sayang."
Hendi mencium kedua pipi adiknya, dahi dan juga kepalanya, memeluk adiknya sebentar kemudian segera berjalan memasuki pesawat.
Setelah pesawat yang di tumpangi Hendi lepas landas, Senja memutuskan untuk pergi ke apartemen Alarice karena hari ini mereka tidak pergi ke kampus.
Saat Senja berjalan ke parkiran bandara, dia melihat sekilas pria yang mirip dengan orang yang dia kenal.
Senja berlari mengejar pria itu, namun pria itu tiba-tiba sudah hilang dari pandangannya.
"Aku yakin pria itu adalah dia."Senja berjalan kembali ke tempat parkir.
Dan saat dia hampir sampai di parkiran ada seseorang yang tidak sengaja menabrak tubuhnya hingga Senja terjatuh.
"Arrrggghhh..." Senja berteriak kecil karena tangannya berdarah akibat terkena batu kerikil.
"Maafkan saya Nona, saya tidak sengaja." ucap orang itu mengulurkan tangannya.
Senja berdiri, tidak menerima uluran tangan orang itu.Dia membersihkan gamisnya yang sedikit kotor dengan tangan kanannya.
"Tidak masalah, lain kali lebih berhati-hatilah." ucap Senja tanpa melihat wajah orang itu.
Namun orang itu sepertinya sangat mengenali Senja, untuk memastikan bahwa wanita di depannya ini benar-benar Senja, orang itu menundukkan badannya dan melihat wajah Senja kemudian dia tersenyum puas.
Senja yang melihat orang itu melihat wajahnya, dia juga melakukan hal sama.
"Kamu." pekik Senja dengan mata yang berbinar.
#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...
Terima kasih 😘💕...
__ADS_1