Kembali

Kembali
KEMBALI ( Bukan Guling)


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹TAP JEMPOLπŸ‘ KALIAN SEBELUM MEMBACAπŸ¦‹πŸ¦‹


Senja menjalani hari ini dengan berbeda, karena hal yang dilakukannya dengan Anggi masih terekam jelas di ingatan Senja.


Setelah selesai dengan segala aktivitasnya di kampus, Senja memutuskan untuk segera pulang.


Hari ini Senja tidak bersama dengan Alarice, karena Senja masih cukup kesal dengannya.


Senja merebahkan dirinya di ranjang, kemudian mengambil HP miliknya untuk mengecek apakah ada pesan atau tidak.


"Eh, ada pesan dari Kak Hendra." ucap Senja lirih.


Senja membuka pesan itu, Senja tertawa terpingkal-pingkal saat melihat isi pesan itu, karena pesan itu adalah sebuah foto yang sangat lucu menurut Senja.


"Hahaha... mereka berdua lucu banget sih, aduh sakit perut aku." Senja berguling ke kanan dan ke kiri di atas tempat tidurnya.


Senja membalas pesan Hendra, saat malam hari, karena dia sudah lelah dan memutuskan untuk tidur siang dulu.


"Kak Hendra, dapat foto itu dari mana?"


Cukup lama Senja menunggu balasan dari Hendra, dan setelah lima belas menit akhirnya di balas juga.


"Aku fotoin mereka sendiri, gimana? Lucu kan?"


"Hahaha, Kak Hendra usil juga ya."


"Habis tangan gue gatel kalau nggak mengabadikan momen itu."


"Iya-iya Senja tau."


Foto yang dikirim Hendra adalah foto Anggi dan Erick yang tidur saling berpelukan, Anggi memeluk kaki Erick dan sebaliknya.


"Eh, lo pacaran sama Anggi ya?"


Saat Senja membaca pesan itu, Senja sedikit mengerutkan dahinya.


"Enggak Kak."


"Tapi Anggi bilang lo kekasihnya."


"Enggak kok, suer deh ✌."


"Yaudah deh, selamat malam cantik, selamat tidur."


"Malam juga Kak Hendra ganteng."


Setelah itu Senja mematikan HP nya, kemudian tidur.


Oh iya, kan kemarin author bilang, kalau Senja itu sibuk jadi nggak sempat buka HP nya, jadi nggak sempat ngasih kabar orang rumah, dari semenjak Hendi datang, Hendi menyuruh Senja agar tetap aktif dengan HPnya, jadi sekarang Senja sering bawa HP.


🍁🍁🍁


Pagi harinya Senja bangun pukul 04.30 WIB. Senja langsung bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berwudhu.


Setelah melaksanakan sholat, Senja memutuskan untuk jogging, karena hari ini Senja tidak berangkat ke kampus.


Saat Senja lewat depan Pos Satpam, Senja melihat Pak Tio sedang ngopi.


"Pagi Pak Tio, enak ya Pak, pagi-pagi ngopi." sapa Senja saat melewati Pos Satpam.


"Pagi Non, iya nih Non mantab. Non Senja mau olahraga ya?" tanya Pak Tio.


"Iya Pak, duluan ya Pak."


"Iya Non."


Senja jogging memutari komplek perumahan nya. Saat Senja lewat depan rumah Anggi, Senja melihat Erick dan Hendra juga hendak jogging.


Senja memanggil mereka dari depan gerbang yang terbuka.


"Kak Erick, Kak Hendra." panggilnya.


Erick dan Hendra langsung menoleh ke arah suara, mereka mendapati Senja tersenyum dengan mereka, Erick dan Hendra berlari menghampiri Senja.


"Lo mau jogging?" tanya Erick.


"Iya Kak, kalian juga mau jogging kan?"

__ADS_1


"Iya, yaudah kalau gitu bareng aja yuk." ucap Hendra.


"Ok, kok kalian cuma berdua, Kak Anggi nggak ikut?" tanya Senja karena hanya melihat Erick dan Hendra saja.


"Enggak, Anggi masih tidur." jawab Hendra.


"Begadang semalam?"


"Nggak tau lah gue, yaudah yuk." Erick berlari mendahului mereka.


"Oke." jawab Senja dan Hendra bersamaan.


Mereka berlari memutari kompleks perumahan hanya satu kali, karena kompleks ini sangat luas, apalagi satu rumah bisa ratusan meter persegi.


"Istirahat dulu, capek." pinta Erick.


"Nanggung Kak, nanti istirahat di rumah Kak Anggi aja." ucap Senja.


"Iya Rick, nanggung tinggal beberapa meter lagi kok."


"Oke deh, oke, kita lari lagi." Erick kembali berlari walaupun sudah lelah.


"Nah, gitu dong."


Mereka kembali berlari, dan sekarang mereka sudah sampai di rumah Anggi. Senja ikut masuk ke rumah Anggi lantaran di ajak Hendra sama Erick tadi.


Mereka sudah berada di ruang tamu, Erick mengambilkan minum untuk mereka, Senja menselonjorkan kakinya.


"Kak Anggi kayaknya belum bangun deh, Kak." ucap Senja.


"Bangunin sana, kalau lo yang bangunin, pasti bakal langsung bangun tu anak." perintah Hendra.


"Nanti kalau ngamuk gimana Kak?" Senja serius dengan ucapannya, karena biasanya Anggi akan marah jika ada yang menggangu tidurnya.


"Ya di jinakin lah, kan lo pawangnya haha." ucap Hendra sambil tertawa meledek.


"Pawang dari mananya, orang Kak Anggi bisa kumat kalau lagi liat aku."


"Percaya sama gue, lo bisa jinakin dia."


"Nggak papa, udah buruan sana!" Erick mendorong Senja agar segera naik ke lantai dua.


"Kak Erick jangan dorong-dorong dong, mending Kak Erick aja yang bangunin." ucap Senja sambil berjalan menaiki tangga, dan di ikuti Erick yang masih mendorongnya.


"Ogah gue, udah ya gue mau turun." ucap Erick setelah sampai di lantai dua. Erick kemudian turun dan duduk dengan Hendra.


"Rick, nanti kalau Anggi ngamuk, lo yang nanggung ya." ucap Hendra.


"Kok gue, kan tadi lo yang nyuruh Senja."


"Gue takut sama Anggi, kalau lagi marah udah kaya Singa memperebutkan betinanya." Hendra serius dengan apa yang dia katakan baru saja.


"Haha." Erick mengambil minum miliknya kemudian meneguknya.


🍁🍁🍁


Di lantai dua, kini Senja mondar-mandir di depan pintu kamar Anggi, Senja agak ragu untuk membangunkan Anggi.


Bangunin nggak ya, tapi kalau aku bangunin, apa dong alasannya, nanti kalau Kak Anggi ke ge eran gimana coba?. batin Senja.


Alah udah lah, bangun aja, nanti kalau marah, aku tinggal kabur kan bisa hehe. Senja membayangkan jika Anggi marah nanti.


Perlahan Senja membuka pintu kamar Anggi yang tidak terkunci, Senja berjalan perlahan ke arah tempat tidur, di mana Anggi sedang tidur sambil memeluk guling di sana.


Senja mengibaskan tangannya di depan wajah Anggi, untuk mengecek apakah Anggi masih tidur atau cuma pura-pura.


Haha... Kak Anggi masih tidur rupanya, bakal sayang banget ini kalau aku langsung bangunin Kak Anggi, kerjain dikit boleh kali ya? Senja tersenyum penuh arti ke arah Anggi.


Senja melakukan sesuatu di wajah Anggi, setelah di rasa cukup, Senja masih belum mau membangunkan Anggi, dia ingin mengabadikan wajah Anggi itu.


Biar jadi aib Kak Anggi. Senja mengambil foto Anggi sambil terkekeh pelan.


Setelah puas, Senja membangunkan Anggi dengan cara menepuk pelan pipi Anggi dan memanggil namanya.


"Kak Anggi, bangun dong! udah siang lho, masa belum bangun sih." Anggi menjauhkan tangan Senja dari pipinya.


Senja kembali menepuk pipi Anggi dan memanggilnya.

__ADS_1


"Kak Anggi, bangun Kak." Anggi kembali menjauhkan tangan Senja, dan Anggi membalikkan badannya membelakangi Senja.


Susah banget sih di bangunin, orang tidur kaya orang mati aja, huh! Senja naik ke ranjang Anggi, kemudian membalikkan badan Anggi. Senja duduk di samoing Anggi, kemudian kembali membangunkannya.


"Kak Anggi bangun!" Senja menepuk pipi Anggi dengan kedua tangannya.


Bukannya bangun, Anggi malah melingkarkan tangannya di pinggang Senja.


"Ya Allah, Kak Anggi bangun!" Senja berteriak di dekat telinga Anggi, dan berhasil membuat Anggi bangun, namun belum sepenuhnya sadar.


Senja melepaskan tangan Anggi yang melingkar di pinggangnya.


Perlahan Anggi membuka matanya, dia melihat wajah cantik seorang gadis yang sedang duduk di sampingnya. Anggi mengira ini hanya halusinasi saja.


"Kok lo ada di sini?" Anggi bergumam, kemudian bangun dan mendorong tubuh Senja sampai jatuh berbaring di ranjangnya. Anggi memeluk Senja dan menyandarkan kepalanya di atas perut Senja, dia membuat perut Senja sebagai bantal. Anggi setengah tengkurap dan menganggap kalau Senja adalah gulingnya.


"Kak Anggi bangun woy, aku bukan guling Kakak." Senja mendorong kepala Anggi agar tidak menindih perutnya, tapi Senja kesusahan karena Anggi malah kembali pulas.


"Kak Anggi, bangun dong, aku bukan mama kamu Kak." Senja mencubit pipi Anggi dengan keras.


"Aaawww... sakit." Anggi bangun kemudian duduk sambil mengusap bekas cubitan di pipinya.


"Jadi ini beneran lo? lo ngapain pagi-pagi ke rumah gue?" tanya Anggi pada Senja.


Senja bangun dari posisi berbaringnya, kemudian menatap Anggi dengan tajam.


Senja mencubit kedua pipi Anggi saking gemasnya.


"Kak Anggi, lihat jam dong, udah jam setengah sepuluh lho sekarang." ucap Senja sambil menunjuk jam di dinding.


Bukannya melihat jam, Anggi malah melihat wajah Senja yang terlihat cantik dan imut. Senja yang menyadari kalau Anggi sedang memandangnya, langsung salah tingkah. Namun bukan Senja namanya kalau nggak bisa memutar keadaan.


"Aku tau kok Kak, kalau aku cantik, nggak usah di lihatin gitu." Senja menggoda Anggi.


Anggi seketika jadi salah tingkah sendiri, namun Anggi langsung mengelak.


"Gue lihat wajah lo, karena gue lihat di pipi lo ada lipstiknya." ucap Anggi berbohong.


Seketika itu juga, Senja langsung memegang wajahnya dengan tangannya sendiri, dan hal itu membuat wajah Senja yang tadinya bersih, sekarang benar-benar kotor karena lipstik yang menempel di tangannya.


Oh tidak, tadi tangan aku kan kena lipstik yang di pipi Kak Anggi, berarti barusan aku... arrrggghhh Kak Anggi.


"Bwahahaha..."


Padahal tadi gue bohongin lo, tapi sekarang muka lo benar-benar kena lipstik. Eh tunggu dulu, kok tangan Senja bisa ada lipstiknya, tadi kan dia nyubit pipi gue, jangan-jangan.


"Senja, lo apain muka gue?" tanya Anggi.


"Hehe, Kak Anggi, Senja nitip ke kamar mandi ya." Senja mencoba untuk menghindar dari Anggi.


"Nggak boleh, lo nyoret muka gue kan?" hardik Anggi.


"Hehe, maaf Kak."


"Lo harus tanggung jawab sekarang." pinta Anggi.


"Kan tinggal cuci muka doang Kak, ntar juga ilang." ucap Senja kesal.


"Gue tau, tapi gue mau lo yang cuci muka gue."


"Nggak mau." tolak Senja.


"Harus mau." titah Anggi.


"Nggak mau Kak." Senja bersedekap.


"Jadi nggak mau nih?" Anggi mendekatkan wajahnya ke wajah Senja, Anggi menyeringai kepada Senja.


"Bersihin, atau gue ci...."


"Iya-iya aku bersihin, yaudah ayo ke kamar mandi." Senja langsung turun dari tempat tidur dan berlari masuk ke kamar mandi.


"Nah gitu dong." Anggi mengikuti Senja masuk ke kamar mandi, sambil tersenyum puas.


#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...


Terima kasih πŸ˜˜πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2