
Risa telah selesai sholat, Alina dan Risa turun kebawah menemui ibu Alina. Pelayat masih saja berdatangan ada banyak teman papa yang datang, ibu dan ayah Risa juga ada disana bersama ibu Alina.
"Ma, mama istirahat saja dulu, Alina dan Risa disini kok " bisik anaknya dengan cinta
" Tapi sayang, kamu juga lelah nanti saja"
" Ma, Alina masih kuat ma. Nanti mama sakit. Alina gak mau ya ma. Pokok nya mama harus istirahat sekarang, jangan lupa makan ma" paksa Alina
"Baiklah sayang, kalau ada apa-apa kamu bilang mama ya"
" iya mamaku sayang"
Alina dan Risa duduk di kersi depan, Angga muncul di belakang Alina dan Risa
"Lin"
Alina menoleh ke belakang
" iya kak? Kakak dari mana.?"
"Kakak dari belakang, kamu udah makan Lin?"
Alina menggelengkan kepalanya, dari siang tadi Alina sama sekali belum makan. Ia tak berselera makan.
Angga memaksa Alina dan Risa untuk makan dulu.
Mereka bertiga makan di belakang. Angga terlihat sedih melihat Alina
Alina memasukkan makanan ke mulutnya dengan perlahan, rasa nya enggan sekali mulutnya membuka untuk makan.
Alina terlihat terpaksa sekali munyuapkan makannan ke mulutnya.
Risa dan Angga, terus menatap Alina dengan tatapan iba.
"Lin kamu makan yang banyak ya " ujar Angga
Alina hanya tersenyum pada Angga
__ADS_1
"Iya Lin, kamu harus sehat biar bisa jagain mama"
Alina teringat ibu nya, Alina mempercepat makan nya .
Selesai makan Alina pergi ke kamar ibu nya sambil membawa makanan.
Dilihat ibunya sedang memeluk photo ayahnya, sambil menitikan air mata. Alina memeluk ibunya dari belakang
"Ma Alina tau mama berusaha tegar untuk Alina, Alina mohon jangan menangis lagi ma, kita harus melanjutkan hidup kita walau tanpa papa sekarang"
" iya sayang"
Ibu nya memegang tangan Alina, kemudian memeluk anak kesayangan nya itu.
" Mama pasti belum makan kan, Alina bawa makanan buat mama, kita makan ya ma"
Ibu Alina tersenyum melihat anak nya
"Alina suapin mama ya"
" gak usah sayang, mama bisa makan sendiri kok, Alina sudah makan?"
Alina menyuapi ibu nya dengan cinta
Selesai makan Alina menyuruh ibu nya untuk istirahat. Sementara itu Alina turun kebawah menemui Risa dan kak Angga.
"Alina, kamu yang kuat ya, kamu jagain mama, kalau ada apa-apa kamu bilang ke kakak" ucap Angga dengan penuh perhatian
Alin hanya mengangguk dan tersenyum
Risa menatap Alina bahagia
Setidaknya Angga perhatian dengan sahabatnya itu, Angga bisa melukis senyum indah di wajah Alina.
Angga duduk disamping Alina, dilihatnya Alina dari dekat, bulu mata yang lebat, hidung mancung, bibir yang tipis tapi sangat indah,kulit Alina bersih sekali seperti ada cahaya diwajahnya, walau tanpa balutan mekeup ala remaja wanita kebanyakan sekarang. Ditambah lesung pipi yang muncul saat dia tersenyum. Ini pertama kali Angga menatap Alina sengat lekat. Tinggi tubuh Alina 165 cm dengan berat badan 53kg terlihat pas sekali.
Angga menghentikan tatapannya. Takut nya semakin jauh menatap, semakin menggila pikiran Angga. Angga mengambil air minum, tubuhnya menginginkan air untuk menyejukakan dirinya sedari tadi Angga merasa panas sekali, sekalian mengambilkan minum untuk Alina dan Risa juga.
__ADS_1
"lin, Ris nih minum buat kalian"
"Makasih kak" ucap Alina
" Panas banget ya " tutur Angga
" perasaan enggak kak, angin dari luar aja kerasa dingin kak" sahut Risa
Angga tertawa garing
"Perasaan panas banget,iya sih banyak angin . Tetep aja panas" gumam Angga dalam hati
" Mungkin kak Angga belum mandi kali"
" iya Ris belom "
Angga tersipu malu....
sudah pukul 11 malam Angga dan Risa berpamitan pulang, para pelayat juga sudah pulang. Hanya tinggal keluarga Alina.
Alina pergi ke kamar nya untuk istirahat.
Bintang malam berhamburan
Deru Angin menerpa wajah ku
Menyejukkan
Aku menatap dia lekat
Sangat lekat
Pertama kali kupandang binar matanya
Bentuk wajah nya yang begitu indah
Tapi aku takut
__ADS_1
Takut salah pada dia
Angga