Kembali

Kembali
KEMBALI ( Bohong )


__ADS_3

🦋🦋TAP JEMPOL👍 KALIAN SEBELUM MEMBACA🦋🦋


"Kan rumah lo dekat, jadi nggak papa lah," bujuk Anggi dengan mata puppy eyes nya.


"Maaf ya Kak, lain kali aja."


"Yaudah deh." Anggi meninggalkan Senja, dan berjalan menaiki tangga.


Dasar cowo aneh.


"Anggi ngambek tu," ucap Erick tersenyum.


"Aku rasa tidak," sahut Senja, kemudian matanya melirik ke tangga, yang beberapa detik lalu Anggi lewati.


Kalau dia benar-benar marah gimana dong? kalau ngambek biasanya cowo suka ngapain ya... aaaa bodo amat lah**! Senja menggelengkan kepalanya pelan.


"Lo lagi tahlilan ya?" ucap Hendra, kemudian berjalan ke arah Senja, dan berhenti tepat di depannya.


"Kak Hendra mau ngapain?" tanya Senja, kemudian melangkah mundur, matanya menatap Hendra yang berjalan semakin mendekat.


Hendra tersenyum geli melihat wajah panik gadis di depannya itu, kenapa juga Senja takut padanya, dia kan tidak akan berbuat macam-macam, dia akan berbuat satu macam saja.


Kak Hendra mau ngapain sih, bikin takut aja, jangan maju dong!


Erick memandang jenuh ke arah mereka, sambil menyambar buah anggur di meja.


Ini bukan film drama, ngapain juga kaya gitu, nggak ada kerjaan lain apa? Erick semakin merasa jenuh dengan pemandangan itu.


Hendra mengakat tangan kanannya, kemudian bergerak pelan ke atas, Senja mengira Hendra akan melakukan sesuatu, tapi.


Taaak, Hendra menjitak dahi Senja, kemudian Hendra tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi muka Senja yang lucu karena Kebingungan.


Dari lantai dua, ada sepasang mata yang melihat tidak suka dengan pemandangan itu, entah kenapa dia merasa kesal saat melihat Senja dekat dengan pria selain dirinya.


Gue kira lo asik cuma sama gue, ternyata sama semua cowo lo akrab juga, jadi selama ini, gue nggak ada artinya lebih di mata lo? batin orang itu.


Hendra sebenarnya sengaja melakukan hal itu, dia ingin mengerjai Anggi. Hendra melirik ke arah Anggi dari sudut matanya, bibirnya yang tadi tertawa kini berganti menjadi senyum yang memuakkan menurut Anggi.


Hendra kembali mendekatkan wajahnya di wajah Senja, tepatnya di samping kanan, kemudian dia berbisik kepada Senja.


"Mending lo terima aja si Anggi, lihat tu dia cemburu," bisik Hendra.


Senja jadi paham kenapa Hendra berbuat seperti itu. Kalau di pikir-pikir, nggak ada salahnya juga kan kalau Senja menerima Anggi, tapi Senja kan tidak mau pacaran, gimana dong?


"Tapi aku nggak mau pacaran Kak, dan aku juga belum pernah pacaran, aku maunya langsung nikah, bukan berhubungan yang nggak jelas." Sekarang Senja yang berbisik kepada Hendra. Dan hal itu membuat seseorang yang berada di lantai dua naik pitam.


"Itu sih masalah lo." Hendra berjalan menjauh dari Senja kemudian menarik tangan Erick agar ikut dengannya.


"Mau ke mana?" tanya Erick saat tangannya di tarik Hendra.


"Main di luar aja, biarin mereka berdua menyelesaikan hal yang harus di selesaikan."


"Maksud lo?"


"Anggi itu kan suka sama Senja, jadi biarin dia ungkapin ke Senja."


"Oh, bilang dong dari tadi."


"Udah lah, yuk cabut."


"Oke."


Sepeninggalan Hendra dan Erick, Senja masih diak di tempatnya, Senja memikirkan apa yang Hendra katakan baru saja.


Kak Anggi emang beneran suka sama aku apa? Dia kan hanya main-main hanya, tapi kalau beneran suka gimana ... aaahhh mikir apa sih aku.


Anggi yang melihat Senja di tinggal kedua sahabatnya, langsung turun dan beridiri tepat di depan gadis itu, tapi karena Senja sedang melamun jadi Senja tidak menyadari kalau sekrang Anggi sudah berdiri di depannya.


"Mikir apa lo?" tanya Anggi membuyarkan lamunan Senja.


"Astagfirullah, Kak Anggi ngagetin aja, sejak kapan Kak Anggi di sini?" tanya Senja sambil mengusap dadanya.


Anggi tidak menggubris pertanyaan Senja, dan Anggi malah balik bertanya.


"Barusan apa yang lo lakuin sama Hendra?" tanya Anggi dengan kesal.


"Maksud Kakak?" Senja benar-benar tidak paham.


"Yang barusan, lo ciuman kan sama Hendra?"


"Jangan sembarangan kalau ngomong Kak, tadi itu Kak Hendra cuma ngasih tau ak-" Senja menutup mulutnya, karena hampir saja dia bilang kalau Hendra itu cuma ngasih tau kalau Anggi suka padanya.

__ADS_1


"Gue nggak sembarangan, gue lihat sendiri kok."


"Aku nggak ciuman sama dia Kak."


"Bohong." Anggi tidak percaya dengan perkataan Senja.


"Aku nggak bohong."


"Bohong."


"Nggak bohong Kak." Senja mulai kesal dengan Anggi.


"Bohong ya bohong." Anggi tetap kekeh dengan pendiriannya.


"Yaudah kalau nggak percaya." Senja berjalan menjauh dari Anggi, kemudian duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Jadi cowo kok nyebelin, pantesan nggak ada cewe yang suka, eh tapi Putri kan suka sama dia? Apa kabar ya si Putri.


"Emang gue nggak percaya sama lo!" sindir Anggi, ikut duduk di sofa.


"Terserah." Senja pasrah, sama saja bicara dengan Anggi, toh Anggi tidak percaya dengannya kan.


"Lo suka sama Hendra?"


"Nggak."


"Bohong."


"Kalau aku bilang aku suka sama dia, apa Kakak akan percaya?" tanya Senja.


"Nggak."


"Yaudah, jadi aku nggak perlu jawab kan, toh semua jawabanku, Kakak nggak akan percaya."


Damn it


"Oh dan satu hal lagi, aku nggak pernah ciuman sama siapapun, dan orang pertama yang pernah nyium aku itu Kakak, jadi jangan pernah bicara sembarangan lagi, karena setelah Kak Anggi, nggak ada lagi cowo yang nyium aku," ucap Senja jujur.


Seketika keheningan tercipta, hanya suara detak jarum jam yang terdengar. Anggi mencerna perkataan yang baru saja Senja ucapkan, Anggi tidak menyangka kalau Senja se tertutup itu.


Jadi gue satu-satunya orang yang pernah nyium dia? gue brengsek banget dong.


"Senja, forgive me."


"Senja," panggil Anggi lirih.


"Kenapa?"


"Lo benci sama gue?"


"Nggak kok, aku cuma kesal aja sama Kakak."


"Kenapa lo kesal sama gue? Maaf ya gue nggak bermaksud ngambil keuntungan dari lo." Anggi tulus dengan ucapannya.


"Nggak papa, Kak aku mau tanya," ucap Senja.


"Tanya aja, gue jawab kok."


Duh, kok aku jadi gugup gini sih, jantung aku kenapa ya?


Senja meremas tangannya sendiri, tangannya sudah terasa dingin sekarang karena gugup.


Anggi yang menyadari kalau Senja gugup jadi bertanya-tanya, kenapa gadis di depannya itu gugup, hal apa sih yang mau gadis ini katakan.


"Sampai kapan abang harus Dek, abang lelah," ucap Anggi bertujuan untuk menghilangkan kegugupan Senja.


Senja tersenyum geli mendengar perkataan Anggi barusan, seketika rasa guguknya sedikit memudar.


"Abang suka sama adek?" tanya Senja, ikut menggunakan kata abang-adek.


"Maksud lo?"


"Kata Kak Hendra, Kak Anggi suka sama aku? Itu benar apa nggak Kak?"


Damn it!


Hendra tadi ngomong itu, gue harus jawab apa dong? Apa gue jujur aja ya?


"Kalau gue bilang, gue suka sama lo? Lo percaya nggak?"


"Kalau Kak Anggi serius aku percaya," ucap Senja yakin.

__ADS_1


"Sebenarnya, gue emang suka sama lo, dan itu udah lama." Anggi berbicara dengan serius, bahkan sekrang dia jongkok berlutut di depan Senja yang sedang duduk.


Senja cukup terkejut dengan pernyataan Anggi, tapi karena Senja sudah biasa mendengar Anggi berkata seperti itu, jadi dia bisa mengendalikan rasa terkejutnya.


Senja menatap mata milik Anggi, Senja mencari kebenaran di sana, dan Senja bisa tau kalau Anggi tidak berbohong.


"Sejak kapan, Kak Anggi, suka sama aku?" tanya Senja tanpa mengalihkan tatapannya.


Anggi pindah, dari yang semula berlutut sekarang duduk di samping Senja.


"Sejak lo nabrak gue waktu SMA."


"Selama itu kah?" tanya Senja.


"Iya."


"Hmm...."


"Senja, lo udah tau kan perasaan gue, sekarang gue mau tau perasaan lo, lo suka nggak sama gue?" tanya Anggi.


"A-aku... aku nggak tau Kak," ucap Senja, karena memang Senja masih belum tau tentang perasaanya dengan Anggi.


"Kok lo nggak tau?"


"Aku nggak tau perasaan suka seperti apa, karena selama ini, aku memang nggak pernah punya hubungan sama cowo kecuali sebatas teman, dan itu karena aku menganggap, kalau cowo itu menyebalkan."


"Kenapa beranggapan begitu?" tanya Anggi ingin tau.


"Karena Kak Hendi menyebalkan."


"Nggak semua cowo kaya gitu Senja," ucap Anggi.


"Iya Kak."


"Lo mau nggak jadi pacar gue?"


"Maaf Kak, A-" Ucapan Senja terpotong dengan ucapan Anggi.


"Gue nggak maksa, gue tau lo nggak suka sama gue, apalagi gue kan sering jail sama lo." Anggi tersenyum kecut, padahal Senja belum menyelesaikan ucapannya.


"Aku belum selesai ngomong, main potong aja," gerutu Senja, yang masih bisa di dengar Anggi.


"Jadi lo mau?" Mata Anggi terlihat berbinar, dengan senyum yang mengembang.


"Nggak mau pacaran Kak," ucap Senja, yang langsung meruntuhkan istana khayalan Anggi yang baru saja dia bangun.


"Tapi, aku bisa jaga hati buat Kakak, dan ini janji," ucap Senja yang tidak di mengerti Anggi.


"Maksud lo apa?" tanya Anggi.


Senja meraih tangan Anggi, kemudian Senja menyatukan tangannya dan tangan Anggi, Senja menempelkan tangan mereka di dada Anggi.


"Kak Anggi, aku udah pernah bilang ke Kakak, kalau aku nggak mau pacaran kan? Tapi aku nggak pernah bilang kalau aku nolak Kak Anggi," - Senja tersenyum -"jaga hati aku di sini Kak!"


Senyuman Anggi kembali merekah, istana yang baru saja runtuh telah kembali dia bangun, Anggi menarik Senja ke dalam pelukannya.


"Aku janji, bakal jaga hati kamu." Anggi memeluk Senja dengan erat, dia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya dia saat ini, dia menghujani kepala Senja dengan kecupan.


Tanpa mereka ketahui, dua pasang mata mengintip mereka.


"Cie-cie... PJ nya mana nih?" Hendra dan Erick tiba-tiba saja masuk.


Senja ingin melepaskan pelukannya, tapi Anggi menahannya.


"Jangan di lepas sayang, nggak papa kok," ucap Anggi. Senjapun tidak jadi melepaskan Anggi.


"Kasih ya Nggi!" punya Erick.


"Pajak jomblo?" tanya Anggi.


"Pajak jadian lah!" tutur Hendra.


"Gue masih jomblo kok."


"Trus ngapain tu anak orang lo peluk?" tanya Erick.


"Dia calon gue."


"Maksud lo?"


"Nggak usah di bahas, nanti gue traktir kalian deh, sepuas kalian," kata Anggi, yang langsung di jawab setuju oleh Hendra dan Erick.

__ADS_1


#Jangan lupa like semua episode,komen, rate, dan votenya...


Terima kasih 😘💕...


__ADS_2